MHIFOW|4

1.2K 84 3
                                        

Mereka berdua terus menukar saliva satu sama lain. Jergas terus menelusuri mulut Nana dengan lidahnya. Mereka melepaskan tautannya, nafas mereka berdua memburu. Tapi, bukan Jergas namanya kalau melepaskan gadisnya begitu saja. Jergas menggendong tubuh mungil Nana ala koala style sembari terus menyusuri leher jenjang milik Nana.

"Eumphh...". Lenguh Nana pada saat sudah berada dikasur. Sekarang dia berada dibawah dan ditindih oleh Jergas diatasnya.

Jergas mulai melepaskan kencing baju Nana satu persatu. Terlihat jelas dua gundukan Nana yang masih terbungkus oleh bra warna piech nya. Tentu saja Jergas terus memberi hak kepemilikannya di leher Nana. Tangannya tidak mungkin menganggur, kedua tangannya terus meremas kedua gundukan Nana yang masih terbungkus oleh bra.

"Ahhhh...jerakhh...jergas...ahhh...". Desahan Nana mulai keluar dari bibir mungilnya

Tidak sabar untuk menyesap benda besar itu. Jergas langsung membuka kaitan bra Nana. Terpampang jelas gundukan Nana yang putih. Tanpa, aba-aba Jergas langsung menyerangnya dengan agresive. Terus menyesap nya sembari meremas gundukan Nana yang satu.

"Susu kamu enak...". Ujar Jergas ditengah-tengah kegiatan panasnya itu.

Setelah beberapa jam menyesapnya, Jergas lalu melepaskannya. Buru-buru Nana memakai bra dan bajunya.

Jergas langsung memeluk Nana dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nana.

"Kalau kita sudah nikah nanti, aku bakalan ganas sama punya mu yang dibawah.". Bisik Jergas ditelinga Nana. Ucapan itu berhasil membuat pipi Nana memerah.

Beberapa saat setelah kegiatan panasnya hujan pun berhenti dan sudah menunjukkan pukul 20.00. Berarti dia cukup lama dengan Nana.

"Aku balik ke kamar ya.". Jergas mengecup kening Nana.

"Hm.". Nana hanya berdehem dingin menanggapi perlakuan manis Jergas.

"Ngambek hm?.". Jergas meraih tangan Nana lalu menguncinya dilehernya.

"Aku ngambek!.". Ketus Nana yang membuat Jergas terkekeh pelan.

"Padahal tadi kamu ga ngelawan lohh, malahan menikmati banget.". Senyum Jergas dengan nada menggoda.

"Bukan itu!.". Nana mengelak

"Terus?.". Tanya Jergas lalu merangkul pinggang Nana.

"Kamunya modus.". Nana menarik leher Jergas buat mendekat ke mukanya.

"Hehe, yaudah maaf.". Jergas terkekeh pelan karna yang dikatakan Nana memang benar adanya. Lalu menempelkan keningnya ke kening Nana.

"Udahkan.". Tanya Jergas dengan nada lembut.

"Yaudah deh.". Nana tersenyum nakal lalu melepas rangkulan Jergas dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.

"Yaudah ya Naa. Aku, kemar jugaa! Mau mandi.". Teriak kecil Jergas membuat kamar Nana sedikit mendengung. Tak ada jawaban, Jergas tahu Nana sedang berbunga-bunga karna perlakuan manisnya.

Abaikan dulu Nana dan Jergas kita beralih ke Haerja sang Raja drama komedi.

"Ngapain ya.". Raja bertanya pada dirinya sendiri sembari berguling-guling di tempat tidurnya.

Setelah beberapa jam berguling-guling dia akhirnya berhenti.

"Oh iya! Chat calon pacar ahh.". Raja langsung merogoh ponsel yang ada di kantong celananya.

Calon Pacar

|Chaa...

Kenapa Ja?|

My Husband Is Full Of Wealth | Jerose | ContinuedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang