Hampir seluruh penghuni asrama kini sudah menceburkan dirinya ke dalam kolam renang yang lumayan dingin. Hanya Jesslyn dan Mira saja yang masih berada di dalam ruang tamu. Jesslyn bukannya tak mau berenang, hanya saja kekasihnya masih terlihat nyenyak. Mira tidur dengan kepalanya yang berbantalkan paha Jesslyn, tentunya membuat Jesslyn enggan meninggalkannya.
"Dih ka Mira ngajak renang tapi sendirinya tidur," sindir Flora yang baru saja masuk ke dalam dengan balutan handuk dan rambut yang basah.
"Ssst... Biarin, kasian dari semalem dia ga tenang," ucap Jesslyn.
"Kenapa emangnya ci?"
"Mira takut acaranya flop, makanya kepikiran terus,"
Flora hanya ber-o ria saja, ia juga mengerti kenapa Mira terlihat begitu stress saat memasak tadi.
"Lo ngapain?" tanya Jesslyn balik.
"Mau ambil minum buat anak-anak," ucapnya lalu menuju dapur dan mulai mengisi beberapa botol yang tadi ia bawa dari luar.
Sementara suara riuh semenjak tadi memang sudah terdengar dari luar. Kemeriahan acara renang sore itu sangat menyenangkan. Sama sekali tak ada yang protes soal Mira yang tak kunjung muncul. Atau bisa dibilang tak ada yang sadar dengan hal itu.
Dari sekian banyak yang berenang, terlihat Jessi, Freya, dan Christy yang begitu bahagia bermain air. Sementara Muthe sendiri hanya duduk dipinggir kolam. Ia sangat ingin ikut bermain dengan yang lainnya, tapi ia sangat tidak menyukai dingin.
Ara, Fiony, dan Lulu juga terlihat senang. Ketiganya memilih untuk melakukan balapan. Meski lebih banyak bercandanya tapi tetap saja persaingan mereka cukup ketat. Dey juga dari tadi belum menyeburkan dirinya ke dalam air. Ia duduk di kursi jemur dengan ponsel yang terus menempel di telinganya. Bibirnya sedari tadi tak berhenti bergerak. Tampaknya ia sedang menelepon Gita. Bagaimana pun, meski ini bukan pertama kali ia berpacaran dengan Gita, namun Dey tetap mau membangun hubungan yang dulu ia kandaskan sendiri. Dey ingin menjadi pacar yang baik bagi Gita.
******
Malam kini telah tiba, banyak dari mereka yang memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya karena kelelahan, namun ada juga yang masih berkumpul di ruang tengah untuk bermain maupun bercanda.
Seperti halnya Christy, Muthe, Lulu, Jessi serta Freya, mereka memilih untuk berkumpul di ruang tengah dan saling melemparkan candaan.
Berbeda dengan Jesslyn dan Mira, keduanya terlihat santai di salah satu sofa, dengan posisi yang sama seperti tadi sore.
"Kamu gamau gabung mereka?" tanya Jesslyn.
Mira hanya menggeleng, ia kemudian menatap wajah Jesslyn dari bawah.
"Kamu cantik kalo diliat dari sini," ucap Mira.
"Cuma diliat dari bawah gitu? Kalo view lain aku jelek?"
Mira tertawa, kemudian menggenggam tangan Jesslyn yang berada di kepalanya.
"Kamu dari mana aja cantik kok, buktinya aku bisa sayang,"
Jesslyn sudah tak bisa menahan senyumnya, ia menutup wajahnya karena ia tahu wajahnya semerah apa sekarang.
"Gombal banget," ucap Jesslyn memukul pelan tangan Mira.
Keduanyapun tertawa menikmati malam yang semakin larut hingga mereka tersadar bahwa tersisa mereka berdua yang berada di dekat ruang tengah tersebut.
******
Pagi hari tiba, sesuai apa yang direncanakan sebelumnya. Kini mereka semua sudah berada di sebuah tempat makan untuk sarapan pagi. Mira, dan yang lain itu memutuskan sarapan di luar karena malas memasak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kehidupan Asrama Kiku 2
FanfictionSetelah melalui masalah yang cukup menguras emosi, keringat serta airmata. Kini para penghuni Kiku lagi lagi diberi sebuah masalah baru. Kira kira apakah mereka dapat melewatinya?
