16

49 14 0
                                        

.

.

Selamat Membaca.

.

.

Sepulangnya dari Rumah Aggata Rama kembali ke Rumahnya, ah lebih tepatnya Mansion. Ayah Rama adalah seorang Konglomerat dan Ibunya adalah seorang Ceo salah satu perusahaan milik sang kakek. Bisa dibilang ini adalah perjodohan antar keluarga konglomerat, jadi bisa dipastikan Rama adalah salah satu penerus Keluarga Konglomerat.

Namun karena kesibukan mereka Rama merasa sangat kesepian jika berada dirumah, untungnya ada sang Bibi si Asisten Rumah Tangga yang sudah bekerja selama 20 tahun dikeluarganya. Bagi Rama Bi Una adalah pengganti sosok Ibu dan Ayah yang ntahlah berangkat lebih cepat dari Matahari Terbit dan pulang tak tentu bisa Siang, sore, malam, tengah malam bahkan sering tak pulang. Meski begitu Rama mengerti kesibukan Orang tuanya hanya saja Sepi tak dapat dihindari.

.

.

Rama Memarkirkan Motornya di Garasi dan membuka helmnya dengan sedikit bersenandung serta sedikit menari yang entah apa intinya saat ini Ia sedang meluapkan rasa bahagianya atas apa yang terjadi hari ini.

Memasuki ruang tengah dengan tarian konyolnya menaiki satu per satu anak tangga menuju ke arah kamar 2 Pintu dengan ukuran lumayan besar tersebut.

"Naa naa naaa enn..,," Senandung Rama terhenti dan sedikit tersentak kaget saat ia mengetahui ada seorang wanita yang berada disofa di dalam kamarnya tersebut.

"Are you okay Ram? " Tanya wanita tersebut dengan sedikit mengangkat sebelah alisnya.

"Eemmm yaa,,, emm kakak dari tadi disini atau gimana? " Tanya Rama pada Wanita tersebut yang tak lain adalah Jessica.

"Gak papa, biasanya juga kan sering kesini kok kaget sih? " Selidik Jessica, karena memang ia sering masuk kedalam kamar Rama bahkan ketika Rama sedang pulas tertidur sekalipun.

"Emm enggak" Sahut Rama yang merebahkan Badannya di atas kasur yang berukurang king Size yang berada dikamarnya.

"Nanti malam ke Restoran temenin aku makan ya" Ucap Jessica.

"Nanti malem Aku ada janji kak sama Damar dkk, kakak ikut aja ya gimana? Ada Damar kok"

Jessica menyandarkan punggungnya pada sofa yang Ia duduki saat ini.

"Rama, we need to talk"

"Kamu tau perasaan aku bukan?" Tanya Jessica dengan sedikit penekanan disetiap katanya.

Rama bangkit dari Kasur dan memposisikan dirinya duduk berhadapan dengan Jessica untuk menghormatinya agar tidak tersinggung.

Kau tau, dicintai oleh seseorang yang tak kita inginkan adalah sebuah beban? Apalagi orang tersebut adalah orang yang juga memiliki tempat tersendiri di hidupmu, bukan untuk menjadi kekasih tentunya dan kita harus menjaga perasaanya agar tidak lebih terluka dari saat ini. Itu pikir Rama.

Jessica bangkit dari Sofa dan melangkah mendekat kearah Rama yang saat ini sedang memberikan tatapan yang menurut Jessica adalah tatap lembut penuh kasih sayang yang ia rasakan, ini lah yang membuatnya jatuh lebih dalam kearah lelaki ini pikir Jessica.

"Why didn't you answer my questions? " Tanya Jessica kembali tepat dihadapan Rama.

Rama menengadah kearah Jessica mensejajarkan matanya dan masih dengan tatapan yang sama.

"Kak, kakak lebih special dari itu bagi aku kak" Jawab Rama lembut tetap menatap manik mata milik Jessica.

"Tapi aku ingin milikin kamu seutuhnya" Dengan suara yang sedikit bergetar dengan mata yang mulai berkaca kaca Jessica berusaha tetap tak memalingkan tatapannya dari manik mata milik Rama.

"Ya kak,, Aku milik kamu. Tapi dalam artian sebagai adik, aku sayang kak jess. Kak jess itu udah seperti kakak aku sendiri. " Ucap Rama lembut berhati-hati agar tak lebih dalam melukai gadis yang amat berarti pula bagi Rama. Karena hubungan mereka itu lebih dalam lagi dari yang kita ketahui.

"Tapi Ram... " Jessica mulai menjatuhkan cairan bening dari pelupuk matanya dengan suara yang masih bergetar.

Rama kemudian menarik lengan jessica kemudian memeluknya dan Jessica pun ambruk dengan isakan dan air mata yang mengalir deras dan dengan posisi sedikit memangku Jessica karena Rama yang masih duduk di pinggiran kasurnya.

.

"Kamu lagi suka sama orang ya? " Ucap Jessica tiba-tiba masih dengan isakan kecilnya dan kepala yang masih berada di dekapan Rama berada di Antara leher Rama.

.

1 detik

.

2 detik

.
3 detik

.

Rama mengangguk menjawab pertanyaan tersebut dan Jessica sedikit meringis, hatinya sedikit hancur dengan jawaban Rama. ah tidak sedikit tapi sangat hancur.

Karena selama ini Ia benar-benar sangat mencintai Rama, berbagai cara sudah ia lakukan tapi nyatanya tak ada yang berhasil menarik perhatian pandangan Rama untuk melirik dirinya pikir Jessica.

"Padahal Aku cantik,parasku rupawan, Aku famous, bodyku tak kalah dengan para member Idol Girl Grup korea manapun, tapi kenapa Rama hanya bisa melihat Ku sebatas Kakaknya?" pikir Jessica.

Begitu Jessica mulai tenang, Rama perlahan mengendurkan pelukannya berniat melepaskan pelukannya.

"Just 5 minute, please" Pinta Jessica.

Rama pun membuang nafas pelan, karena Pahanya saat ini terasa sakit terlalu lama memangku Jessica pikir Rama.

"1 minute? " Tawar Rama.

"Kenapa sih? Aku bau? " Tanya Jessica kesal.

"Engga kak, kaki aku kesemutan" Ucap Rama sedikit menahan nafas merasakan bagian kakinya mulai kesemutan saat Jessica bergerak sedikit.

"Ah maaf" Jessica langsung berdiri ketika melihat wajah Rama yang menahan kesemutan di sekujur kakinya.

.

.

Setelah dirasa kakinya sudah kembali normal Rama bangkit dari kasur dan kini wajah Rama sedikit merunduk untuk menatap mata Jessica.

"Maaf ya kak" Sambil mengusap air mata yang berada dikedua pipi Jessica.

Jessica sedikit tersentak atas perlakuan Rama, Ia hanya bisa menahan nafas ketika jari jemari Rama mengusap kedua pipinya yang basah oleh air matanya.

"Kamu malah bikin aku makin baper sama sikap lembut kamu kayak gini!" batin Jessica.

"Aku gak akan nyerah buat dapetin kamu" Jessica membulatkan tekadnya.

.

.

Vote&Comment.

At The Right Time (Dahmin) ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang