Sore ini dua insan yang sudah sah menjadi pasangan suami istri itu bersiap-siap ke rumah Jasmine, karena sejak tadi bunda anak satu itu terus menerus menelfon dengan alasan rindu akan mantunya itu.
Gak butuh waktu lama buat Revan dan Tifanny sampe ke rumah Revan karena jarak antara rumah orang tua mereka hanya beda blok komplek.
Setiba di rumah Jasmine langsung menyambut anak dan menantu kesayangannya itu.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
"Aduh menantu bunda cantik banget kangen tau bunda." kata Jasmine sambil memeluk Tifanny erat
"Hallo bunda anakmu yang paling ganteng ini gak di kangenin juga bun gak di peluk juga gitu."
"NGGAK." jawab Jasmine ngeledek dan langsung pergi mengajak Tifanny masuk, meninggalkan Revan seorang diri di ambang pintu.
"Ck yang anaknya kan aku bun bukan Tifanny tega emen si." grutu Revan yang sedari tadi mengekor Jasmine dan Tifanny dari belakang.
"Biarin suka-suka bunda lah sirik aja."
Tifanny pu tertawa kecil dan menoleh kearah Revan menjulurkan lidahnya.
"Wleee."
"Dih awas lo ye gue siksa lo malem ini."
"Bunda siksa balik kamu van sampe macem-macem sama menantu bunda."
"Yahalah di belain aja terus."
"Bun ayah dimana." tanya Revan sembari duduk di sofa di samping Tifanny
"Ayah mana bun."
"Ayahmu lagi pergi sebentar katanya, paling dikit lagi balik ko."
"Hmm oke oke." Revan pun cuma menganggukkan kepalanya mencicipi camilan yang tersedia di atas meja.
"Kamu udah makan fan."
"Udah ko bun tadi sebelum kesini di suruh mama makan dulu."
"Bunda ih aku gak di tanyain."
"Iyaiya sirik aja si kamu van, kamu udah makan belom."
"Belom."
"Makan lah nanti mati gimana."
"Astaghfirullah bunda ko ngomong ya."
"Hehe canda sayang, kamu bener belom makan mau bunda masakin apa?."
"Udah bun tadi bareng Tifanny makan."
"Yaudah kalian ke atas dulu ya bunda mau siapin makan malem dulu, van ajak istri kamu ke kamar ya biar istirahat kalian."
"Aku bantuin ya bun."
"Gak usah sayang bunda aja kamu istrahat aja pasti cape kan."
"Cape dari mana orang rumah tebang 5 langkah doang segala cape." saut Revan sambil mengandeng Tifanny ke kamar.
Tifanny melihat sekeliling kamar Revan yang rapih harum dan bersih, karena biasanya kamar cowok tuh berantakan tapi tidak berlaku buat Revan.
Dia paling gak bisa liat ruangan yang kotor dan berantakan itu buat dia jadi gak nyaman.
Revan dan Tifanny pun menyibukan dirinya masing-masing Tifanny yang sibuk memasukan beberapa baju ke dalam lemari untuk persiapan kalo sewaktu-waktu mau nginep lagi biar gak bolak-balik bawa baju dan Revan yang sibuk dengan HP nya.
"Kak nanti malem lo gak ada acara?."
"Nggak kenapa?."
"Gapapa kirain mau jalan gitu sama temen-temen lo."

KAMU SEDANG MEMBACA
REVAN [On Going]
Dragoste{Follow Dulu Yuk Sebelum Baca} Tifanny Alquenna Handjaya, seorang gadis ceria dan memiliki sifat konyol, namun dia harus meninggalkan masa remaja dan kekasihnya karena perjodohan orang tuanya. "Aku gak mau di jodohin mah, pah. Aku itu punya pacar"...