Maisa Pov
Hari ketiga Alisa dirawat. Hari ini dia sudah di perbolehkan untuk pulang. Aku merapikan beberapa pakaian Alisa dan beberapa peralatan lainnya.
Alisa sudah bisa berjalan sendiri walau masih harus memegang dinding.
"Bisa kak?" Tanyaku ke Alisa.
Dia mengangguk sambil berjalan menuju ranjangnya.
"Ayah jemput jam berapa bu?" Tanya Alisa.
Aku melihat ke jam tanganku, sekarang baru jam 9 dan Mas Rian katanya mau jemput jam 10. Ada waktu 1 jam lagi untuk kami berberes pakaian dan barang-barang.
"Bu, Alisa boleh tau siapa yang tolong Alisa?" Tanya Alisa padaku.
Aku bingung mau jawab apa, kalau ku jawab kakaknya Ayasa yang menolong aku takut dia akan syok dan meminta untuk bertemu. Sedangkan aku saja tidak tau dimana Ayasa sekarang.
"Teman sekolah kakak dan pak polisi yang tolong" Jawabku.
"Maksud kakak yang tolong donorkan darahnya untuk kakak siapa Bu?" Tanya nya lagi.
Aku terdiam memikirkan nama seseorang.
"Itu ada keluarga pasien sini yang kebetulan darahnya sama kayak darah kakak, dan dia mau bantu donor" Bohongku ke Alisa.
Alisa mengangguk saja dan mungkin dia percaya dengan ucapanku.
Setelah satu jam menunggu akhirnya Mas Rian datang bersama papa dan mama. Alisa dibawa menggunakan kursi roda karena kepalanya masih pusing kalau berjalan lama.
Aku dan mama sudah berbaikan dan sudah saling menyayangi sekarang. Aku bersyukur akan hal ini.
"Ibu itu mirip ibu" Ucap Alisa saat kami tengah menunggu papa mengambil mobil dari parkiran.
"Mana kak?" Tanya Mas Rian.
"Itu loh yang baru masuk mobil" Tunjuk Alisa.
Aku dan yang lain tidak bisa melihat siapa yang Alisa tunjuk karena mobil itu sudah tertutup.
Mobil itu lewat di depan kami dan berhenti juga didepan kami.
"Eh Maisa kamu kenapa bisa disini?" Tanya seorang dari mobil dan aku mengenalnya.
"Walah kamu Rob, ini anak aku baru keluar rumah sakit. Ada musibah dikit keserempet motor. Kamu sendiri kenapa disini?" Tanyaku.
Robi duduk di depan sedangkan aku melihat ada istrinya dikursi belakang.
"Ini anak aku hari ini juga baru keluar rumah sakit Mai. Cepat sembuh ya Alisa, aku duluan ya" Pamit Robi pada kami.
Aku sempat melihat ke arah kursi belakang. Istrinya tersenyum pada kami, sedangkan anaknya bersandar ke istrinya dan menunduk.
Aku masih bingung kenapa dia bilang anaknya. Setauku baru beberapa bulan yang lalu anaknya meninggal dan dia tidak memiliki anak lain.
"Anak temen ibu itu tadi kata kakak mirip sama ibu" Ucap Alisa.
"Mirip ibu dari mananya kak?" Ucap Mas Rian sambil mengusap kepala Alisa.
Aku tidak ambil pusing. Dan tak lama kemudian juga mobil papa sudah didepan kami.
Ayasa Pov
Aku terbangun disebuah rumah sakit. Ada banyak alat yang menempel dibadanku. Aku menekan bel yang ada disamping ranjang. Tak lama datang 2 orang perawat dan satu orang dokter.
"MasyaAllah ini keajaiban. Kamu anak hebat bisa melewati masa kritismu" Ucap sang dokter.
"Kita lepas alat-alatnya ya dan kita pindah ke ruang rawat biasa" Sambungnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Berada Di Antara Kalian Bu?
Short StoryCerita sudah direvisi guys! Ayok baca🤗