Prolog

175 22 56
                                        

.

.

Filosofi es batu 

.

.

.

Sebuah es batu mengenai kepala seseorang tapi bukannya membalas, cowok itu hanya terdiam di tempat saat merasa dirinya dijadikan bahan tontonan.

"Loser!" Gelak tawa kembali memenuhi ruangan. Tangan seseorang mendorong bahu cowok itu hingga terjatuh, membuat sang tubuh melingkarkan tangannya untuk menutupi wajah.

Suara orang-orang itu seakan berputar. Tertawa sambil melemparkan gelas, sampah, sendok atau apa pun yang ada di sekelilingnya dan tentu, yang tidak membahayakan.

"Dih, cowok kok nangis. Cupu!"

Salah satu pimpinan dari geng itu maju selangkah, mengambil tempat sampah lalu membuangnya pada cowok yang terlihat terduduk pasrah dengan sampah yang berada di sekujur tubuh.

"Namanya aja Genta ...." Lalu menatap badge name cowok itu di seragam. "Gentala Biantara yang artinya ...." Cewek itu menoleh ke belakang, seperti membisikkan sesuatu ke teman-temannya. "Ssst, artinya apa?"

Buru-buru Jovanka dan Veronica mengetikkan nama itu di Google hingga keluarlah makna yang dimaksud. Dengan serentak mereka berkata, "Naga penguasa udara!" Sedangkan salah satu dari teman mereka hanya menatapnya sinis karena kurang suka dengan sikap Vale yang sok berkuasa.

Suara tawa kembali terdengar. "Penguasa apaan! This is really a loser!" Vale memberikan penekanan di kalimat akhir.

***

Hallo, Gengs. Kembali dengan aku. Xixixi

Gimana pengenalan tokohnya?

Jangan lupa meninggalkan jejak.

15 Maret 2022. 

Titik Lebur (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang