:: Is He a Killer? ::
::
::
::
KARENA Anka, Luna harus diam di pinggir lapangan menyaksikan teman-temannya bermain futsal tanpa dirinya. Karena Anka, Luna bersama Vania dan Anya harus dihukum membersihkan taman di WUP selama seminggu, ini hukuman telah melanggar batas Akang anyway.
Sekarang, usai menyelesaikan kegiatan bersih-bersih, Luna memilih duduk di salah satu bangku taman WUP yang berada di bawah pohon jambu air, menghadap ke barat.
Luna sendirian, menikmati langit bersemu merah nun jauh di sana. Dia asik menggoyang-goyangkan kakinya, yang hanya menggunakan sebelas sepatu kets.
"Dia ke mana ya? Udah lewat tiga hari dan belum muncul juga. Hah!" desah Luna, lalu menyandarkan punggung pada sandaran bangku taman.
Iya, Anka menghilang bagai ditelan bumi selama tiga hari ini. Tak ada yang tahu ke mana anak itu pergi, bahkan ketika Luna bertanya ke bagian keamanan, mereka juga tidak tahu.
"Sebenarnya, dia siapa sih?" gumam Luna. Dia mendongak 90 derajat menatap awan putih kemerahan yang bergerak ditiup angin.
"Hai, Nona Dora!"
Mata Luna membeliak, melihat sepasang mata lebar yang hampir tertutupi rambut. Ada masker hitam yang menutupi hidung dan mulut orang itu. Dari suara dan panggilannya, Luna tahu siapa dia.
"Anka!" Luna terperanjat, menegakkan punggung dan berbalik melihat pemuda itu.
"Cie, kangen ya?" celetuk Anka, lalu berjalan memutar untuk duduk di sebelah Luna.
Luna mendengkus. Ia memperhatikan Anka. Pemuda itu mengenakan sepatu, celana bahan berwarna cream, dan kemeja putih berdasi merah gelap yang dibalut jas hitam, sama dengan Luna. Ada logo sepasang kuda meringkik di dada kirinya, itu logo Skydream.
"Pembohong!" ujar Luna lalu bersidekap dada, memasang tampang kesal tiada tara.
Anka mengernyit, dan baru sadar setelah beberapa detik. "Hehe, maaf ya. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk," jelas Anka, suaranya teredam oleh masker hitam.
"Gara-gara kamu, aku dan teman-temanku jadi dihukum bersihin taman seluas ini selama seminggu dan gara-gara kamu juga, aku nggak dapat nilai permainan futsal dalam pelajaran olahraga. Selama tiga hari ini kamu ngilang ke mana sih?!" sembur Luna dengan wajah ditekuk kesal.
Anka hanya bisa nyengir sambil menggaruk rambut belakangnya. Dia juga merasa bersalah sebenarnya.
"Ini!"
Bukannya menjawab pertanyaan Luna, Anka menyodorkan sepatu kets putih milik Luna, yang sedari tadi ia genggam.
"Aku pasangkan ya?"
Anka cepat-cepat berjongkok dan meraih sebelah kaki Luna.
Kemarahan Luna yang belum usai terlampiaskan, terpaksa harus disudahi karena perbuatan Anka ini. "Ih, nggak usah! Biar aku pasang sendiri Anka! Malu dilihat orang!"
"Udah!" Sebelah sepatu itu telah terpasang di kaki Luna. "Sekarang Nona Cinderalla telah mendapatkan sepatu dan pangerannya kembali."
"Apaan sih?! Geje!"
Mata Anka menyipit dengan kerutan di sekitar sudut matanya, pipinya naik ke atas, pemuda itu pasti sedang memasang senyum pepsodent di balik maskernya.
Ada satu hal yang menarik perhatian Luna. Sudut mata kiri Anka terlihat bengkak dan bersemu biru, dan lebam itu terlihat semakin jelas saat pemuda itu mengayunkan poni rambutnya.
Spontan, tangan Luna terulur hendak menyingkap rambut yang menutupi lebam di sudut mata Anka. Namun, pemuda itu cepat-cepat mundur berakhir terduduk di rerumputan hanya karena menghindari sentuhan Luna.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKYDREAM 2012 [✔]
Dla nastolatków"Hai Nona Dora!!" sapanya. *** Tentang Anka yang berjuang mewujudkan mimpi demi menyembuhkan adik tersayangnya, Apin. Tentang Luna yang ingin menemani langkah Anka bersama teman-temannya. Tentang Gio, Anya, Vania dan mereka penghuni Skydream. Semua...
![SKYDREAM 2012 [✔]](https://img.wattpad.com/cover/299575528-64-k660438.jpg)