Extra Part Marsha & Ilham

1.7K 86 6
                                        

Acara pernikahan sudah siap hampir 95% dan kini mereka hanya tinggal menyebar undangan. Tidak terasa, karena semuanya diatur oleh kedua orang tua masing-masing membuat mereka sedikit lebih santai.

"Bawa apa itu bro?" Tanya Ivan penasaran.

"Datang ya," kata Ilham menyerahkan sebuah amplop mewah.

Ivan segera membukanya dengan tak sabaran. Bahkan ia membuka segel lilin yang bertuliskan MI itu tanpa perasaan.

Ivan mengeluarkan kertas lain di dalamnya dan saat membaca ia sangat terkejut.

"Bro! Lu nikah? Lu nikah juga akhirnya bro! Selamat!" Kata Ivan langsung memeluk Ilham karena ikut bahagia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bro! Lu nikah? Lu nikah juga akhirnya bro! Selamat!" Kata Ivan langsung memeluk Ilham karena ikut bahagia.

"Iya, thanks Van. Gue gak bakal sejauh ini kalau bukan karena lo," kata Ilham menepuk bahu Ivan.

"Gue juga seneng bro, jadi gimana? Lo kok gak kabar-kabar acaranya gimana? Tau-tau sudah ada undangan?" Tanya Ivan penasaran.

"Bokap gue dan dokter Adi yang nyepetin acara. Gue sama Shasha saja tidak dikasih tau susunannya bagaimana nanti."

"Bokap lo? Eh, ya gue baru nyadar yah bokap lo maksud gue dokter Dylan sama dokter Adi kan bestie. Pantesan aja," kata Ivan seperti biasa keras dan mengundang telinga siapapun yang berada di sekitar sana.

"Yah... gue pergi dulu!" Kata Ilham pergi dari sana.

Karena hal itu, berita jika Ilham putra dari dokter Dylan pun tersebar. Mereka semua terkejut ternyata sosok Ilham adalah putra dari dokter Dylan. Padahal, di rumah sakit mereka sama sekali tak ada interaksi.

****

"Datang ya," kata Marsha memberi undangan kepada Tasya.

"Pasti dong! Btw Sha, besok hari koas terakhir aku. Kita habisin waktu berdua gimana? Lagi pula kan pingitan. Ya?" Tanya Tasya dan Marsha mengangguk.

"Oke, makasih sepupu tercintah!" Kata Tasya memeluk Marsha sebelum gadis itu keluar dari salah satu lorong rumah sakit dan menuju seorang pria. Tasya terlihat sangat gembira memamerkan undangannya kepada tunangannya.

Marsha melihat itu hanya tersenyum, tak terasa semuanya akan berakhir sampai di sini. Semua persaingan ini, namun tentu saja masih banyak yang menanti untuk kedepannya. Hidup tidak ada yang tahu bagaimana kedepannya.

Ataukah cerita ini akan seperti kisah mommy dan daddynya kisah cinta masa lalu datang kembali? Seperti kisah bang CelCelnya? Tapi Marsha mengira itu tidak akan terjadi. Jika ada orang dari masa lalu. Yah... masa lalu Marsha itu Ilham dan masa lalu Ilham sendiri adalah Marsha. Takdir mempertemukan mereka 26 tahun lalu dan kini mereka akan bersama.

Ponsel Marsha berdering dan ia mengambilnya dari saku. Ia melihat satu nama di sana, segera Marsha mengangkatnya.

"Apa sih kak! Aku mau pulang, bang Arcel sudah jemput. Kalau ketahuan, habis nanti kamu," kata Marsha menyenderkan tubuhnya ke dinding lorong yang sepi ini.

Love DoctorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang