15

2.7K 280 22
                                    

Setelah sehari menginap Ibu rosé dan jisung akhirnya memutuskan untuk pulang. Jadilah rosé harus sendiri di rumah sementara sang suami bekerja di kantor.

Hari hari terasa semakin bosan karena Taehyung sangat disibukkan dengan urusan kantornya sementara rosé hanya diam di rumah. Terkadang ia coba hilangkan rasa bosan dengan berkeliling sendiri, belanja di mall atau sekadar duduk di tepi taman menyaksikan anak kecil bermain dengan orang tua mereka.

Kadang ia berpikir bagaimana jika ia dan suaminya memiliki anak. Bukankah akan sangat menyenangkan? Ia bisa menyibukan diri dengan mengurus anak, hitung-hitung dia ada sesuatu untuk dikerjakan.

Tapi lagi rosé tak mau berharap lebih. Terkadang setiap keyakinan yang ia bangun untuk hubungannya kerap runtuh karena persepsi orang lain yang jelas tak tau seluk beluk hubungannya.

Seperti kemarin, nyonya kim mengajak rosé untuk ikut ariasan bersama teman sosialitanya di salah satu kediaman mewah. Tak sedikit dari mereka justru menanyakan latar belakang rosé dan terlihat jelas pula seperti ada kekecewaan dari mereka.

"Ini siapa jeng? Adik Kim Taehyung kah? Tetapi setahuku kau tak punya anak perempuan"

Tanya salah satu perempuan paruh baya yang rosé yakini seusia ibunya. Jujur rosé tampak tak nyaman dengan cara wanita itu menatapnya.

"Ini menantuku. Namanya rosé"

"Sungguh putramu sudah menikah?"

"Yaa.. aku mengundangmu juga tapi sepertinya kau masih di London"

"Yahh sayang sekali padahal niatku ingin jadikan putramu menantu. Hitung hitung perkuat kerjasama perusahaan suami"

Ada rasa sesak yang rosé rasakan kala dengar penuturan itu. Jelas sangatlah tidak nyaman bukan berada di posisinya sekarang disaat seseorang terus terang menginginkan suaminya menikahi putrinya di depan istrinya sendiri.

Secara tak langsung rosé merasa mereka mengatakan dirinya tak pantas. Apalah daya orang kaya selalu berpikiran ingin menikahkan putra putri mereka dengan orang yang setara. Berdalih perkuat kerjasama perusahaan sedang rosé dan keluarganya tak punya itu semua.

Drttt

Suara dering ponsel pecahkan lamunan wanita bersurai panjang yang kini tengah duduk di balkon kamar sembari menatap pemandangan sore yang cukup menenangkan.

Rosé meraih benda itu dan dapati suaminya menelfon.

Kau sedang apa?

Hanya duduk

Tidak pergi keluar?

Sedang malas  diluar mendung
Kau kapan pulang?

Kenapa?
Merindukanku?

Rosé berdecih kala dengar suara kikikan dari balik telfon. Sudah jelas Taehyung pasti sedang meledeknya.

Memangnya kau tidak merindukanku?

Kalau itu kau tak perlu bertanya
Kau benar merindukanku?

Memangnya kenapa?

Katakan jika merindukanku
Maka aku akan langsung pulang

Itu mustahil

Apapun untuk istriku

My Ex My HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang