28

33 9 0
                                        

.

.

Selamat Membaca.

.

.

"Thank's, mau mampir dulu? " Ucap Aggata pada Rama sesampainya di halaman Rumahnya.

"Oke! " Ucap Rama.

"Eh? " Aggata terkejut, sebenarnya ia hanya basa-basi saja tak disangka ternyata dia menyetujuinya.

"Kenapa? Lo kan tadi ngajakin mampir dulu" Jawab Rama santai sambil membuka Helm yang Ia pakai.

"Eh iii,, iya yaudah ayo" Ucap Aggata mulai memasuki Rumahnya.

.

"Aku pulang, ma udah dirumah? " Teriak Aggata.

Sebenarnya Aggata sedikit panik karena takut kalau dirumah tidak ada siapapun itu berarti dia akan hanya berdua dirumah yang luas ini bersama Rama.

"Ehh,, Rama... Apa kabar kamu? " Ucap Taeyon yang muncul di balik Tembok sekat Dapur .

"Baik Tante, tante gimana kabarnya? " Ucap Rama Ramah.

"Seperti yang kamu liat, cantik seperti biasa" Ucap Taeyon memutarkan badannya.

"Idih apa sih emak-emak ganjen banget, bilangin lakinya nanti! " Ucap Aggata duduk di sofa Ruang Tamu.

"Eeehh,, kamu ngaapain duduk? Buatin minum tamunya sana! " Tegur Taeyon.

"Oh iya" Aggata bangun dari duduknya.

"Gak usah Tante, aku cuma sebentar aja kok mau ketemu Tante aja udah lama gak ketemu" Ucap Rama.

"Eh kok buru buru banget sih, kan udah lama gak kesini, ngobrol dulu"

Tak enak menolak keramahan dari sang pemilik Rumah akhirnya Rama memilih untuk duduk dan mengobrol dengan Mama Aggata sementara Aggata membuatkan minuman di dapur.

.

.

"Oh jadi gitu,,, yaampun yang sabar ya nak,,, semoga papanya cepet sembuh " Ucap Taeyon yang mendengar kisah Rama selama beberapa bulan terakhir ini.

"Iya tante makasih, do'ain aja biar Papa bisa cepet sadar yah pokoknya yang terbaik aja buat papa. " Ucap Rama dengan senyum yang tulus.

.

*

.

Dihalaman belakang Rumah Aggata keheningan terjadi diantara Aggata dan Rama setelah mamanya pamit untuk kembali ke Kamarnya .

Rama dengan tenangnya ia hanya memandang layar handphone nya entah apa yang ia liat. Berbeda dengan Aggata, Ada rasa gugup yang dirasakan Aggata sekarang berada di sekitar Rama. Entah apa sepertinya dulu tak seperti ini.
Atau mungkin kecanggungan ini terjadi akibat problem yang terjadi di antara mereka berdua beberapa bulan lalu, Pikir Aggata.

.

"Jadi apa kabar? " Rama memecah keheningan di tengah mereka.

"Gue baik, lo gimana? "

"Emmm,,, I'm fine" Jawab Rama dengan tatapan yang lurus ke depan arah kolam renang yang berada dihalaman belakang.

"Syukur lah, gue seneng dengernya" Ucap Aggata tulus.

"Pfttt"

"Kenapa? " Tanya Aggata heran karena Rama terlihat tertawa.

"Ahh sori sori,, enggak, gimana gitu gue dengernya lo ngomong manis gitu ke gue" Canda Rama memecah kecanggungan yang sempat terjadi tadi.

"Ish gue serius Rama! " Aggata kesal.

"Jangan serius serius ah ntar gue baper lagi"

"Hah? " Kata-kata Rama barusan sulit dicerna Aggata saat ini.

"Enggak" Ucap Rama masih dengaan kekehan yang tak henti sejak tadi.

Sebenarnya Aggata tau arah pembicaraan Rama barusan, hanya saja dia sedikit gugup saat ini jadi tak disangka hanya keluar kata hah? Begitu saja.

.

.

"Masih sama Damar? " Ucap Rama tiba-tiba.

"Enggak"

"Heh? Kenapa? " Tanya Rama penasaran dengan memberi atensi penuh pada Aggata saat ini.

"Emm... Yaa gitu deh"

"Cih gitu deh ya mana ngerti gue" Ucap Rama kembali pada posisi awal menghadap Kolam.

.

.

+628******(1)

Rama

Eoh,,, udah sampe rumah.

Iya, barusan sampe save nomer gue pake nama Rama Ganteng.

"Apa banget sih ini anak pedenya" Batin Aggata membaca pesan dari Rama.

Cih,,, pede gila.

Gak pake emot monyet juga kalii!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gak pake emot monyet juga kalii!!!

Biarin!!!

.

*

.

Aggata menutup aplikasi Chatnya dan mulai merebahkan dirinya di Kasurnya.
Pikirannya melayang entah kemana, satu orang yang dipikirannya saat ini. Orang itu. Membawa kembali senyum yang tadinya perlahan mulai memudar.

.

"Semoga akan seperti ini terus" Batin Aggata.

.

.

Vote&Comment.

At The Right Time (Dahmin) ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang