Awal baru dengan rasa yang sama

9.3K 1K 50
                                        

Melihat rumah masa kecilnya, tempat menghabiskan waktu dan bercengkrama dengan adik dan almarhum kakaknya suasana hati Kinan tidak menjadi lebih baik. Beberapa tempat di ruangan itu pernah menjadi lapak Naga, karena bagi laki-laki itu rumah Kinan sama seperti dengan rumahnya sendiri.

"Naga mau nikah kenapa kamu pulang?"

Jawaban seperti apa yang harus diberikan Kinan pada ibunya? 

"Keluarganya sudah pada berangkat semua, kamu malah pulang."

Kepulangannya mencolok mengingat semua orang di komplek tahu betapa dekatnya Kinan dengan Naga.

"Kan sebentar, Bu. Nanti juga balik."

"Ada apa, kalian bertengkar?"

Kinan menggeleng memaksakan tawa agar ibunya tidak curiga.

"Enggaklah, aku pulang sebentar karena bisa cuti. Besok juga balik."

Tiga hari menjelang pernikahan wanita itu memilih pulang untuk melihat orang tua, syukur Kinan tdiak membawa koper. Sebuah tas kecil hanya berisi beberapa pakaian yang akan dikenakan dalam dua hari ini.

"Aku juga bantu-bantu kemarin."

Ibu sedikit lega. "Cuma aneh saja, makanya Ibu tanyain."

Kinan tersenyum. 

"Calon istri Naga cantik?"

Kinan mengangguk, memilih jalan aman karena ibu akan curiga jika dia memberikan jawaban jujur.

"Terus kamu kapan?"

"Aku wanita Bu, ya nunggu siapa yang datang."

"Calonmu belum ada?"

Kinan meringis, usianya memang sudah pantas untuk menikah tapi kembali lagi pada aturan jodoh.

"Milih yang seperti apa Nan?"

"Aku enggak milih Bu, cuma belum kepikiran untuk nikah sekarang. Tapi kalau ada jodoh, ya akan kupikirkan."

Lebih baik menjawab jujur ketimbang memberikan harapan palsu pada orang tuanya.

"Minimal tahu menerimaku apa adanya, sayang juga sama Ibu dan Bapak."

Ibu tertawa. "Emang siapa yang tidak bisa terima anak gadis Ibu? Udah cantik, pintar cari duit baik lagi."

Lidah Kinan kelu, tenggorokannya sakit ketika menelan ludah. Sayatan di hati tidak akan dibiarkan menjamah logikanya.

"Kami malah mikir jodohnya kamu itu Naga."

Tawa Kinan terdengar hambar. "Kami temenan Bu, lagian kriteria kami berbeda."

Tepatnya kriteria yang diinginkan Naga.

"Iya sih, banyak kok di luar sana yang temenan enggak juga nikah."

Berat, gimana gue kasih tahu Ibu? Semoga saja tidak ada ide perjodohan.

"Mau Ibu kenalkan seseorang?" 

Seutas RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang