Kinan bukan kekasih Nagara tapi Kinan yang bisa mengerti pria itu.
Nagara menganggap Kinan sebagai kebutuhan primernya setelah nasi dan tempat tinggal.
Ketika dihadapkan pada keinginan orang tua untuk membawakan calon masing-masing, mereka mulai g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia bukan seseorang yang diinginkan Kinan, membalas sapa atau sekadar menerima undangan makan malam sama saja menyerahkan dirinya pada laki-laki itu. Kendati tidak akan melewati hal yang sama seperti hubungannya dengan Naga wanita tersebut terus mewanti-wanti dirinya agar tak lagi terlibat dengan kaum Adam, ini batasan yang dibuat oleh Kinan untuk dirinya sendiri.
"Tidak semua laki-laki jahat, setidaknya kamu memiliki teman."
Tidak, Kinan tidak percaya pada dirinya sendiri. Ia tidak kuat seperti yang terlihat mungkin Byan tahu kekurangannya karena sudah dua kali laki-laki itu menolongnya. Belum lagi fakta tentang kandungannya, menjadi wanita yang begitu mudah menyerahkan harga diri laki-laki.
"Aku belum siap memiliki seseorang yang dekat denganku." Begitu juga keberadaan Rozzana, Kinan menerima karena setiap hari wanita itu datang ke apartemennya.
"Byan tidak akan jatuh cinta, kamu bisa mengandalkannya selama tinggal di sini."
Kinan tidak pernah berpikir jika laki-laki itu akan jatuh cinta pada wanita sepertinya, Naga saja memilih wanita baik baik untuk dijadikan istri kenapa harus ada pria lain yang menjatuhkan hati padanya?
Ia merasa tidak pantas jika dicintai oleh laki-laki lain dan ini bukan tentang seorang pria karena dia sendiri yang tidak ingin berteman ataupun memiliki hubungan dekat dengan siapapun. Mungkin orang lain bisa saja tidak menyukainya, tapi bagaimana dengan dirinya sendiri? Kinan tidak mau menjadi benalu dalam kehidupan orang lain karena itu dia memilih Bandung, sebab tidak ada satu orang pun yang dikenalinya.
"Aku tidak bisa."
"Kalau begitu maukah kamu menghubungiku setiap ada kesulitan?"
Kinan tidak bisa berjanji jika ada yang berhak direpotkan itu adalah Naga bukan orang lain yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya.
"Atau mau kucarikan seorang pembantu?"
Apa yang akan dilakukan pembantu di apartemennya, dia hanya hidup sendiri semua kebutuhannya bisa dipenuhi sendiri.
"Terimakasih sudah memperhatikanku." Kinan menghargai jerih payah kakak ipar Byan, tapi sekali lagi ia tidak ingin merepotkan orang lain.
"Jangan sungkan, aku tidak pernah menganggapmu pasien." jujur, ini pertemuan ketiga dengan wanita itu dan banyak perkembangannya yang dilihat oleh Rozzana. Salah satunya adalah komunikasi yang semakin membaik dari Kinan.