sebelas

4.4K 272 4
                                        

"Ega, Tunggu sebentar" Yang dipanggil berhenti dan menoleh ke belakang.

"Apa?"

"Hehe, aku minta tol-"

"Tidak, aku tidak berniat membantumu" potong Ega.

"Hei, aku bahkan belum selesai berbicara. Ck, dasar lampu taman" ya, Ega meninggalkan Vali sebelum dirinya selesai berbicara.

Ega duduk dikursi kemudia dia mengeluarkan ponselnya dan bermain game, mungkin. Vali belum menyerah untuk meminta bantuan Ega. Pasalnya dia disuruh bibinya untuk membawakan seseorang yang pandai untuk bisa membantu anaknya dalam pelajaran bahasa Inggris. Iya, Askal. Askal sebenarnya pintar hanya saja dalam satu pelajaran ini nilai dia sangat buruk. Entahlah padahal ayah dan ibunya sangat mahir berbahasa Inggris tapi mengapa anaknya malah zonk .

"Ega, ayolah kumohon. Sekali ini saja" 

"Jika kau membantuku aku akan memberikan mobil untukmu"

"Apapun merk-nya?"

"Yayaya terserah"

"Baiklah aku ingin mobil keluaran terbaru saat ini"

"Hah? Kau ingin memerasku?" Ega hanya mengendikan bahu.

Vali kini merasa menyesal mengapa dirinya harus menerima permintaan temannya itu. Dan disinilah dia berada. Diruang keluarga milik Samantha. Terdapat ayah, ibu dan kakak laki-lakinya. Vali sebenarnya anak tunggal namun sebelum Vali lahir kedua orangtuanya mengadopsi anak. Tapi jika orang yang tidak tau mereka berdua pasti dikira kakak adik kandung karena wajah mereka hampir mirip. Ya mungkin takdir sih ya. Vali jika sudah berhadapan dengan kakaknya nyalinya sudah menciut.

"Jelaskan padaku mengapa kamu bisa meminta 10 milyar pada ayah?"

"A-a etto ak-"

"Bukankah uang jajanmu masih banyak? Bahkan kemarin aku baru saja mengirimkan padamu"

"I-itu kakak a-aku"

"Jawab Vali"

"Tenanglah sebentar Zeroun, biarkan adikmu bicara dulu"

"Benar kata ibu, kakak. Biarkan aku berbicara dulu" Vali mempoutkan bibirnya. Serius, Vali diluar dan Vali ketika dirumah seperti dua orang yang berbeda.

"Salahkan saja ponakan ayah dan adikmu itu" ketiga orang disana mengerutkan dahinya.

"Askal?" Ucap ketiga orang disana

"Ada apa dengan anak itu" tanya ayahnya

"Ayah tau, aku disuruh paman untuk mencarikan pembimbing untuk Askal karena bahasa Inggris dia masih minim. Terus karena aku tau Askal ga mungkin bisa nurut sama orang baru yaudah aku kepikiran Ega"

"Ega?" Tanya Zeroun. Vali hanya menganggukkan kepalanya.

"Namanya tidak asing bagiku" batin Zeroun.

"Kenapa dia sayang?" Tanya ibunya.

"Hehe, aku gak tau. Tapi yang aku tau Askal pasti tidak akan berani melawan Ega"

"Percaya diri sekali kamu" ucap Ze

"Udahlah itu ga penting. Yang penting sekarang... Ayahh, bolehkan aku meminta mobil baru. Itu perjanjian aku dan Ega agar dia mau membantuku" ayah dan ibu Vali hanya menatap satu sama lain. Bukannya tidak mau melainkan mereka sedang berpikir mengapa anaknya bodoh sekali membuat perjanjian seperti ini. Jadi mau tak mau mereka menurutinya.

"Baiklah, kirimkan alamat rumah temanmu" akhirnya sang kelapa keluarga itu menyerah.

"Hehehe akhirnya rencanaku berhasil. Baiklah Askal nikmati masa belajarmu bersama Ega"  diam diam Vali tersenyum penuh arti.

"Mengapa kau menyetujui permintaan ayah, bodoh" umpat Askal yang baru saja tiba.

"Ohh, aku hanya kasian melihatmu seperti orang bodoh ketika berhadapan dengan rekan paman terutama orang itu orang asing" ucap Vali yang tak acuh padanya.

~TBC~

What Is ThisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang