Extra Part Lando & Agnes

1.2K 63 4
                                        

"Lagi menggalau yah?"

Agnes menoleh dari kursi belajarnya menemukan mamanya yang baru saja datang membawa makanan ringan dan susu.

"Mi! Mi! Aku mau tanya boleh?" Tanya Agnes membalik kursi belajarnya.

"Tanya apa sayang?" Tanya Rebeca duduk ditepi ranjang Agnes.

Memang, kecantikan Agnes adalah sebuah anugrah yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Selain itu juga, sifatnya juga sama.

"Mami dulukan katanya ngejar papi soalnya papi dingin banget waktu dulu," kata Agnes mulai bercerita.

"Iya?" Balas Rebeca penasaran.

"Terus apa yang buat mami bisa dekat dengan papi?" Tanya Agnes lagi.

"Em... sebenarnya itu berkat bantuan aunty Hera. Mamikan sudah pernah cerita," kata Rebeca menaruh dagunya ditangan kanan yang ia tumpukan pada pahanya.

"Iya sih..." Agnes masih nampak berfikif.

"Memangnya ada apa? Apa yang buat anak kecil mami tanya hal seperti ini?" Tanya Rebeca penasaran.

"Sebenarnya, hehehe... kayaknya aku jatuh cinta Mi," kata Agnes membuat Rebeca terkejut hingga mengangkat kepalanya.

"Jatuh cinta? Wah anak mami dah gede. Sama siapa? Teman sekampus Agnes?" Tanya Rebeca penasaran namun Agnes malah mengagguk.

"Sama dokter yang jalan cuma pakai mata," balas Agnes membuat Rebeca terkejut. Namun sedetik kemudian ia tertawa.

"Kok malah tertawa sih Mi!" Kesal Agnes melihat ibunya tertawa.

"Iya habisnya haduh namanya. Siapa dokter yang bisa bikin kamu jatuh cinta?" Tanya Rebeca berusaha untuk menahan tawanya.

"Yah, dia itu dokter di Abdi Nugroho. Aku ketemu dia waktu ingin makan siang bersama aunty sekitar seminggu yang lalu. Terus si dokter yang jalannya cuma pakai mata itu nabrak aku sampai marahin aku!"

Rebeca yang awalnya keheranan kini tau situasi saat putrinya menceritakan segalanya.

"Hem, sepertinya dokter itu benar. Pasti kamu yang salah," kata Rebeca membuat Agnes cemberut.

"Yah aku salah sih. Tapi waktu jatuh tolongin kek, atau gimana kek. Malah diem saja terus marahin aku. Tapi rasain waktu Aunty datang dia kayaknya kaget banget hahaha," tawa Agnes menggelegar.

Ia menceritakan segalanya bersama Lando kepada maminya. Rebeca hanya mendengarkan kadang tertawa.

"Jadi, kemarin dokter itu mengajakmu ke KUA?" Tanya Rebeca sambil tertawa.

"Iya Mi! Kesel banget aku, candaannya gak main-main."

"Mangkanya, orang seperti itu tidak dapat diajak bercanda Sayang. Jadi, siapa namanya?" Tanya Rebeca kwmbali.

"Dokter... siapa sih... Ethan Orlando W! Yah aku ingat namanya didepan ruangannya. Tau gak mi, ruangannya itu sepi banget. Pol, aku pernah diajak kesana yang aku ceritain tadi. Kalau gak salah ruangannya juga deketan kok sama tempatnya Uncle Rian," cerita Agnes menggebu.

"Jadi, Agnes suka sama dokter siapa tadi?" Tanya Rebeca lagi.

"Yah, dia ganteng Mi. Namanya dokter Lando kalau tidak salah."

"Hah... ya terus dia akan melamarmu. Kamu nantikan saja. Sudah urus tugas kuliahnya dulu," kata Rebeca kemudian keluar dari kamar Agnes.

Rebeca keluar dari kamar Agnes atau yang dulu disebut kamar Hera. Gadis itu bersikeras untuk tidur dikamar Auntynya. Padahal Rafael sudah melarangnya, namun keras kepala Agnes itu diturunkan darinya juga.

Love DoctorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang