Sudah lebih dari 3 bulan Askal dan Ega berteman dan kini hubungan mereka sudah semakin dekat. Bahkan Askal dan Ega kini tinggal bersama itupun karena orangtua Askal dan Vali yang meminta mereka. Awalnya Askal tidak mau tapi mendengar ucapan ayahnya "kalau kamu membantah ayah dan ibumu uang bulananmu akan ayah potong 50%" tentunya mau tidak mau Askal harus menuruti sumber kekayaannya itu. Kini Askal berada dikamar mereka. Ya, Askal dan Ega memang satu kamar karena orang tua Askal tidak membelikan rumah untuk Askal yang memiliki banyak kamar karena nanti mereka yakin kemungkinan Askal tidak mau membersihkan rumah yang besar dengan alasan "aku lelah" "aku capek" "aku malas" dll.
"Kau tidak mandi?" Ega keluar dari kamar mandi dan melihat Askal sedang berguling-gulingan tidak jelas dikasur.
Askal menoleh ke sumber suara dan wow Askal terpesona dengan tubuh atletis Ega yang sixpack itu.
"Ehem, a-aku akan m-mandi" saking terburu-burunya askal hampir saja terjungkal jika Ega tidak menahan tubuh Askal. Askal mendorong tubuh Ega sehingga Ega terhuyung ke belakang. Dengan segera Askal berlari menuju kamar mandi.
Dibalik pintu wajah Askal telah memerah seperti tomat yang direbus. Bagaimana dirinya bisa seceroboh ini dan bagaimana bisa kejadian barusan membuat hatinya berdebar?
"Apa...apa yang barusan terjadi? Dan kenapa rasanya wajahku panas dan jantungku berdegup kencang?" Askal masih berdiri dibelakang pintu dengan memegangi dadanya. Dengan sedikit linglung dirinya menuju cermin di kamar mandi.
"Tidak mungkin aku tertarik dengan lelaki bukan? Oh come on kalau pun aku menyukai pria itu tidak mungkin Ega. Kalau aku menyukai pria dia harus tinggi, manis dan memiliki tubuh yg indah" Ucapan Askal terhenti dirinya langsung memikirkan hal yang baru saja terjadi. Plak Askal menampar pipinya sendiri sembari menggelengkan kepalanya. Dengan segera dirinya menuju bathub untuk mandi dan menenangkan dirinya. Sedangkan disisi lain Ega juga tidak kalah terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
"Apa ini?" Ega memegangi dadanya yang terus berdegup kencang.
"Apakah aku memiliki riwayat sakit jantung? Sebaiknya aku periksa ke dokter setelah ini" Ega berjalan menuju ruang TV, dirinya duduk dan mengambil buku untuk dia baca.
*******
"Apa yang sedang kau lakukan?" Ega menengok ke sumber suara. Itu Askal yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk dilehernya.
"Duduklah" dengan menurut Askal duduk disamping Ega. Kemudian Ega memberikan beberapa buku tebal ke arah Askal.
"Apa ini?"
"Buku"
"Aku tau bodoh, maksudnya untuk apa?"
"Bukankah kau ingin uang 2x lipat dari ayahmu? Jadi pelajari itu, bo doh." Setelah mengucapkan kalimat itu Ega pergi meninggalkan Askal yang tengah menahan rasa kesal.
"CK, KESALLLLL AKU SUNGGUHHH KESALLL!!! BUKANKAH DIA SANGAT MENGHINAKU??? AKU TIDAK SEBODOH ITU TAU, HMPH." Dengan rasa kesal yang masih ada Askal tetap belajar walau sembari memaki maki Ega dengan gumaman. Namun dibalik dinding ternyata Ega mengetahui itu dengan senyum tipis diwajahnya.
"Apakah dia ingin aku menghafal ini semalaman? Sungguh gila!!"
"Kau tidak harus menghafalnya dalam satu malam, tapi setidaknya kau harus paham." Ega meletakan secangkir susu dan cookies kesukaannya.
"Yakk, kau mengagetkanku sialan." "Tapi, sejujurnya aku paham hanya saja karena gugup jadi aku selalu mengacaukan segalanya. Dan ya mungkin ayahku sudah sangat lelah dengan sikapku yang selalu mengacaukannya."
"Hal itu wajar jika kau gugup bertemu dengan orang baru. Tapi ku rasa ayahmu melakukan ini demi kebaikanmu." Askal menoleh ke arah Ega.
"Kau berpikir begitu?"
"Tentu, dan kau orang yang cepat tanggap buktinya dalam satu bulan terakhir perkembanganmu sudah semakin pesat." Ega tersenyum ke arah Askal. Askal yang melihat itu seperti terhipnotis oleh senyuman Ega. Dan Ega yang menoleh ke arah Askal juga terpanah oleh tatapan Askal yang menurutnya lucu. "Manis" batin Ega.
Entah keberanian darimana Askal tiba-tiba memajukan tubuhnya dan mengecup bibir Ega cukup lama. Ega hanya bisa terpaku diam serta Askal yang tiba-tiba sadar langsung akan kelakuannya pergi keluar rumah melarikan diri karena malu. Ega masih mematung memegang bibirnya dan mencerna apa yang baru saja terjadi. Bibir lembut kenyal berwarna merah muda itu mengecup bibirnya rasanya manis seperti permen gula.
#####
Haii aku kembali lagi^^
Tidak terasa sudah lama aku tidak lanjut hehe
Maaf ya anak anak sekalii aku lupa kalo aku punya cerita ini😭☝️
Ya selain itu si juga belum ada ide dan menjalani life after break up dulu jadinya Hiatus hehe^^
KAMU SEDANG MEMBACA
What Is This
General FictionEga Argana Pradistha cowok cuek dipertemukan dengan Askal Javera. [all pictures from pinterest]
