Cerita nya kita tamatin ya😁
______________________________________
Maisa PovKami di rumah sakit sekarang. Keadaan Ayasa buruk, tulang kaki dan tulang tengkorak kepalanya retak. Kemungkinan Ayasa bertahan hanya 20%. Aku dan Mas Rian terus berdoa untuk keselamatan Ayasa. Begitu juga dengan Sinta dan Robi yang masih disini bersama kami untuk mendoakan Ayasa.
"Kita doa terus ya Mai supaya Aysa cepat sadar" Ucap Sinta.
"Namanya Ayasa Sin, dia memang selalu mengganti namanya agar kami tidak bisa melacaknya. Terima kasih ya setidaknya selama tinggal dengan kamu dia merasakan kasih sayang seorang ibu" Ucapku.
Aku tidak lagi menangis karena semua sudah ku pasrahkan ke yang diatas. Tinggal kami berdoa dan tim dokter berusaha.
Operasinya sangat lama karena tulang kaki Ayasa remuk terlindas bus. Kemungkinan kalau pun dia hidup dia akan cacat seumur hidupnya.
"Alisa sama Maliq ajak ke sini aja mas" Pintaku ke Mas Rian.
Mas Rian langsung menghubungi mama dan papa untuk membawa alisa dan Maliq ke rumah sakit.
Zayid, Naisa dan Zayn juga sudah dijalan menuju ke rumah sakit.
Kami tak henti-hentinya mendoakan untuk keselamatan Ayasa. Aku takut jika aku belum sempat meminta maaf kepadanya dan Allah sudah mengambil dia.
3 Jam Kemudian
Operasi berjalan lancar, kaki Ayasa diamputasi karena remukan tulangnya tidak bisa diperbaiki. Jadilah sekarang Ayasa hanya memiliki satu kaki.
Aku melihatnya yang tertidur diranjangnya. Wajah yang sangat mirip denganku. Wajah teduh yang dulu selalu menangis akibat perkataanku.
"Mas" Aku menggenggam tangan Mas Rian.
"Yang penting Ayasa selamat Mai. Kita tunggu dia bangun ya, kamu istirahat dulu" Aku duduk dikursi ruangan ini bersama Alisa dan Maliq.
"Ibu, kakak itu kakak Maliq?" Tanya Maliq anak bungsuku.
"Iya, itu kakak Maliq. Kakaknya Kak Alisa juga" Jawabku.
"Kenapa bobok?" Tanya nya lagi.
"Kakak habis sakit, Maliq doain kakak cepat bangun dan sehat lagi ya biar kita bisa sama-sama" Ucapku.
Maliq mengangguk dia mendekati ranjang Ayasa.
"Cepat bangun kakak, Maliq mau kenalan sama kakak" Ucapnya sambil memegang tangan Ayasa.
Terharu aku melihat Maliq yang membangunkan Ayasa.
"Kalian gak papa pulang dulu, kasian Sinta lagi hamil kan nanti kecapekan" Suruh Mas Rian ke Robi dan Sinta.
Mereka berdua dari tadi masih disini menunggu Ayasa bangun. Aku tau Sinta dan Robi sangat menyayangi Ayasa.
"Aku istirahat disini aja Mai, bolehkan? Aku mau nungguin Ayasa sampai bangun" Pinta Sinta.
"Iya gak papa tapi kamu duduk aja ya jangan kemana-mana" Ucapku.
Sinta duduk disampingku bersama Alisa dan Robi sedangkan Mas Rian duduk didekat ranjang bersama Maliq.
"Kakak bangun!" Teriak Maliq.
Ayasa bangun tiba-tiba saja tanpa suara. Ya memang dia tidak pernah bersuara.
"Yasa" Panggil Mas Rian.
Dia diam saja dan hanya menatap Mas Rian. Dari tatapannya aku tau dia tidak suka dengan kami.
Sinta dan Robi mendekat. Terlihat dari mata Ayasa dia senang ada Sinta dan Robi disini.
"Kamu aja Sin" Aku mempersilahkan Sinta untuk berdiri disamping Ayasa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Berada Di Antara Kalian Bu?
Historia CortaCerita sudah direvisi guys! Ayok baca🤗