6. Flo

1K 88 7
                                        

Jessi terlihat begitu kelelahan akibat latihan karate hari ini. Ia kini sedang duduk di pinggir lapangan memperhatikan teman temannya yang masih berlatih.

Azizi duduk di sebelahnya lalu meluruskan kakinya.

"Kenapa lo gamau ikut turnamen Zee?"

"Engga pengen aja,"

"Padahal tenaga sama teknik lo udah bagus banget buat basic lo ngembangin ke tingkat selanjutnya,"

Azizi tertawa kecil, "Makasih loh pujiannya. Cuma ya gw disini sekadar ngelampiasin hobi aja. Kalo kompetisi gw lebih milih akrobatik,"

"Tapi apa lo ga dimarahin beda banget gitu?"

"Gausah ditanya lagi. Makanya gw disini ya santai ga boleh muluk muluk, udah bilang juga kan?"

"Kalo gitu..."

"Kenapa?"

"Saingan terberat gw bakal dia dong," ujar Jessi sambil menunjuk seseorang yang baru saja selesai berlatih dan bersalaman dengan lawannya.

"Kalo diliat keadaan sekarang dia saingan lo sih,"

Jessi kembali menatap ke arah gadis yang kembali dihampiri oleh sahabatnya itu, "Flora..." gumamnya.

"Dah yuk ngumpul trus balik?" ajak Azizi pada Jessi.

Setelah berkumpul hingga membubarkan diri, Jessi dan Azizi kemudian segera menuju depan gerbang karena waktu sudah terlalu sore.

Keduanya berpisah ketika sudah sampai depan gerbang karena keduanya berjalan menuju arah yang berbeda.

Saat berpisah, Jessi melihat Flora yang sedang berjalan di depan Adel tersebut, terlihat Adel yang menggerutu kepada Flora, namun tak ada respon apapun dari Flora.

Jessi hanya mengangkat bahunya lalu melanjutkan perjalanannya untuk pulang menuju asrama, ia sedikit mempercepat langkahnya saat melihat nama Freya muncul di ponselnya yang berbunyi.

Jessi sedikit tertawa kala melihat nama Freya tersebut, belakangan ini Freya jadi sering menghubunginya jika dirinya tidak berada di asrama.

Namun Freya tetaplah Freya, dirinya sering bermanja jika keduanya berada di asrama, namun Freya menjadi orang yang pemalu jika keduanya sedang berada di sekolah.

Saat Jessi sampai, Freya sudah menunggunya di gazebo, terlihat kekasihnya tersebut sibuk dengan gawainya hingga tak menyadari kedatangan Jessi.

"Kok sendirian?" tanya Jessi yang langsung duduk di sebelah Freya.

"Eh, ngagetin aja, nungguin kamu kan," ucapnya.

"Lucu banget," puji Jessi sambil mencubit pipi Freya karena saking gemasnya.

"IIH SAKIT!" protes Freya sambil menepis tangan Jessi.

"Ke dalem yuk, aku mau mandi," ajak Jessi.

"Ayok," jawab Freya menyetujui.

Keduanya pun berjalan menuju ke dalam asrama.

"Kamu dah makan?" tanya Freya saat berada tepat di depan kamar Jessi.

"Belum,"

"Mau aku masakin?"

"Kan nanti ka Lulu masak,"

"I-iya juga sih,"

Terlihat wajah Freya yang sedikit murung. Nampaknya Freya memang berniat memanjakan Jessi, maka dari itu ia ingin membuatkan Jessi sesuatu. Sadar dengan perubahan sikap Freya itu, Jessi langsung memutar otaknya. Ia tak mau membuat kekasihnya terlihat murung.

Kehidupan Asrama Kiku 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang