21. Kecewa

0 9 0
                                        

Cr pict : Flickr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cr pict : Flickr
.
.
.
.
.
.

.......................................................................

"Bismillah dulu mar" Ucap Hana kepada sahabatnya itu. Amar akan menemui Dosen pembimbing yang tempo hari sempat Amar kecewakan karena sampel yang hilang

"Bismillahirrahmanirrahim" Amar menghela nafasnya

"Berani kan?" Tanya Adel

"insyaAllah berani. Tapi agak ragu, Ahhhhh gimana dong" Amar tiba-tiba panik setelah mengumpulkan keberanian penuh

"Udahh, Amar bisa kok. Kita yakin" Ucap Hana sambil merangkul Adel yang ada disebelahnya

"Iya bener. Udah sana masuk" Adel sedikit mendorong Amar agar tetap berani untuk bimbingan hari ini

...

"Assalamualaikum Prof" Dengan langkah beratnya, Amar memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan Prof Any yang sudah sedikit terbuka bertanda memang sedang menunggu seseorang

"Waalaikumussalam, eh Amar. Sini nak" entah ada angin apa, mood Prof Any benar-benar baik sampai Amar bingung

"Sekali lagi saya minta maaf untuk
...." Belum sempat Amar menyelesaikan kalimatnya karena terpotong oleh kalimat yang terlontar dari mulut Prof Any

"Sampelnya sudah ketemu Amar, ini" Ujar Prof Any sambil menyerahkan sebotol kecil berisi senyawa murni yang sebelumnya telah hilang

"Hah? Bagaimana bisa Prof?" Tanya Amar terkejut heran

"Saat itu saya menyuruh bimbingan saya yang lain untuk mengambil sampel tahun lalu, namun dia malah mengambil sampel kamu dan menyerahkannya pada saya" Jelas Prof Any

"Alhamdulillah" Amar lega karena ia tidak harus mengulang penelitiannya dan bisa melanjutkan penelitiannya

"Segera dianalisis uji aktivitas nya terhadap sel kanker dan analysis strukturnya ya" titah Prof Any kepada Amar

"Baik Prof, jadi untuk penelitian S1 saya sudah fiks mengarah ke antikanker ya Prof?" Amar mengajukan pertanyaan untuk memastikan lebih tepat

"Benar" Ucap Prof Any

"Baik terimakasih Prof" Ujar Amar

"Sama-sama, oiya dan satu lagi" Prof Any menahan Amar yang sudah akan berdiri untuk meninggalkan ruangan itu

"Iya Prof?" Tanya Amar sambil kembali duduk di kursinya

"Saya minta maaf karena kemarin telah marah besar" Ujar Prof Any

"Oh tidak apa Prof, saya juga minta maaf karena menyimpan sampel ini dengan kurang baik" Amar tidak mau Prof Any merasa bersalah atas kejadian beberapa hari yang lalu

...

"Gimana mar, aman?" Tanya Hana dengan wajah khawatir karena Amar keluar ruangan dosen dengan wajah muram

My SolutionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang