1

6.7K 416 29
                                    

"Akhhh pelan pelan"

"Tenanglah ini tak akan sakit"

"Bagaimana tak sakit, kau menekannya!!!"

Rosé meremat seprei sambil meringis kala sesuatu menekannya di bawah sana. Berjalan maju mundur bak ritme melody, ia merasakan sesuatu menggetarkan tubuhnya. Seakan sengatan listrik menjalar disetiap inci, rasa nikmat sekaligus sakit bercampur jadi satu. Keringat bercucuran, sudah 30 menit aktivitas itu mereka lakukan dan entah sudah berapa kali rosé menjerit sekaligus mendesah.

"Nahh hmmm yahhhh seperti itu khhhh"

"Bagaimana, nikmat?"

"Yahhh hmmm"

Plak!

"Awwww"

Rosé menjerit, sebuah tamparan dipantat membuat fantasinya ke alam mimpi dalam sekejap sirna.

"Gantian! Enak saja malah tidur. Bangun!!!giliran kau memijitku!"

Lisa, sang sahabat yang beberapa jam lalu ia mintai tolong untuk memijit kini mulai merebahkan tubuhnya dikasur. Memang sudah menjadi kebiasaan jika mereka lelah bekerja maka memijit bergantian adalah solusinya. Seperti tadi rosé meminta bantuan lisa karena kakinya yang kebas setelah berjam jam bekerja dengan sepatu hak tingginya. Tak jauh berbeda, lisa dengan profesinya sebagai sekretaris di kantor membuatnya sering kali kelelahan.

Disela kegiatan mereka, lisa mendadak bercerita bahwa bosnya tengah mencari calon istri. Yang rosé tau bos sahabatnya itu masih muda namun ia tak tau pasti seperti apa karena tak pernah kepo juga.

"Kau tau bosku itu aneh sekali"

"Memangnya kenapa?"

"Yaaa... dia memintaku untuk mencarikannya calon istri"

Kini gadis berpoin itu justru bangun  memposisikan duduk berhadapan sambil bertopang dagu diatas bantal.

"Padahal ya, dia itu tampan kenapa coba tudak cari sendiri saja. Pasti banyak yang mau kan?"

"Hmm. Tapi kadang pengusaha seperti itu tidak terlalu memikirkan pernikahan asal kau tau. Menikah hanya sebuah formalitas, kalau tidak mungkin hanya ingin mencari keturunan saja"

Rosé amat paham dengan hal seperti itu. Bukan apa-apa, dulu ia berasal dari keluarga yang tak jauh berbeda. Anak dari pengusaha sukses yang sayangnya semuanya sirna kala kasus penipuan menerpa. Ayahnya ditipu oleh rekan bisnisnya, harta benda serta segala aset disita tak bersisa. Kini ia yang harus kerja banting tulang mengurus sang ibu dan adiknya yang masih bersekolah di bangku smp. Park Doyoung, sang ayah harus dipenjara dengan kesalahan yang mungkin tak ia perbuat sama sekali. Semuanya fitnah, penipuan! Namun apa daya, ia tak cukup harta untuk mengusut kasus ini. Berdiam diri di jeruji besi sampai entah kapan nanti, ia hanya berharap keluarga kecilnya aman diluar sana.

Memikirkan keluarga rosé jadi ingat kondisi adiknya yang kian memburuk. Park jisung harus terbaring di rumah sakit karena gagal ginjal yang ia derita satu tahun lalu. Semua gaji rosé habis, hanya untuk biaya rumah sakit. Semua koleksi barang branded yang ia punya juga sudah dijual untuk menopang biaya pengobatan jisung.  Terkadang untuk  hidup sehari hari saja  ia  kekurangan. Sang ibu sedikit membantu dengan berjualan di malam hari sementara rosé menghabiskan lebih dari separuh harinya dengan menjadi waiter di sebuah restoran bintang lima. Jika ditanya, jennielah yang mengusulkannya karena kebetulan itu usaha pacarnya.

"Sepertinya kau benar. Bosku hanya mau formalitas saja. Sayang sekali tampan seperti itu tapi pacarnya tak mau diajak menikah"

"Haha kalau begitu kau saja sana yang menikah"

My Ex My HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang