14. DEKLARASI LAURI

22 7 1
                                        

14. DEKLARASI LAURI

"Jangan pernah nyinggung orang pinter kalau lo gak mau dibungkam sama perkataan sadis mereka yang keluar dengan nada halus"
Leo Nebrasolidei

--••🍙••--

"Psstt... Woi! Leolelepatin!"

Leo menoleh ketika mendengar bisikan setan yang terkutuk. Ah ralat, maksudnya bisikan Diana yang duduk tepat di sampingnya. "Apa Udin?"

"No 23 jawabannya apa?"

"Emang no 23 soalnya tentang apa?"  Leo balik bertanya. "Itu yang ngomongin uang tabungan Nana, Nani, sama Nina" bisik Diana pelan.

"Gue sih C" kening Diana mengerut dan dia memiringkan kepalanya heran. "C dapet dari mana?" tanya Diana.

"Nana, Nani, sama Nina kan nama cewek. Jadi gue pilih C" celetuk Leo sangat jauh dari kata masuk akal.

Diana hanya manggut-manggut paham lalu menuliskan jawaban soal tersebut. Persetan dengan alasannya. Dia sudah dibuat bingung oleh jajaran angka di kertas soal ujian matematika yang benar-benar tidak dia mengerti.

"Kalau no 11 lo apa jawabannya, Din?" bisik Leo.

Diana mengecek Bu Jeha yang masih fokus terhadap ponselnya. Dirasa kalau kondisinya aman untuk kongkalingkong, gadis itu pun membisikan sesuatu pada Leo. "Emang soalnya ngomongin apa?"

"Itu yang ngomongin diskon seblak"

Diana membuka lembar jawabannya lalu kembali menoleh ke arah Leo. "Gue sih B"

"Dapet dari mana?"

"Seblak kan asalnya dari Bandung, makanya gue pilih B"

Leo berpikir sejenak seraya mengelus-elus dagunya. Merasa ada yang aneh, dia pun kembali bertanya. "Tapi kan yang ditanyain harga diskon seblak yang persentasenya 24,5% lho, Udin..."

"Persetan dengan harga diskonnya! Lo tanya aja sonoh sama tukang seblaknya, nanti lo tau sendiri" sahut Diana.

Tanpa pikir panjang Leo pun menuliskan jawaban yang berasal dari Diana. Kongkalikong mereka terus berlanjut selagi mata Bu Jeha tidak memergoki mereka. Untungnya posisi duduk kedua orang itu ada di belakang, jadi lumayan aman

"No 7 apa Le?"

"D"

Kedua alis Diana mengkerut. "Kok D? Kata si Ucup jawabannya A?"

Leo tersengir menampilkan deretan giginya. Dia pun menunjuk ke arah gadis yang ada di belakangnya dengan menggunakan dagu.

"Gue tadi ngintip lembar jawabannya si Neneng, dia kan yang paling pinter matematika disini setelah Lauri, Asta, sama Aji. Jadi tenang aja, gue jamin akurat dan terpercaya"

Diana mengangguk mengerti lantas menuliskan jawaban dari Leo. Sementara itu Lauri yang mendengar percakapan antara kedua orang itu hanya bisa geleng-geleng kepala sembari menahan tawa. Tiap kali IPA 2 dihadapkan dengan ulangan harian, pasti ada saja tingkah dari mereka yang bisa membuat sakit perut karena terlalu lama menahan tawa.

Lauri memeriksa lembar jawabannya. Setelah memastikan semuanya sesuai, gadis itu bangkit dari duduknya lantas berjalan ke arah meja guru untuk menyerahkan lembar jawabannya. Padahal orang lain masih bersusah payah untuk mengerjakan soal-soal matematika itu. Namun Lauri dengan lancarnya menyelesaikan soal tersebut seolah itu bukan hal yang sulit.

Ketika dia hendak menyerahkannya pada Bu Jeha, kertasnya beradu dengan lembar jawaban seseorang. Refleks Lauri menoleh ke samping, dan ternyata orang itu adalah Asta. Dia hanya melirik Lauri sekilas lantas menyimpan lembar jawabannya di depan Bu Jeha. Setelah itu cowok itupun pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.

ASTA SHENAZARCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang