21. ASTA SHENAZAR, PACAR LAURI
"Am i Cinderella? I might fall in love"
—Lauri Shinobu
--••🍙••--
Asta membawa Lauri ke taman belakang sekolah, dimana tak ada satupun orang di sana. Hanya ada dirinya dan Lauri yang hingga kini masih memasang ekspresi bingung.
Cowok itu menengok ke segala arah, memastikan tak ada seorangpun yang bisa mendengar percakapan mereka. Asta pun membawa Lauri untuk duduk di sebuah bangku panjang tepat di bawah pohon yang cukup rindang.
Dia melepas genggaman tangannya dan menatap ke arah Lauri yang masih tersipu. "Gue ngelakuin itu biar gak ada yang curiga sama hubungan palsu kita, jadi lu gak berhak protes"
Asta pikir Lauri akan langsung marah karena cowok itu sudah menciumnya sembarangan tanpa seizin gadis tersebut. Namun di luar dugaan, setelah mendengar klarifikasi dari Asta, Lauri malah mengembungkan pipinya.
"Emangnya harus gitu ya..." gerutu gadis itu dengan nada yang sangat pelan nyaris tak terdengar.
Apa Asta tidak salah lihat? Mungkinkah Lauri saat ini terlihat sedikit... kecewa? Sebuah senyuman nakal terukir di bibir Asta. Cowok itu menyenderkan kepalanya ke punggung bangku lantas kembali berkata.
"Ada yang kelihatan kecewa gini sih? Kalau sekecewa itu lo bisa ngulangin hal yang sama sekarang"
Lauri berdecak sebal ketika mendengar omongan Asta. "Siapa juga yang kecewa, kamu jangan kepedean jadi orang!"
Gadis itu melipat tangannya di depan dada seraya memalingkan wajahnya. Entah kenapa ia merasa kalau Asta semakin hari semakin menyebalkan saja.
Sejujurnya Lauri masih merasa malu dan terbayang-bayang akan kejadian di koridor sekolah tadi. Itu adalah kali pertama Lauri dicium secara langsung oleh seorang cowok! Walaupun hanya sekedar ciuman singkat di pipi, namun itu adalah pengalaman pertama Lauri.
Lauri sadar kalau seharusnya dia marah terhadap Asta. Karena cowok itu menciumnya tanpa izin. Tapi entah kenapa tidak ada sedikitpun perasaan marah yang muncul di hatinya.
Alih-alih marah, gadis itu malah merasa campur aduk. Senang, malu, dan bingung menjadi satu. Seolah-olah ada banyak kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya, dan Lauri belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Entahlah, Lauri benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri.
"Pulang sekolah nanti lo harus ikut gue ke Markas Castinozera" ucap Asta tiba tiba-tiba.
Lauri menoleh ke arahnya lantas balik bertanya, "Kenapa?"
"Lo lupa kalo barusan gue ngumumin lo sebagai pacar gue di depan semua warga sekolah?"
Mendengar hal itu lagi-lagi membuat telinga dan kedua pipi Lauri bersemu merah. Kata pacar benar-benar terasa asing di telinganya dan entah kenapa Lauri selalu merasa malu ketika mendengarnya.
"Iya, emangnya kenapa?"
"Anak-anak Castinozera pasti nungguin gue di markas dan bakal pada minta traktiran."
Lauri sedikit tersentak lantas gadis itu pun menganggukkan kelalanya. "Ah iya, bener juga..."
"Tenang aja, lo udah tahu kan kalo mereka semua baik dan gak bakal ada yang berani macam-macam sama lo. Pulang sekolah nanti kita bareng"
Lauri tersenyum lantas mengangguk patuh. "Okay"
Meskipun ini bukan kali pertama dirinya mendatangi markas Castinozera, gadis itu masih merasa gugup. Karena statusnya sekarang yang orang ketahui sebagai pacar Asta.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASTA SHENAZAR
RomanceKata orang, Asta adalah ketua geng Castinozera yang dingin, kejam, dan tak berperasaan. Tapi di mata Lauri, Asta adalah cowok tampan misterius yang sangat unik dan penuh rahasia. Dia tiba-tiba menjadi bagian penting dalam skenario kehidupan Lauri se...
