Lo gemukan?

12.2K 1.1K 28
                                        

"Katanya mau keluar kota." Kinan mendongak, melihat tubuh tegap pria yang baru selesai bercinta dengannya. Sedangkan tubuh polosnya masih terbungkus selimut.

"Enggak jadi. Gue enggak bisa kalau enggak ada lo."

"Terus?"

"Enggak ada terusannya. Kalau Lo bisa ambil cuti kita berangkat."

Kinan menggaruk kepalanya. "Mana bisa. Kerjaan gue pull."

"Eum."

"Kenapa enggak coba dulu?" kemungkinan buruk belum kelihatan. "Kalau enggak bisa, ya balik."

"Gue belum berangkat saja, sudah kepikiran duluan."

Kinan tersenyum. Begitu tiba di apartemen, pria itu langsung membungkam mulutnya hingga ia tak memiliki kesempatan untuk bertanya.

Seringnya seperti itu, jadi ini bukan hal yang aneh.

"Untung gue editor, nggak harus melakukan perjalanan bisnis."

"Kalaupun ada, gue pasti ikut," kata pria itu. 

Sama-sama masih berkeringat setelah aktivitas panas, bedanya Nagara bebas bertelanjang dada di depannya sementara Kinan tak leluasa memamerkan tubuh indahnya meski pria itu hafal setiap inci bagian tubuhnya. Ia harus sabar dalam balutan selimut, sambil menikmati hawa dari pendingin ruangan.

Mereka saling mengenal lahir batin, jauh dari kata pisah walau lidah tak pernah terucap kata komitmen. 

Usia sudah matang untuk menjalin hubungan serius, tapi mereka masih betah dengan persahabatan ini. Tinggal jauh dari orang tua, tak ada yang mengatur apalagi memaksa harus seperti apa masa depan mereka.

"Mikir apa?"

"Enggak ada." Kinan tersenyum. Berada di apartemen pria itu membuatnya nyaman apalagi saat pekerjaannya telah selesai.

Biasanya setiap hari Sabtu dan Minggu, wanita itu masih bekerja. Namun setelah satu minggu benar-benar fokus pada naskah yang masuk Kinan bisa menyelesaikan deadline-nya yang sempat tertunda. 

"Mau keluar?"

"Ke?" melihat ke arah kaca, wajahnya tidak begitu pucat.

"Pantai mau?"

Tidak buruk menghabiskan waktu sore di pantai hanya saja, "Lo tahu gue enggak suka senja."

"Kita di mobil, gue temenin."

"Gimana kalau ke rumah tante Rosi aja?" kasihan kalau membiarkan Nagara menemaninya di mobil sedangkan dia tahu pria itu menyukai pantai.

"Kenapa pengen ke sana?" 

Kinan tersenyum, tante Rosi adalah keponakan dari adik sepupu ibu Naga, tapi mereka cukup dekat dengannya karena hanya beliau satu-satunya kerabat yang tinggal satu kota dengan mereka.

"Kangen aja, udah lama juga enggak ke sana kan?"

"Bukannya enggak mau, gue males aja lihat lakinya, jelalatan matanya." Naga juga memiliki alasan menolak tempat yang ingin didatangi oleh Kinan.

Pria itu kembali ke ranjang, menyingkap selimut dan berbaring di samping Kinan.

"Disini aja lebih aman enggak ada yang ganggu."

Kinan mengangguk. Menghabiskan waktu bersama lebih baik karena mereka bisa mengobrol banyak hal.

"Kalau mama ke sini, kita enggak bisa bareng." 

Pelukan Naga selalu nyaman, terutama kalau mereka berdua tidak diburu oleh waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Kan bisa ketemu, cuma enggak bisa seperti ini."

Itu yang dimaksud Naga, bertemu tapi tidak bisa bercinta kan sama saja. Seharian menunggu Kinan bekerja sudah membuatnya bosan apalagi berhari-hari ketika mama datang nanti.

"Mungkin gue harus cari ide," kata pria itu. Jika mama sudah berada di depan mata maka semua rencana akan lenyap begitu saja, mama tidak akan mendengar sedikitpun alasan ketika dirinya keluar malam. Sedangkan pagi sampai sore Kinan harus bekerja, dan weekend mereka tidak akan lagi sama.

"Lo gemukan?"

Kinan sedikit geli ketika Nagara meraba perutnya dan mengelus sekitar pusar. 

"Sibuk banget sampai enggak sempat zumba?"

Kinan mengulum bibir, akhir-akhir ini bukan hanya zumba wanita itu juga tidak menjaga pola makan. Pekerjaan yang membuatnya stres, dan kebiasaan buruk tidak bisa dihempas ketika mulai fokus di depan layar laptop. Aneka cemilan berada di meja kerjanya, ia menolak buah dan memilih coklat hingga gorengan.

"Gue sibuk sama kerjaan, sama lo juga." ia tidak menggerutu, dalam hati menahan malu karena lemaknya terdeteksi.

"Susu diet masih ada?"

"Banyak, gue yang lupa minum." Kinan ingin menghindar, setelah perut mungkin Nagara akan mengetahui, jika masih ada beberapa bagian tubuhnya yang  lain menyimpan lemak.

Seutas RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang