17. Saran

75 8 0
                                        

Cr pict : TrueBeauty

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cr pict : TrueBeauty
.
.
.
.
.
........................................................................

Shalat maghrib berjamaah telah selesai dilaksanakan, Rayhan cukup lama menunggu hingga Amar keluar dari bagian tempat shalat wanita. Setelah 30 menit, Amar keluar dengan hijab baru yang dibelikan oleh Rayhan. Amar duduk di tempat duduk yang ada didepan masjid untuk memakai sepatu sneakers putih kesayangannya

"Alhamdulillah, seenggaknya sepatu aku tadi ga kena" Ucap Amar sambil mulai memasukkan kakinya dalam sepatu. Belum sempat Amar menali sepatunya, Amar terkejut karena tiba-tiba bagian hijab yang menutup dadanya terlepas. Amar lebih terkejut lagi saat ada tangan yang membantunya mengikat tali sepatunya

"Eh kak, jangan ih" Ucap Amar kepada Rayhan yang sekarang berlutut dihadapannya untuk sekedar mengikat tali sepatu wanitanya

"Sudah selesai" Ucap Rayhan masih dengan posisi menunduk. Belum sempat Rayhan berdiri, ia merasa ada bulir cairan menetes diatas lengannya hingga membuat Rayhan mendongak menatap wanita idamannya itu.

"Amaranth?" Tanya Rayhan

"Kakak kenapa sih?" Jawab Amar dengan menutup wajahnya karena malu menangis dihadapan Rayhan

"Saya? Kenapa?" Rayhan tidak faham dengan maksud Amar

"Kakak kenapa baik banget sama aku?, Kenapa kakak bisa nemuin aku padahal aku pergi diem-diem?, Kenapa kakak mau nemenin aku?" Amar akhirnya mengeluarkan semua yang ada di fikirannya

"Karena saya ingin menjaga kamu amaranth. Saya ingin kamu menjadi wanita yang menemani saya sampai akhir hayat saya. Saya ingin mendapat ridho Allah dengan menikahi kamu, karena saya tahu pernikahan adalah ibadah dengan waktu paling panjang dan saya ingin melakukan ibadah itu dengan kamu amaranth" Jelas Rayhan sambil menatap wajah Amar yang masih tertutup oleh kedua lengannya

"Tapi kenapa aku kak? Aku bukan wanita baik-baik seperti yang kakak kira. Aku cuma wanita yang selalu mengandalkan egonya kak" Jawab Amar kini dengan memberanikan menunjukkan wajahnya yang sembab

"Kamu istimewa Amaranth, saya slalu suka dengan pemikiran kamu, saya juga slalu menyukai tingkah laku kamu, dan saya menemukan sosok yang saya butuhkan didalam diri kamu" Jawab Rayhan dengan wajah seriusnya. Disisi lain, Amar hanya bisa diam. Amar Masih terus berfikir "apa benar laki-laki ini tulus, aku takut jika harus terulang lagi"

"Hei kenapa jadi melamun? Jangan terlalu difikirkan. Saya tidak akan memaksa kamu, biar waktu yang akan menjawabnya. Sekarang saya antar pulang ya. Saya bawa Mobil tadi" Ucap Rayhan sambil melambaikan tangannya didepan wajah Amar untuk membuyarkan tatapan Amar yang kosong karena melamun

"Eh maaf kak. Bentar, kok kakak bawa Mobil? Perasaan tadi kakak jalan?" Tanya Amar sambil mengusap wajahnya yang Masih basah karena air matanya

"Tadi setelah shalat saya minta untuk Mobil saya diantarkan" Jawab Rayhan

My SolutionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang