vote dan komen
happy reading!
manik coklat itu menerawang menyesuaikan cahaya matahari yang sudah masuk ke dalam kamar hotel nya itu. mengerang sedikit untuk menggeliatkan badan nya namun pinggang nya tertahan dengan tangan besar yang memeluk nya erat, ia menatap si empuh yang sedang memeluk nya erat dengan mata yang masih terpejam.
mata coklat Raina terus menjelajahi wajah tampan nan tegas milih Halim, tampan! kata itu terlintas di benak Raina sekarang.
"aish bisa-bisanya gue bilang si presma sedeng ini tampan, eh tapi ga papa si suami sendiri." gumam nya sambil terkekeh kecil
"hmm iya ga papa suami kamu sendiri." suara parau Halim yang baru membuka mata nya.
"anjir?! jadi lo udh bangun?!" teriak Raina yang sambil mendorong tubuh Halim hingga ia tersungkur di lantai.
"astagfirullah ra, baru dua hari jadi istri udh KDRT." keluh Halim yang langsung berdiri dan duduk di sofa yang berada di sisi nya.
Raina hanya acuh sambil menarik selimut nya sampai atas dan mata coklat nya kembali menutup.
"mandi ra bukan malah tidur lagi." sindir Halim.
"ck lo laki gue apa ibu ibu arisan? main nya sindir teros. emang ada baju buat gue kalo mandi? ga ada kan." jawab Raina kesal.
"saya lagi memesan baju kepada petugas hotel, untuk membelikan mu baju di mall terdekat." jelas Halim membuat Raina menggeleng heran.
"orang sugih mah bebas." celetuk Raina dan langsung berjalan ke kamar mandi namun ia tak sadar bahwa baju haram nya sedikit terangkat yang membuat bokong nya ter ekspos jelas di mata Halim.
"allahuakbar, lim sabar lim." ucap nya sambil mengelus dada nya untuk menahan hasrat nya.
Selang beberapa menit Raina masuk ke dalam kamar mandi lalu pelayan wanita hotel itu memberikan pakaian yang Halim pesan kan tadi.
Hanya jeans kulot dan hoodie oversize beserta speaket dalaman yang ia pesan untuk Raina. Halim mendekat ke pintu kamar mandi lalu mengetuknya.
tok...tok..
"apasi anjir masih pake anduk gue." gerutu raina yang sedang membalutkan handuk di tubuh nya.
"ini saya cuma mau kasih baju kamu ke kamu, biar kamu ganti baju di dalam." jelas Halim.
beberapa detik Raina membuka pintu nya sedikit sambil mengulurkan tangan nya.
"mana sini cepet." ujar Raina dan segera Halim memberikan totebage berisikan baju besarta pelengkap nya.
Raina segera meraih dan kembali mengunci pintu kamar mandi dan melihat hoodie dan jeans tersebut.
"wih selera mba pelayan nya bagus amat dah." gumam Raina lalu mata nya menangkap sepasang dalaman di dalam totebage itu. ia segera memakai nya dan pas! wow sejak kapan Halim tau ukuran bra nya? apa jangan jangan tadi malem ia menggerepe milik nya? aishh tidak tidak, Raina segera menepis fikiran kotor milik nya itu.
ceklek
Raina membuka pintu itu langsung menangkap Halim yang sedang menjejerkan sarapan pagi mereka. Halim tersenyum melihat Raina dengan pakaian itu.
"lim tadi malem lo ga macemin gua kan?" tanya Raina dengan memicingkan matanya.
"kamu ngerasa sakit ga di bawah kamu?" tanya Halim dengan santai nya namun hanya geleng an polos dari Raina.
"nah yaudah berarti saya belum perwanin kamu." ucap nya lagi dengan begitu frontal.
"babi! terus kok dalaman nya bisa pas amat di gue?" tanya Raina.
"saya cuma ngasih foto kamu ke pelayanan itu, dan mungkin dia mengerti kan sesama laki-laki." jelas nya lagi.
"ayo ra sarapan dulu." ucapnya sambil menyodorkan waffel dan susu coklat kesukaan Raina.
"Thank you." ucap Raina yang hanya di balas anggukan Halim.
mereka segera menyelesaikan sarapan nya, setelah itu Halim mandi dan segera mereka cek in dari hotel tersebut. karena Raina dengan ngotot nya ia ingin ke kampus karena ada matkul yang tidak bisa ia tinggalkan.
-presma-
kampus disini lah Raina sedang berada, dengan mengikuti kelas yang sedang di adakan. Rayya sangat fokus melihat layar in focus dengan dosen yang sedang menjelaskan.
20 menit setelah nya akhir kelas Raina selesai, hari ini cuma hanya satu matkul makanya Raina sayang jika harus meninggalkan kelas tersebut.
"hai ayang bebeb ku." sapa Rayya ke pada sahabat nya itu.
"laper Ray, kantin yok?" ajak Raina dengan semangat.
"gas lah." ucap Rayya sambil menari tangan Raina menuju kantin.
sesampainya di kantin mata mereka menangkap Royyan, Dino dan Dea sedang makan bersama.
"halo bestie." sapa Rayya dan Raina bersamaan.
"uwuu ayang ayang ku." ucap Royyan dengan nada alay nya.
"alay amat lo kadal." ucap Dino sambil melepar kacang ke arah muka tengil Royyan.
mereka hanya tertawa melihat tingkah konyol Dino dan Royyan. Raina dan Rayya segera memesan makanan mereka.
"wih tumben apa ni Ra cincin lu ganti lagi sama yang kemarin?" ucap Dea saat matanya tak sengaja menganggap cincin indah di jari manis Raina.
"kek cincin kawin dah." ujar Dino ngasal namun tersadar membuat Raina tersedak.
"apaan? ini cincin dari alm. mam gua yaudah deh gua pake kan." bohong Raina.
Sedangkan mereka hanya membuatkan bibit nya membentuk O diiringi anggukan kecil.
drrtt
presma sedeng
saya tunggu di parkiran, skrng kita harus pulang.
Raina hanya membaca pesan itu lalu wajah nya bertambah gusar, padahal ingin sekali Raina di studio dance nya itu.
"eh guys, gue balik duluan ya mau ada urusan." ucap Raina lalu berlalu begitu saja, membuat teman-teman nya itu menghendikan bahu nya heran.
saat di parkiran Raina langsung menghampiri Halim.
"sorry lama lim, tadi makan dulu di kantin laper baget gua soalnya." jelas Raina saat di hadapan Halim.
"ga papa yang penting istri saya ga kelaparan." ujar Halim dengan senyum manis nya dan sambil mengusak rambut Raina.
"idi, jangan ngegembel lo." ujar Raina dan langsung memasuki jok penumpang di mobil Halim.
Namun tanpa mereka sadar ada sepasang mata menatap mereka dengan detail.
"cincin yang seperti sepasang?" ujar nya dengan raut wajah penuh tanda tanya, karena ia tak menderkan percakapan kedua sepasang itu.
***
hayolohhh siapa tuuuuu?
spam komen yuk
lanjut?
jum'at, 12 november 2021.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRESMA
Novela JuvenilDi jodohin sama presma? Is impossible. -Raina. Perjodohan? whatever! -halim. hanya sebuah cerita pasaran tentang perjodohan, antara si gadis pejuang dan si tuan masa bodo. Note: semoga kalian suka cerita ini. PENASARAN? LANGSUNG BACAA YAHH DAN...
