Tak terasa hari sudah berganti pagi. Wanita yang dari semalam tertidur di sofapun perlahan mengerjapkan mata begitu cahaya matahari menembus indra penglihatan.
Pusing dan bengkak di mata, itulah yang rosé rasakan sekarang akibat menangis semalaman. Ia berjalan menuju kamar dan tak dapati keberadaan sang suami.
Dia tidak pulang?
Mendadak perasaannya jadi tidak karuan. Taehyung yang pergi dalam keadaan emosi bahkan sampai tak membawa ponsel buat rosé total buntu. Sudah menghubungi sekretaris Taehyung namun ia justru dapat kabar kalau sang suami tak hadir di kantor pagi ini.
Kemana dia?
Rosé ingin menghubungi teman teman suaminya namun ia tak memiliki kontak mereka. Haruskah ia membuka ponsel Taehyung?
Yaa tidak masalah juga jika dicoba. Lagian itu ponsel milik suaminya, bukan milik orang lain.
Toh taehyung kadang juga suka mengotak atik ponselnya sesuka hati."Ahh ini dia jimin, teman sekelasnya dulu"
Baru saja ia hendak menelfon kontak tersebut namun suara mengejutkan justru menghentikan niatnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"A-aku hanya ingin menghubungi teman-"
"Tidak perlu"
Rosé terkejut begitu suaminya merampas ponsel itu cukup kasar. Sepertinya Taehyung tidak suka rosé mengotak atik ponsel miliknya.
"M-maaf, aku hanya khawatir karena kau tidak pulang semalaman. K-kau... apa kau menginap di rumah temanmu?"
"Ck itu bukan urusanmu! Lagian kau tidak perlu pura pura khawatir dan peduli rosé. Aku muak"
Ucapan Taehyung telak mengiris relung hati yang belum sepenuhnya pulih. Kata kata pedas semalam bahkan masih sisakan rasa sakit namun Taehyung dengan tega melakukannya lagi dan lagi. Rosé tak habis pikir
Mengapa Taehyung mendadak berubah?
Apa rosé sudah membuat Taehyung sebegitu kecewa sampai sampai ia sangat membencinya?
Rosé sekuat tenaga menahan diri agar tak hanyut dengan rasa sakit itu. Mencoba terima kenyataan kalau memang pada akhirnya hubungan mereka akan seperti ini.
"B-baiklah aku memang bukan siapa siapa, maaf jika aku lancang"
"Ya kau memang bukan siapa siapa. Dan ya... sesuai apa yang kau mau, sudah ku putuskan kalau perjanjian akan terus berlanjut sesuai kesepakatan awal. Jadi uruslah urusanmu sendiri dan aku akan mengurus urusanku sendiri. Berhenti ikut campur"
Apa katanya? Kembali ke perjanjian awal? Setelah semuanya ia ambil termasuk kehirmatan yang rosé jaga selama ini? Bukankah itu melanggar perjanjian?
Tes..
Air mata itu telak tak bisa dibendung lagi. Tubuh rosé bergetar namun tak sedikitpun buat Taehyung goyah apalagi sampai meluluhkan hati. Pria itu tetap tampak acuh sembari melepas sepatunya dan menjatuhkan diri di ranjang.
"Oh ya satu lagi. Kau tidak akan meminta ganti rugi kan karena aku sudah mengambil kegadisanmu? Kita melakukannya sama sama mau, tidak ada pemaksaan sama sekali. Jadi apa...."
"Aku tidak ingin membicarakan itu. Kau tidak perlu peduli. Urus saja kekasih barumu kim!"
Ucap rosé telak buat Taehyung berangsut dari tidurnya. Ia lalu berdiri, hampiri sang istri hingga mendorongnya ke tembok.
"A-apa maksudmu?"
Rosé coba berpaling guna hindari kontak mata namun Taehyung justru menahan dagunya cukup kuat. Karena sudah tak tahan iapun hanya bisa terpejam dengan air mata yang terus mengalir.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Ex My Husband
Roman d'amourRoseanne park- terpaksa menikah kontrak dengan pengusaha muda, tampan, dan kaya raya. Awalnya mungkin rosé berpikir seharusnya ia bersyukur namun setelah tau siapa yang akan menikahinya, mantan kekasih satu satunya dikala SMA, ia tak tau harus bersi...