24

38 12 0
                                        

.

.

Selamat membaca.

.

.

"Bagaimana keadaan Suami saya Dok? " Ucap wanita disamping Rama.

"Sudah dua bulan dia berada disini, dan belum ada tanda-tanda suami ibu akan segera siuman" Ucap Dokter tersebut dengan raut wajah yang sangat menyesal.

"Apa kata dokter Ma? " Ucap Rama ketika keduanya keluar dari ruangan Dokter.

"Makanya belajar bahasa Inggris yang bener" Ucap Tiffany ibu dari Rama.

"Yaelah, orang nanya juga"

"Hmmm... Yaa gitu deh... Papah kayanya belum bisa cepet sadar" Ucap Tiffany mendudukan bangku di koridor Rumah Sakit.

"Jadi gimana nanti sekolah Rama? "

"Mama masih bingung, gimana menurut kamu? "

"Hmmmm" Rama bersender pada dinding rumah sakit dan mengadahkan pandangannya ke langit-langit koridor rumah sakit tersebut.

.

.

"Ta,,, kantin ayo" Ucap Indah begitu jam pelajaran berakhir.

"Yukk" Sahut Aggata.

Suasana koridor seperti biasa penuh dengan riuh hiruk pikuk para siswa/i .

Ditengah ramainya para siswa/i di koridor satu tepukan di bahu kanan Aggata menginterupsi si pemilik bahu.

Begitu Aggata menoleh ke belakang.

*tukk*

Tangan yang berada di bahu Aggata tengah siap menonjolkan jari telunjuknya dan berhasil mengenai pipi Aggata.

"Hai" Senyum manis yang diterima oleh Aggata dari orang tersebut.

"Hai" Jawab Aggata dengan senyum yang tak kalah manisnya.

"Ehem, gue masih disini kali" Ucap Indah sambil bersedekap dada melihat sepasang kekasih didepannya.

"Alah lo kalo ketemu Daffa aja serasa dunia milik berdua" Ucap Revan disamping Damar.

"Diem lo kambing" Ucap Indah dan meninggalkan mereka.

"Yah mampus! Diroasting haha" Ledek Aldo.

"Lo nih gara-gara nya sering manggil gue kambing! Dasar kutil anoa! " Kesal Revan.

"Udah berisik lo pada cabut gih sana duluan" Usir Damar.

"Yaelah si bapak, iya iya cabut nih ayo biarin si pasangan ini berkembang biak" Ucap Revan menarik Aldo kearah kantin.

"Heh kambing! Filter kalo ngomong! " Teriak Damar.

Aggata hanya tertawa melihat tingkah mereka.

Mereka semua memang sudah mengetahui tentang hubungan keduanya.
Dan tidak ada komentar tentang itu. Atau lebih tepatnya tidak ingin membahasnya.

"Yuk ke kantin juga" Ajak Aggata.

"Emm,, aku gak bisa ke kantin ada persiapan Festival di osis tadi kak Jessica chat aku" Ucap Damar menyesal.

Lagi lagi Jessica. Pikir Aggata.

Memang selama mereka menjalin hubungan Damar seperti menaruh perhatian lebih pada jessica, Menurut Aggata.

Bagaimana tidak. Suatu waktu Dia lebih memilih mengantar jessica pulang daripada mengantarnya. Dengan alasan Jessica sedang tidak enak badan.

Dan pernah ketika janji untuk menonton di bioskop malah batal dengan alasan tidak jelas, dan malah tersebar foto di grup lambe taro bahwa Damar bersama Jessica di toko buku.

At The Right Time (Dahmin) ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang