.
Byan gila, kini laki-laki itu membawa seorang wanita ke apartemen Kinan tak lain adalah seorang psikiater yang berstatus sebagai kakak iparnya.
"Aku tidak gila." bukan tidak tahu fungsi psikiater yang tidak hanya ditujukan untuk menangani orang gila tetapi juga mendengarkan keluhan yang menjadi beban yang menyebabkan seseorang stres.
"Dia kakak ipar-ku, santai saja."
Rozzana sang psikiater bisa melihat tidak ada hubungan dekat antara adik ipar juga wanita yang bernama Kinan.
"Aku tidak datang untuk mengobatimu, tapi sebagai wanita aku ingin berteman denganmu."
Seperti yang diketahui oleh Rozzana dari adik iparnya jika di Bandung tidak ada satu orang pun yang dikenal oleh Kinan.
Kinan melirik tajam ke arah Byan, demi Tuhan dia tidak pernah meminta bantuan apapun pada laki-laki itu. Lantas kenapa hari ini ini pria tersebut membawakannya seorang wanita yang mengatakan ingin berteman dengannya?
"Byan tidak tahu apa-apa tentangku, dan aku juga tidak dalam keadaan stres."
"Aku sependapat, tapi begitulah laki-laki merasa paling tahu dari pada kita."
Byan merasa dipojokkan oleh dua wanita dihadapannya.
"Karena aku sudah di sini, bisakah aku tinggal beberapa saat?"
Kinan keberatan tapi dia tahu tata krama terhadap tamu. Mengusir Byan akan percuma, karena laki-laki itu tidak akan pergi sebelum mengetahui keadaan sebenarnya yang menimpa wanita yang baru dikenalinya.
"Aku ingin menceritakan sedikit tentang seseorang yang kukenal dengan baik."
Kinan tidak buta pada sikap kakak ipar Byan, ini seperti sesi curhat dimana nantinya Rozzana akan menanyakan pendapatnya.
"Dia seorang laki-laki dari keluarga mapan mencintai wanita sederhana yang tidak sederajat dengannya."
Dengan ujung mata Kinan melihat pergerakan Byan yang sedang memilih tempat duduknya untuk mendengarkan obrolan mereka.
"Singkat cerita mereka memulai hubungan yang tidak pantas sehingga si wanita ini hamil." santai tak terlalu fokus pada manik Kinan adalah gesture yang disengajakan agar Kinan tidak merasa diperhatikan.
"Karena tidak ada restu dari orang tua wanita ini tidak mau mempertahankan kandungannya, tapi dengan kegigihan si lelaki yang menguatkan dan memberinya semangat sehingga bayi itu lahir dengan selamat."
Kinan menunggu pertanyaan yang dilontarkan oleh Rozzana. Ia tidak tahu ada seseorang yang menahan kesal karena cerita itu.
"Yang mengejutkan adalah setelah melahirkan wanita itu menitipkan bayinya pada seseorang agar diberikan pada si lelaki sedangkan dia pergi tanpa meninggalkan jejak."
Rozzana tersenyum lantas melihat ke arah adik iparnya yang duduk tidak jauh dari mereka. "Kalau kamu mau tahu orangnya ada di sana."
Tentu Kinan terkejut dengan kenyataan itu dan Byan jadi salah tingkah juga kesal karena Rozzana membongkar aibnya.
"Dari kejadian itu dia mulai mempertimbangkan segala sesuatu tentang wanita, jika dulu melihat sisi keluarganya kini bukan lagi tentang itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Seutas Rasa
RomanceKinan bukan kekasih Nagara tapi Kinan yang bisa mengerti pria itu. Nagara menganggap Kinan sebagai kebutuhan primernya setelah nasi dan tempat tinggal. Ketika dihadapkan pada keinginan orang tua untuk membawakan calon masing-masing, mereka mulai g...
