[ON-HOLD]
Ketika Lavina, seorang gadis Omega yang diujung masalah tanpa sengaja bertemu Giorgani si lelaki Alpha yang misterius.
• Jungri Area
• 100% Fiksi Fantasi
• Don't expect too much
[09.02.22 - ??]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wait, hanya berdua?" Tanya Miko sekali lagi saat diberi informasi oleh Vincent.
Lima menit lalu Vincent menelpon dan mengabari bahwa Gio sudah ada di apartemen. Namun selain itu Vincent juga memberi informasi bahwa ia melihat Gio tengah tertidur lelap bersama seorang gadis saat baru sampai di apartemen itu.
Sungguh, saat mendengar itu tanpa sadar raut wajah Elina, yang memang ikut mendengar percakapan Vincent dan Miko itu berubah gelap. Ada rasa penasaran, kesal dan entahlah, campur aduk.
"Iya udah bro, yang penting tuh anak nggak kenapa-kenapa. Gue tutup ya, mau nganter nyonya balik nih." Ucap Miko yang setelahnya mematika telepon Vincent. Lelaki itu menatap bingung pada Elina dan wajah suram nya.
"Kenapa sayang? Kok kecut gitu?" Tanya Miko, Elina mengedip beberapa kali sebelum menggeleng. Cukup ia yang tak nyaman dengan cerita Vincent, jangan sampai tunangan nya ini juga.
"Nggak apa-apa kok. Ayo balik," Elina berjalan lebih awal dan seolah meninggalkan Miko menuju parkiran.
---
Tiga puluh menit sebelum nya, di hampir pukul enam petang.
Vincent berjalan santai menyusuri lorong menuju apartemen sahabatnya, Gio. Ya biarpun ia tau sahabatnya sedang tak ada dirumah. Namun dekatnya apartemen Gio dengan kantor nya membuat Vincent lebih sering pulang untuk sekedar beristirahat disini.
Tit..Tit..Tit...
Setelah membuka pintu, Vincent segera berjalan ke dapur untuk makan, ia lapar sekali karena tadi melewatkan jam makan siangnya. Mana pula, tadi meeting nya berjalan alot dan keluar dari jadwal, sungguh melelahkan.
"Eh?" Vincent menatap bingung piring kotor di meja makan, dengan segera Ia berjalan menuju kamar satu-satu nya apartemen ini, kamar Gio.
"Ha," Vincent sontak menutup mulutnya sendiri ketika melihat Gio tengah tertidur di ranjang nya.
Tapi sungguh, yang membuat Vincent menutup mulut bukan hanya itu, ia melihat seorang perempuan disana. Tertidur dalam pelukan Gio, bahkan perempuan itu nampak sangat nyaman saat sesekali melenguh.
"Shit." Umpat Vincent berusaha menutup kembali pintu kamar Gio, lelaki itu diam tak berkutik. Namun rasa ingin tahu nya kelewat besar sehingga ia justru berjalan maju dan membangunkan Gio dengan tepukan di punggung beberapa kali.
"Heh!" Gio yang kaget menerima pukulan itu terbangun dan menoleh ke arah Vincent dengan tatapan sayu.
"Apaan sih lo?"
"Lo yang apaan? Ngilang seharian," suara Vincent terdengar menahan geram. Sahabatnya ini benar-benar mampu membuat kesabaran Vincent habis.
"Sini lo, jelasin semua ke gue." Lanjut Vincent sembari menarik Gio bangun.
"Eung-.." Gadis di pelukan Gio itu melenguh saat tangan Gio yang tadinya dijadikan bantal tergantikan.
"Pelan-pelan bego, bisa bangun nanti dia." Gio balik menatap kesal Vincent yang dirasanya mulai kasar.