Ex Lover

142 18 7
                                    

Hening untuk beberapa saat dengan rasa canggung emosi panas jadi satu mungkin sampai pendingin ruangan tidak terasa.

"Fanny sini sayang, kenalin ini tante Angel dan ini Ameenah anaknya tante Angel."

"Hallo tante kak." sapa Tifanny sambil menyalami punggung tangan Angel dan berjabat tangan dengan Ame.

"Hallo, Ini siapa jas?."

"Ohh iya ini istri Revan namanya Tifanny, mereka baru minggu kemarin menikah."

"Haa istri." kata Angel dan Ame kaget.

"Iyah istri, sorry gue juga lupa bilang soalnya dadakan banget acara nikahnya juga kecil-kecilan."

"Ko bisa dadakan gitu si apa jangan-jangan-."

"Apa tante mau fitnah keluarga Revan." bentak Revan

"Revan ko kamu ngomongnya gitu sayang."

"Ayo fan, bun aku ke kamar dulu sama fanny permisi bun."

Tanpa menjawab pertanyaan Jasmine, Revan langsung pergi meninggalkan ketiga orang yang masih berdiri di ruang tamu. Dengan ekspresi Angel dan Ame yang masih kebingungan dengan penjelasan Jasmine tadi.

Tak lupa juga Revan menggenggam erat lengan Tifanny untuk ikut dengannya. Tifanny makin dibuat bingung dengan apa yang terjadi sekarang, ia lebih memilih diam untuk sesaat dan menuruti apa kata suaminya.

Sesampainya di kamar Revan membanting pintu kasar mengacak rambutnya meluapkan emosinya.

"Kak kenapa?." tanya Tifanny lembut menghampiri Revan dengan perasaan takut akan sikapnya saat ini.

"Gue benci sama orang itu fan."

"Tante Angel sama ka Ame?."

"Hmm."

"Kita duduk dulu ya jangan emosi dulu." ajak Tifanny membawa Revan ke atas ranjang menempatkan kepala suaminya di atas pahanya sesekali ia mengelus pucuk rambut suaminya agar emosinya mereda.

"Kenapa cerita sama gue, tapi kalo lo gak mau cerita gapapa ko kak gue gak maksain."

"Tapi lo jangan salah paham ya." kata Revan menatap Tifanny lekat.

"Ame itu mantan gue dari kita masih SMP, awalnya hubungan kita tuh baik-baik aja sampe kita masuk ke SMA tapi beda sekolah."

"Kelas satu semester kedua sikapnya berubah setiap gue ajak jalan atau jemput ada aja alesannya dia juga lebih sering marah gak jelas awalnya gue mikir mungkin karna dia lagi dateng bulannya."

"Ya cape kak kalo jalan mah apa lagi jalannya jauh." saut Tifanny diakhiri kekehannya.

"Ihh fan lucu banget si gue cium nih ya."

"Hehe gomen gomen terus kak lanjut lanjut."

"Tapi makin kesini makin aneh dia sama sekali gak ngabarin gue pisan selama satu minggu gue telfon selalu di reject chat gak di bales, sekalinya ketemu sikapnya tuh frontal banget gak semestinya kaya cewek biasa."

"Pernah sekali diangkat tapi disana ada suara cowok."

"Akhirnya gue coba cari tau sendiri kemana selama ini dia pergi sampe-sampe."

Revan menghentikan ceritanya mengehela nafas panjang.

"Sampe sampe apaan kak lanjutin."

"Gak sanggup gue ceritanya."

"Ihh kak cerita tuh gak boleh setengah-setengah dosa."

"Lah jadi lu yang kepo tadi bilangnya gapapa kalo gak mau cerita." kata Revan mencubit hidung Tifanny.

REVAN [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang