p. POV [part one]

370 103 97
                                        

Attention: Karena part ini cukup panjang dan komplex (menurut author) jadi author memutuskan membagi part ini dalam 3 bagian.

Attention: Karena part ini cukup panjang dan komplex (menurut author) jadi author memutuskan membagi part ini dalam 3 bagian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---

[01] Petak Umpet

"Jadi, kamu mau minta temenin aku?" Tanya ulang Lavin, baik dirinya maupun Gio tengah duduk bersantai di parkiran mobil salah satu restoran cepat saji.

Apa yang dilakukan keduanya?

Sore tadi Lavin mendadak ingin makan ayam goreng tepung, beruntungnya Gio menjemput hari ini, hingga Lavin akhirnya bisa sampai ditempat ini.

"Rame banget Gi, mending kita drive thru aja kali ya." Usul Lavin saat ia dengan jelas melihat barisan orang yang mengantri di dalam restoran. Gio yang memang aslinya tak sabaran akhirnya mengangguk saja.

Keduanya banyak terdiam saat makan, Lavin yang sibuk dengan ayam dan Gio yang bantu memegang satu cone es krim punya Lavin sembari memakan kentang goreng large miliknya. Keduanya hanya sesekali berbicara, itupun tak akan lama. Setidaknya Gio hanya menanyakan beberapa hal untuk topik singkat. Terlihat sekali Gio masih berusaha membangun hubungan dengan Lavin.

"Vin, dua hari lagi temen aku ada yang nikah," ucap Gio memulai percakapan lain. Ada gugup diucapannya, membuat Lavin yang diajak berbicara mengernyit. "Kamu mau nggak nemenin aku ke nikahannya temen aku ini?"

Lavin terdiam sejenak, ia tak salah dengar kan? Ini berarti Gio mengajak bertemu dengan temannya kan?

"Kamu ngajak aku?" Gio ikut terdiam sejenak mendengar pertanyaan Lavin, apa ia terlalu impulsif? Ah, tidak lah. Batin Gio sesaat sebelum akhirnya mengangguk.

"Jadi, kamu mau minta temenin aku?" Gio sekali lagi mengangguk.

"Ya masa aku pergi sendiri sih Vin, kamu mau kan nemenin aku?" gumam Gio sembari memakan kentang goreng yang dibeli keduanya. Lavin baru menghabiskan ayamnya dan kini sibuk dengan es krim yang hampir mencair.

Lavin tersenyum kecil menyadari respon Gio yang dinilainya mirip anak kecil, membuat Lavin mengangguk mengiyakan ajakan lelaki itu.

"Iya, nanti aku temenin,"

"Oh ya, ngomongin temen kamu, tadi aku makan siang bareng pak Vincent," Lavin berbicara lagi, ia teringat makan siangnya dengan teman Gio itu, "Terus tadi ada perempuan juga,"

Drttt....

Belum sempat Lavin melanjutkan, Gio lebih dulu membuka ponsel dan dibuat tersentak karenanya.

Belum sempat Lavin melanjutkan, Gio lebih dulu membuka ponsel dan dibuat tersentak karenanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LavenderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang