Mimpi mama Naga

8.4K 1K 75
                                        

Selamat membaca :)

Tidak tahu harus memulai dari mana, melihat wajah orangtua Kinan sudah membuat Naga prihatin. Mereka menyambutnya dengan gembira, bahkan bertanya keberadaan istrinya sedangkan kedatangannya ke sini untuk membicarakan tentang putri mereka.

"Maaf, Ibu tidak bisa datang ke pernikahanmu."

"Tidak apa-apa, Bu."

"Kinan sudah memberitahumu kan? Maklum tantenya tidak bisa ditinggalin." 

Naga mengangguk, belum membahas masalah inti laki-laki itu sudah tegang. Kira-kira akan seperti apa respon orangtua Kinan setelah mendengarkan kebenarannya?

"Arum sudah isi?"

"Belum Bu."

Kekehan wajar didengar oleh Naga. Haruskah dia mengatakan alasan kedatangan yang sekarang? Melihat raut orangtua itu membuatnya tidak tega. Tapi mereka harus tahu jika Kinan tidak berada di Jakarta, laki-laki itu mulai bimbang apakah dia harus mengatakannya sekarang atau mencari Kinan terlebih dahulu baru mengakui kesalahannya?

"Dulu saat Kinan pulang sendiri Ibu merasa aneh."

Kinan pulang beberapa hari menjelang pernikahannya dengan Arumi.

"Mungkin karena kalian terbiasa pulang berdua." kini ayah Kinan yang berbicara. "Wajar kalau sekarang tidak pulang bersama, kan kamunya sudah menikah."

"Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi."

Ayah dan ibu Kinan saling memandang, lantas tersenyum penuh arti. Kalimat yang diucapkan Naga sekilas terdengar seperti orang yang sedang merindu, tapi kedua orangtua tidak memaknai seperti itu.

"Kinan pasti sungkan, maklumi saja."

Bukan sungkan tapi lebih kepada benci, Naga masih ingat pertemuan terakhir mereka di mana Kinan meminta agar mereka tidak bertemu lagi.

"Walaupun tidak seperti dulu lagi setidaknya kalian masih berhubungan dengan baik."

Naga mengurungkan niat mengatakan alasan kedatangannya, pengecut? Terserah apa anggapan yang tepat untuk sikapnya yang jelas laki-laki itu ingin mencari keberadaan Kinan sebelum memberitahu yang sebenarnya pada kedua orangtua itu.

Dijamu makan siang masih seistimewa dulu meskipun tidak ada Kinan di sampingnya, bagi mereka Naga sama seperti anak-anaknya yang lain untuk hal itu menyudutkan perasaan laki-laki tersebut.

Bisa dirasakan oleh laki-laki itu keadaan rumah yang berbeda, kebersamaannya dengan Kinan masih terasa cukup kuat dan sekarang ia sendiri yang telah menghempaskan kenangan tersebut.

Obrolan kecil namun hangat terjalin antara dirinya dengan orangtua Kinan, Naga akan menerima bila suatu saat nanti perlakuan mereka tak lagi sama seperti hari ini. Dan sebelum itu terjadi Naga akan mencari sahabatnya.

Walaupun terlambat ia merasa bertanggung jawab atas hidup Kinan, terlepas bagaimana penilaian wanita itu sekarang. Naga akan berusaha semampunya untuk memperbaiki.

Hal kedua yang berbeda adalah Janari, yang tak lain adik Kinan. Gadis itu baru saja pulang dan menatap aneh pada sosok Naga.

Janari tidak bisa bersikap biasa saja setelah mengetahui perasaan kakaknya untuk laki-laki itu, kepada Kinan ia sudah mengatakan jika dirinya membenci Naga. Terlebih sahabat kakaknya itu tidak peka pada perasaan seorang wanita, Oke jika mereka hanya menghabiskan waktu dua tahun tapi nyatanya hubungan dua orang itu sudah terjalin bertahun-tahun hingga menumbuhkan benih cinta dan bangsatnya pria itu menikahi wanita lain dengan embel-embel wanita baik-baik.

Seutas RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang