Vote&coment
Happy reading
"kaka ingin kamu menerima perjodohan kamu dan Halim."ujar Malik tegas, membutuhkan Raina menghela nafasnya kasar.
Saat ini Raina berada di dalam mobil Malik, karena Malik meminta untuk mengantarkan Raina ke tempat kost nya. Setelah mengucapkan Malik mengucapkan kalimat itu, Raina hanya diam tak membalas.
Mobil Malik sudah berhenti tepat gerbang kost Raina. Tangan Raina ingin bergerak membuka pintu tapi tertahan.
"kaka ingin kamu menerima perjodohan ini Ra!"ucap Malik lebih tegas.
Hanya anggukan singkat yang Raina berikan sebagai jawaban untuk ucapan malik tadi.
Raina turun, dan langsung masuk ke dalam kost nya. Raina langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya ke kasur, memjamkan mata, menetralisir fikiran nya, Raina bergerak untuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya mungkin dengan badan yang segar Raina bisa berfikir lebih baik.
10 menit, Raina sudah keluar dari kamar mandi dengan piyama tidur.
Raina mengambil ponselnya dan membuka room chat.
Jam 10 pagi, gue tunggu di taman belakang kampus.
Send to presma sedeng.
Setelah mengirim pesan itu ponselnya langsung ia tutup tanpa menunggu balasan dari orang yang tadi ia kirim kan pesan.
Pukul 8 pagi Raina sudah rapih dengan setelan casual untuk berangkat ke kampus karena ada mata kuliah selama 2 jam.
Raina keluar dari kamar, matanya langsung menangkap ibu indah sedang merapihkan ruang tamu.
"pagi bu."sapa Raina.
"eh Ra, mau berangkat ngampus?"tanya bu indah.
"iya bu."jawab Raina.
"mata kamu merah, terus agak bengkak lagi, kamu habis nangis?"tanya bu indah yang melihat mata Raina.
"enggak kok bu, kalo kurang tidur, sama kecapean."jelas Raina.
"yaudah, mata nya di kompres sama es batu ya, biar gak bengkak."saran bu indah.
"siap bu, kalo gitu Ra berangkat ya, assalamualaikum."
"wa'alaikumsalam."
_RH_
"RAINAAAAA."teriak Rayya dengan suara cempreng nya.
"masih pagi, gak usah teriak-teriak ogeb!"ucap Raina sambil melirik beberapa kating yang melihat ke arah mereka.
"hehe sorry, abisnya gue seneng banget."ujar Rayya sambil jingkrak-jingkrak gak jelas.
"seneng apaa? Dapet discount scinkare?"tanya Raina.
"ishh bukan, ini lebih wow lah!"
"dapet duit 1 miliar?"
"bukan! Tapi amin eh."
"jadi apaan sih Ray?!"
"gue di tebengin sama ka rengga euy senang nyaaaaa."
"eleh! Gak mungkin ka rengga mau nebengin lo kalo lo gak maksa kan?!"tuding Raina.
"hehe kok lo nebak nya bener?"tanya Rayya sambil cengengesan.
"ya iyalah itu kan udah jadi kebiasaan lo suka maksa-maksa orang!"hardik Raina, sambil melangkahkan kaki nya menuju ruang kelas.
"tapi Ra, sumpah yah ka Rengga itu guantengnya sampe ngeleket ke sumsum-sumsum."kata Rayya dengan bahasa alay nya.
"alay najis!"
"lo mah gitu terus, mentang-mentang udah ada ka Danu."ucap Raya sengit.
"idih kok lo iri?!"
"gue juga kan pengen punya pacar Ra."ujar Rayya.
"Pacaran aja sama Dinno." celetuk raina
"iyuhh, ogah!"tolak Rayya dengan nada yang jijik yang hanya di balas kekehan oleh Raina, setelah itu dosen masuk untuk mengisi mata kuliah sekarang.
_
"eh ra, lo mau ikut kita ke kantin gak?"tanya Royyan. Yap mereka sedang berkumpul di depan kelas Raina dan Rayya. Dan mata kuliah sudah selesai 10 menit yang lalu.
"enggak deh, gue ada urusan."tolak Raina.
"sok sibuk banget sih Ra!"ejek Dea.
"ih sorry ya, gue emang sibuk! Gak kaya kalian."ejek Raina.
"yaudah terserah lo! Gue sama yang lain mau ke kantin."Ujar Dinno dan menarik Royyan ngacir ke Kantin.
Raina melangkahkan kaki nya menuju taman seperti apa yang ia ucapkan ke Halim.
Danu? Ada yang menanyakan nya? Entah, ia sudah tidak masuk sejak 2 hari ya lalu, ponsel nya pun tidak aktif. Pesan terakhir yang Danu kirimkan hanya bilang ia akan ada urusan keluarga entah dimana Danu tidak memberitahunya.
Raina bingung dengan hubungan yang menurut nya tak jelas, pacaran? Tapi Raina tidak merasakan menjadi pacar Danu. Lalu hubungan apa ini sebenarnya? Entah untuk siapa hati Raina ini, tapi Raina belum menempatkan kepada siapapun.
Raina duduk di bangku untuk Menunggu Halim sambil menikmati angin yang tidak terlalu kencang itu.
"udah lama?"tanya Halim dan duduk di sebelah Raina.
"enggak."jawab Raina dengan kaku.
"ada apa ngajak ketemu?"tanya Halim langsung ke inti.
"gue terima perjodohan kita."jawab Raina langsung kepada inti.
"kenapa?" tanya halim.
"ya gue berubah fikiran, kenapa gak coba terima aja." jawab raina.
"kamu gak lagi ngeprank saya kan?" tanya halim untuk menyakinkan.
"haha, ngapain gue ngeprank presma sedeng kaya lo!" jawab raina ketus.
"saya lagi serius? Bisa serius?!"
"ya intinya gue terima perjodohan ini, dan gue pengen pernikahan kita secepatnya nya."jawab Raina lalu meninggalkan Halim yang masih mencerna ucapan Raina.
'apa dengan cara ini, kamu bisa nginget aku? Kalau iya aku akan ngelakuin hal apapun, meski itu ngerugiin aku.'
***
Yey presma comeback!
Sorry dikit yaa, entah kenapa aku lebih suka nulis part yang gak terlalu panjang yang penting jelas dan nyambung.
Tunggu up date selanjutnya nya.
Vote&coment nya di tunggu.
Cirebon, sabtu 14 desember 2019.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRESMA
Novela JuvenilDi jodohin sama presma? Is impossible. -Raina. Perjodohan? whatever! -halim. hanya sebuah cerita pasaran tentang perjodohan, antara si gadis pejuang dan si tuan masa bodo. Note: semoga kalian suka cerita ini. PENASARAN? LANGSUNG BACAA YAHH DAN...
