~Bab 06~

72 5 0
                                        

"tenang aja Len, itu baru rumor kok. Mungkin mereka akrab buat persiapan lomba bukan hal yang lain. Semangat dong.. jangan cemberut gitu." Ucap Novea

Lena pun hanya merespon dengan deheman.

Tak terasa bunyi bel masuk berbunyi. Para siswa dan siswi pun mulai meninggalkan kantin dan menuju ke kelas masing-masing dan melanjutkan kegiatan belajar mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini hari yang sangat menjengkelkan bagi Lena karena ban mobil yang ia gunakan kempes di parkiran.

"Nih, ban mobil ngapain kempes sih," gerutu Lena.

"Kenapa Len belum pulang?" Tanya Novea.

"gue gak bisa pulang, ban mobil gue kempes"

"telepon supir lo aja Len buat jemput lo... kan beres" saran dari Novea

"Oh iya ya kenapa gue gak kepikiran," jawab Lena cengengesan. "Heran gue punya temen yang udah pikun," sahut Novea.

"Halo Pak"

"Iya ada apa Non?"

"Pak, minta tolong jemput Lena di sekolahan dong.. ban mobil Lena tiba-tiba kempes."

"Aduh, maaf Non bukannya tidak mau jemput, tapi saya lagi ngantar Nyonya ke rumah temen-temen Nyonya Non,"

"Yah, jauh gak Pak ... kalau gak jauh habis nganter Mamah langsung jemput aku,"

"Jauh Non, butuh 2 jam an ke sekolahan Non,"

"Ya udah deh Pak. Hati-hati ya pak"

"Iya Non, saya tutup dulu teleponnya ya Non,"

"Iya Pak"

TUT

"Gimana? Bisa gak?" Tanya Novea

"Gak bisa Nov, supir gue lagi ngantar Mamah ke teman sosialitanya," sahut Lena yang kesal.

"Yah, gue juga gak bisa nebengin lo Len .... Soalnya gue habis ini langsung out takutnya nanti telat gue yang dimarahin." Jawab Novea

"Gak papa Nov, kan kita juga gak searah," ucap Lena

"Terus lo gimana? Gue tinggal lo pulang sama siapa?" Tanya Novea dengan raut wajah khawatir.

"Udah gue gak papa tenang gue bisa pulang kok, udah sana keburu telat lo malah neror gue," jawab Lena

"Ya udah gue tinggal ya, kalau ada apa-apa telepon gue lho," sahut Novea

"Iya."

Lena yang melihat punggung Novea yang sudah menjauh dari tempatnya, kemudian ia berbalik menatap nasib mobilnya dan kini tinggal dia seorang yang masih di area parkiran sekolahan. Ia bingung minta tolong sama siapa lagi, karena sekolahan sudah sepi hanya anak-anak yang ikut kegiatan ektrakurikuler yang masih ada di sekolahan. Saat matanya mengedarkan ke area parkiran tidak sengaja matanya menatap motor milik kakaknya yang masih ada di parkiran, lalu ia menatap layar handphonenya.

Ia ragu untuk menelepon kakaknya apakah ia mau adik satu-satunya ini ikut nebeng dia? Karena Lena terlalu larut dalam pikirannya sehingga tak menyadari bahwa kakaknya mulai menjalankan motornya. Lena yang melihat itu panik dan ragu untuk ikut atau enggak, dia lelah yang beradu dengan hatinya dengan tekad yang telah dikumpulkan akhirnya ia menghadang kakaknya.

Rio yang hampir keluar dari gerbang sekolah seketika mengerem mendadak karena didepannya ada orang yang tiba-tiba menghadangnya. "lo mau cari mati?" Tanya Rio dengan matanya yang menatap tajam kearahnya. Lena yang kaget dengan tindakan nekatnya itu menjawab.

Cinta Yang Tak DiharapkanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang