13

40 14 0
                                        

.

.

Selamat Membaca.

.

.

Malam minggu, disaat orang lain diluaran sana hang out dengan para pasangannya, Aggata memilih untuk tetap berada di kamarnya, ah tidak memilih tapi karna tidak ada pilihan.

"Aaahhh, bete banget dah!!! " Kesal Aggata.

"Serial drama udah ditonton semua, Indah gak kesini pasti lagi pacaran, Vanya? Ah diamah pasti asik sama Lego dirumahnya, Alleta? Pasti dia main Ps sama tongkrongannya, nasib jomblo!!!! " Eluh Aggata entah pada siapa.

Keadaan rumah saat ini sedang kosong karena Ayahnya saat ini masih bekerja, Mamanya sedang sibuk di Toko nya.

.

*Ting tong.

.

Suara bel dirumah Aggata berbunyi menandakan ada Seseorang yang datang berkunjung dan telah terverifikasi oleh Satpam didepan gerbang rumahnya.

"Iya sabar" Sahut Aggata dari lantai 2,karena dirumahnya benar-benar kosong, bahkan asisten rumah tangganya pun saat ini meminta pulang lebih awal.

"Siapa sih? Indah? Berantem lagi jangan-jangan sama Daffa" Pikir Aggata.

*ceklek

"Lo!? " Aggata memicingkan matanya pada orang di balik pintu.

"Ngapain lo kesini? " Tanya Aggata menyembulkan kepalanya tanpa berniat membuka penuh pintunya.

"Yaelah, buka dulu kek kaya orang mau minta sumbangan gue jatohnya"

"Ya iya ngapain tumben kesini" Tanya Aggata kembali sambil membuka pintunya menunjukan sopan santun pada tamu.

"Sibuk?, enggak kan. Jalan ayo bete dirumah terus. " Ajak orang tersebut yang tak lain adalah Rama.

.

.

Saat ini mereka sedang berada ditaman dekat rumah Aggata karena Aggata tidak mau pergi jauh dengan alasan malas(nonsense bukan?), duduk dibangku taman yang menghadap ke spot tempat sebuah kolam buatan yang terdapat air mancur ditengahnya dengan semburan yang tertata membentuk sebuah gerakan seperti koreografi tari, dengan lampu sorot yang membuat kesan aesthetic.

Taman saat ini sedang ramai dengan pengunjung, ada para pedagang kaki lima dan juga ada para pemain musik yang sedang tampil dengan konsep ngamen bermodal, tempat disini memang terkenal dikalangan para remaja yang hendak nongkrong atau hanya berjalan-jalan.

"Gue baru tau ada tempat bagus disini" Ucap Rama menjatuhkan bokongnya di kursi taman sebelah Aggata dan menyerahkan minuman yang ia beli tadi.

"Gak perlu jauh-jauh kan?" Tanya Aggata memandang air mancur yang berada didepannya.

Rama mengangguk meng-iyakan pernyataan Aggata barusan.

"Thank's udah mau gue ajak keluar" Ucap Rama.

Aggata menoleh ke arah Rama dengan tatapan bingung dengan alis terangkat sebelah "lo akhir-akhir ini kenapa sih?" Tanya Aggata.

"Enggak kenapa-kenapa, emang gue kenapa? " Tanya Rama kembali sambil menatap Aggata balik.

"Yaa, enggak aneh aja, biasanya kalo ketemu gue lo cuma bisa ngajak berantem doang" Jawab Aggata memalingkan wajahnya kembali ke arah Air mancur.

"Kenapa lo udah baper sama gue? " Pede Rama sembari menyandarkan punggungnya pada bangku taman lalu memandang kearah Air mancur lagi.

"Pede gila lo" Sahut Aggata dengan jengkel.

Dan hanya dibalas kekehan oleh Rama.

.

.

***

"Makasih" Ucap Aggata sembari menyerahkan helm yang ia pakai tadi.

Saat ini mereka berada didepan rumah Aggata setelah kembali dari taman.

"Ta, besok ada acara? " Tanya Rama sambil meraih Helm yang diserahkan Aggata.

"Emm, enggak sih" Jawab Aggata berpikir sejenak.

"Besok gue jemput jam 10 Oke,Bye. " Pamit Rama tanpa mendengar jawaban Aggata terlebih dahulu.

"Eh eh mau kemana? Yyaaakkk!!! Rama!!! " Teriak Aggata yang meilhat Rama kabur setelah pemberitahuan tiba-tiba.

"Ni anak emang nyebelin ih! " Kesal Aggata.

.

.

*

Sepulangnya dari rumah Aggata, Rama langsung meluncur ke arah rumah Daffa,
Disana sudah berkumpul Damar dkk. sedari tadi untuk sekedar menghabiskan malam minggu dan ada juga Indah yang malam ini pergi ke rumah Daffa, niatnya mau Berduaan malah disambut dengan 3 Jomblo yang sedang bermain PlayStation dirumah Pacarnya.

"Astaga nambah lagi satu jomblo dateng kerumah pacar gue" Sahut Indah yang duduk di Sofa ruang tamu saat melihat Daffa membawa masuk Rama kedalam Rumahnya setelah terdengar bel rumah tadi.

"Berisik lu nenek! " Sahut Rama menanggapi sindiran Indah.

Daffa yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis kearah Indah dan duduk disampingnya seraya mengelus puncak kepala Indah lembut.

"Pacar, ko mereka gak pulang-pulang sih? " Rengek Indah manja.

"Yailah lu ada juga yang pulang, udah malem nih anak gadis gaboleh main malem-malem dirumah Cowok" Sahut Revan yang masih berfokus pada Layar dan sibuk dengan Stik Ps yang di pegangnya.

"Iya bener kata Revan, pulang aku anter yuk udah malem ini" Sambung Daffa lembut kepada Indah.

"Aaah, beyy nanti aja aku masih kangen" Ucap Indah dengan Manja.

"Huuueekk, hadeeh enek gue dengernya" Ledek Aldo yang juga masih berfokus pada Layar yang sedang melawan Revan dalam permainan Bola.

"Diem lu Jomblo! Ah tau gitu tadi aku kerumah Aggata aja"

"Gak bisa, bagus lo disini dari tadi" Siapa lagi kalau bukan Rama.

"Loh emang kenapa? " Tanya Indah yang tak paham.

"Wah abis ngapel lo tadi ya? " Selidik Revan.

Tak ada jawaban dari Rama yang masih berfokus pada Handphonenya yang sedang mabar dengan Damar.

"Woi jawab Kambing" Sahut Aldo yang juga penasaran dengan jawaban Rama.

"Wah gak jawab mah berarti bener ini" Daffa menyimpulkan.

"Yang bener lo abis dari rumah Aggata? " Tanya Indah kaget.

"Aduh berisik banget nanti aja sih kalo mau wawancara lagi fokus nih gue sama Rama" Omel Damar yang terganggu karena dirinya jadi tak fokus pada Game yang ia mainkan.

"Yailah ampun gue mah" Sahut Revan.

.

.

***

Vote&Comment.

At The Right Time (Dahmin) ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang