Pagi yang cerah untuk kembali bermalas-malasan. Itulah rencana awal Askal pada hari ini, tapi sayangnya sesosok pria muda dengan tubuh yang menggiurkan ini membangunkan dirinya secara paksa. Ya, tujuannya untuk berolahraga dipagi hari.
"Huft huf huhft sudahlah mari kita beristirahat dulu aku sungguh lelah!!" Ucap Askal dengan nafas terengah. Ega yang melihat seolah Askal bagaikan ikan yang keluar dari habitatnya datang menghampirinya. Lalu Ega menyuruh Askal untuk duduk ditepi lapangan, sedangkan Ega berjalan menuju minimarket untuk membeli minuman dingin.
"Minumlah." Ega menyodorkan minuman dingin itu disamping pipi Askal. Askal yang merasakan dingin dipipinya menengok kemudian menerima minuman dari Ega.
"Terima kasih." Dengan cepat Askal meneguk minuman tersebut. Sungguh Askal meminum minuman itu bagaikan ikan yang sedang kekeringan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak pernah menatap pria tampan seperti aku?"
"Aku? Menatapmu?"
"Ya. Tentu saja! Kemana lagi kau menatap jika bukan ke arahku,"
"Terserah!!" Ega melengos pergi meninggalkan Askal tetapi akhirnya diikuti oleh Askal dibelakangnya.
****
"Bagaimana caranya agar aku bisa menjauhkan Ega dari bocah sialan itu!!" Seseorang menatap tajam ke arah depan dengan mengepalkan tangannya dimana ada adegan Askal dan Ega berlari-larian sambil tertawa lepas.
"Ya?"
"Dimana kau?"
"Aku? Kenapa?"
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Apakah penting? Jika tidak besok saja karena aku sedang bersama teman-temanku."
"Ini penting!!"
"Sepenting apa?"
"Umm, ya intinya penting!"
"Okay, sampai jumpa besok!"
"Ap-'" tutt tutt sambungan telepon dimatikan sepihak oleh Vali. Askal yang kesal langsung mengumpat dalam hati.
"Siapa itu tadi sayang?"
"Ah orang tidak penting sweatheart" Vali mengecup bibir kekasihnya itu.
"Ah sepupumu yang manis itu pastinya kan?"
"Kau bilang Askal manis?? Kurasa matamu bermasalah sweatheart." Vali bangun dari tidurnya kemudian berjalan menuju kamar mandi.
"Kau mau ikut sayang?" Vali menawari kekasihnya untuk ikut mandi bersamanya. Dan sang kekasih langsung melemparkan bantal ke arah Vali. Perlu diketahui bahwa pacar Vali itu adalah...
****
"Ada apa denganmu?" Askal menoleh ke arah Ega karena mencium bau makanan favoritnya.
"Kau membeli mie siput?"
"Ya, ada resto baru diseberang sana. Kalau tidak salah restoran taufu, hanzhu"
"Maksudmu restoran zhufu?"
"Ya itu." Askal tertawa terbahak-bahak entah apa yang menurutnya lucu.
Disaat Askal dan Ega tengah menikmati makanan mereka tiba-tiba datanglah seseorang yang tak diundang. Dengan sorot mata yang tajam menatap Askal. Askal memang tidak menoleh ke arah orang tersebut tapi dia sadar dan tau bahwa orang itu sepertinya tidak menyukai dia, sedangkan Ega dirinya langsung menyadari ada seseorang yang menghampirinya makanya dia menoleh.
"Rosa?" Gadis itu langsung merubah mimik wajahnya menjadi ramah setelah di sapa Ega.
"Cih bermuka dua sekali tembok itu." Batin Askal.
"Kalian habis olahraga? Kenapa makan mie siput? Bukankah itu sangat berminyak? Lebih baik makan ini saja ega. Aku tadi membeli terlalu banyak." Rosa menyodorkan sebungkus salad sayur pada Ega. Ega menoleh ke arah Askal sedangkan Askal sendiri pun tidak memperdulikan mereka.
"Tidak perlu." Ega menarik tangah Askal menjauh dari Rosa. Sungguh sayang sekali mie siput Askal belum habis dan dengan tidak tau dirinya Ega asal menarik Askal begitu saja.
Rosa yang melihat itu semakin geram. Dirinya meremat salad yang dia bawa itu kemudian membuangnya ke tempat sampah.
"HEI HEI HEI!!! APA KAU TIDAK PUNYA MATA DAN PIKIRAN??? LEPAS" Askal menghempaskan tangannya dari Ega.
"LIHAT APA YANG TELAH KAU PERBUAT!!! BAJUKU MENJADI KOTOR SIALAN!!"
"Maaf" ucap Ega
"Sudahlah mari pulang dan cuci bajuku ini sampai bersih!! Ini baju kesayanganku." Ega mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Is This
General FictionEga Argana Pradistha cowok cuek dipertemukan dengan Askal Javera. [all pictures from pinterest]
