Suara adzan membangunkan Tifanny dari tidurnya, dia langsung bergegas melakukan ritual paginya. Selesai mandi langsung memakai seragam dan menyiapkan perlengkapa Revan.
"Kak, kak bangun ayo sekolah." panggil gue sambil menepuk-nepuk pipinya pelan
"Ganteng gemes banget si kak kalo tidur gini coba deh kalo lu melek ngeselin tatapan lo tuh dingin banget kaya mau mangsa orang." batin Tifanny
Tapi bukannya bangun Revan malah merubah posisinya membelakangi Tifanny.
"Kakak bangun ihs nanti kita ke siangan hari ini kan upacara kak."
"Ihh halah ini orang kebonya ngelebihin gue, kakak ih bangun woi bisa-bisa kurus gue bangunin lo doang." omel Tifanny manggoyangkan badannya.
"Mmm apaan si fan, gue masih ngantuk ih."
"Bangun kak udah jam 6 kita kesiangan lu mau di hukum gara-gara telat emang."
"Hah jam 6 kenapa gak bilang" Revan langsung lari ke kamar mandi melakukan rutinitas paginya.
Tifanny pun turun untuk membuat sarapan cuma nasi goreng telur ceplok dan susu. Mau bikin yang lain takut gak keburu, cuna gara-gara Revan yang susah di bangunin jadi kesiangan.
Setelah makanan siap gak lama Revan turun udah rapih dengan seragam dan tasnya.
"Fan lo ngibulin gue ya."
"Abis kakak dibangunin susah banget melebihin gue ya kebonya."
"Au ah." decak Revan
"Udah ih ngoceh mulu, ayo makan nanti kesiangan."
Kita makan dalam keheningan hanya terdengar denting suara sendok garpu dan piring, selesai makan Tifanny mengambil tasnya menyalami punggung tangan Revan.
"Gue jalan dulu ya kak."
"Hmm, eh tunggu lah lu mau kemana."
"Sekolah lah masa ke mall."
"Bareng gue aja."
"Gak usah kak nanti gue pesan taxol aja."
"Nurut kata suami fan."
Mau gak mau Tifanny nurut apa kata Revan kalo gak bisa durhaka sama suami nanti, sabar ya fan sabar kata mama harus jadi istri yang baik.
Mereka pun menelusuri jalan dalam keadaan diam dengan pikirannya masing-masing.
"Kak nanti turunin gue di halte aja ya."
"Ko gitu kenapa?"
"Gak enak sama yang lain kak nanti jadi bahan omongan."
"Ck gak ya fan, gue tetep nurunin lo di sekolah peduliin banget apa kata orang si fan emang mereka yang kasih lo makan."
"Gak ada penolakan nurut kata suami." lanjut Revan
"Hebat dia bisa baca pikiran gue apa jangan-jangan dia jelmaan dukun."
•••
Sesampainya di sekolah semua netra mata tertuju ke arah mereka berdua berbagai tatapan yang sulit di artikan antara suka dan gak suka.
"Itu kan pacarnya Bara ko bisa sama my prince gue si.".
"Yaelah sok banget cantik si tuh si Tifanny."
"Murah banget mbaknya sono sini mau."
"Ih cocok gue suka couple mereka."
"Cocokan sama Kak Revan dari pada Bara."

KAMU SEDANG MEMBACA
REVAN [On Going]
Romance{Follow Dulu Yuk Sebelum Baca} Tifanny Alquenna Handjaya, seorang gadis ceria dan memiliki sifat konyol, namun dia harus meninggalkan masa remaja dan kekasihnya karena perjodohan orang tuanya. "Aku gak mau di jodohin mah, pah. Aku itu punya pacar"...