19. ASTA & LAURI BERPACARAN
"Butuh lebih dari sekedar kata untuk mengatasi orang yang keras kepala. Maka dari itu mari kita gunakan aksi nyata"
—Asta Shenazar
--••🍙••--
Hari ini Lauri lagi-lagi datang sedikit terlambat. Namun tidak separah kemarin sehingga kali ini keterlambatannya masih bisa ditolerir. Jadi dia tidak harus dihukum.
Suasana kelas XII IPA 2 sudah ramai dan semuanya sudah datang. Selagi menunggu guru jam pelajaran pertama datang. Masing-masing murid melakukan berbagai macam kegiatan. Ada yang sekedar bermain handphone, ada yang sedang ghibah, dan lain sebagainya.
Diana yang melihat kedatangan Lauri langsung menghampiri gadis itu. "Lo telat lagi? Harusnya lo izinin gue buat jemput lo"
"Kalo kamu jemput aku, nanti kamu jadi muter jauh. Udah, Diana. Aku gak pa-pa kok"
"Si bangsat Naina itu emang mau gue pitesin lehernya. Gue heran kenapa dia nyari masalah lagi sama lo. Mentok-mentok karena masalah sepele yang digede-gedein kan?" tebak Diana.
Sejauh ini gadis itu belum mengetahui alasan pertengkaran Lauri dengan Naina. Lauri memang tidak ingin memberi tahu gadis itu. Karena jika dia mengatakan semuanya, maka Diana pasti akan sangat marah karena Lauri sudah berbohong kepadanya hingga sejauh ini.
"Haisss, bener-bener gak habis pikir gue sama orang yang kayak gitu..." ujar Diana masih dengan nada yang kesal. Lauri yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
"Udah, Diana. Gak usah dibahas lagi. Pagi-pagi gak boleh emosi, bisa darah tinggi nanti"
"Ck, kesabaran lo yang setebal kulit bumi bikin gue makin darah tinggi" ujar Diana entah kenapa terlihat semakin kesal.
"Ahahaha, kamu bisa aja" kekeh Lauri.
Gadis itu berjalan menuju tempat duduknya dan hendak menyimpan tas. Di sana Lauri bisa melihat Asta yang sedang mengobrol dengan Leo dan juga Aji. Tumben-tumbenan sekali ketiga cowok itu tidak datang terlambat. Padahal biasanya mereka datang setelah jam pelajaran pertama berakhir.
Bicara soal terlambat, Lauri jadi teringat akan tawaran yang Asta berikan kepadanya saat mereka dihukum membersihkan perpustakaan. Berkat tawaran itu, Lauri jadi kepikiran sampai susah tidur malam tadi.
Secara betapa mengejutkannya ketika seorang Asta yang terkenal dingin dan anticewek, tiba-tiba menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Walau saat itu Asta mencantumkan kata pura-pura dalam tawarannya. Tapi mau dipikir sekeras apapun, masih sangat sulit untuk masuk logika.
Melihat wajah Asta sekarang ini yang terlihat biasa-biasa saja, entah kenapa membuat Lauri kesal. Padahal cowok itu sudah membuat Lauri membatin tadi malam, tapi bisa-bisanya dia terlihat segar seolah tidak terjadi apa-apa.
"Emang boleh sebiasa itu?" ujar Lauri diam-diam mengumpat.
Gadis itu memegang tasnya erat-erat. Ini tidak boleh terjadi! Lauri harus menuntut penjelasan tentang alasan kenapa Asta menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Kalau tidak, dia akan terus menerus dihantui rasa penasaran.
Dengan bermodal nekat dan nyali seadanya. Lauri pun memberanikan diri untuk mendekati cowok itu dan mengajaknya mengobrol. Walau dalam hati gadis itu benar-benar merasa malu untuk berhadapan dengannya.
Kedatangan Lauri seketika menarik perhatian Asta, Leo, dan juga Aji. Hal yang membuat obrolan mereka langsung terhenti. Lauri menarik nafas pelan lantas berkata.
"Asta, bisa ngobrol berdua sebentar?"
Mendengar pertanyaan dari Lauri, Asta hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian cowok itu pun menginterupsi kedua temannya yang tak lain Leo dan Aji agar kembali ke alam masing-masing. Ke tempat duduk mereka maksudnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASTA SHENAZAR
RomanceKata orang, Asta adalah ketua geng Castinozera yang dingin, kejam, dan tak berperasaan. Tapi di mata Lauri, Asta adalah cowok tampan misterius yang sangat unik dan penuh rahasia. Dia tiba-tiba menjadi bagian penting dalam skenario kehidupan Lauri se...
