Menjadi sebatang kara memang bukan keinginannya, memiliki hidup yang sulit juga bukan kemauannya. Keadaan mengharuskan ia berdiri dengan kakinya sendiri. Meresapi setiap kesakitan yang ia lalui tanpa seorang pun di sisinya, terkadang membuat Linka muak dan ingin menyerah saja.
Waktu tempuh menuju sekolah tak begitu lama sebenarnya. Namun, bersama dengan Naraka, waktu terasa berjalan lambat. Duduk di samping Naraka, membuat Linka selalu merasa was-was. Rasa takut seolah enggan meninggalkannya. Bayang-bayang Naraka dengan kediktatorannya tak henti menghantui. Alasan yang membuat Linka memilih melempar tatapan keluar jendela dengan harap pemandangan di luar dapat mengurangi kekhawatirannya. Walau kenyataannya, resah yang ia rasa tak kunjung mereda.
Naraka lagi-lagi memaksanya bersama dengan dalih jika ia tidak diawasi, ia bisa kabur. Dirinya dipaksa tinggal di rumah megah cowok itu sejak ia jatuh sakit kemarin. Tak ada celah untuknya menghindar. Ia diawasi ketat seolah dirinya adalah tawanan.
"Turun."
Kesadaran Linka kembali tertarik ke permukaan kala mendengar titah Naraka itu. Ia mengedarkan pandangan, ternyata mereka telah sampai di parkiran sekolah. Tanpa menunggu Naraka memerintah untuk yang kedua kalinya, ia segera turun sebelum dirinya dimarahi.
Naraka mmenyampirkan ransel di bahu kanannya. Walau penampilannya terkesan acak-acakan, wajah tampannya masih menjadi hal yang paling menonjol darinya. Mungkin, jika Naraka bersikap baik atau bahkan bukan seorang pem-bully, ia pasti memiliki banyak penggemar. Tak memedulikan sekitar, cowok itu berjalan bak preman, memamerkan arogansi yang mendominasi. Bahkan, siswa-siswi yang lain seolah memberi jalan untuk Naraka.
Linka hanya menunduk mengikuti Naraka dari jarak yang cukup jauh, mana berani ia berjalan berdampingan. Tak berani ia mendongakkan kepala. Pandangan sekitar seolah menelanjangi, membuat Linka semakin terlihat kecil. Di belokan, ia segera melangkah menuju kelasnya.
Naraka tak akan peduli, satu hal yang dirinya pahami, Naraka akan memanggil mainannya ketika butuh. Linka segera membawa kakinya memasuki kelas. Ia melangkah cepat menuju tempat duduknya yang berada di pojok. Ketika tubuhnya sudah berhasil ia dudukkan, Linka segera mengeluarkan ponselnya, berusaha mengurangi interaksi dengan yang lain.
"Lo kenapa kemarin gak berangkat? Lo sakit? Kenapa gak ngabarin, sih, kalo gak berangkat? Kita semua nyariin lo tahu gak. Lo tahu, kemarin Naraka nyariin lo. Wah, kalo gak ditahan Olivia, gue udah baku hantam sama bajingan itu," cerocos Grizella yang tahu-tahu sudah duduk di bangku kosong sebelah Linka.
"Diem bisa gak? Tuh, liat Linka, dia pusing dengerin ocehan lo yang kek kereta."
"Peace, Linka. Lo kenapa kemarin gak masuk?" tanya Grizella.
"Kemarin aku demam, tapi sekarang udah sembuh."
"Lo udah baikan? Kalo belum ayo ke UKS aja." Punggung tangan Olivia terulur, mengecek dahi Linka yang sudah mengeluarkan suhu normal. Syukurlah Linka sudah baik-baik saja, Linka dengan suka rela menerima perhatian dari keduanya.
"Lo gak diapa-apain sama Naraka kemarin? Tuh orang nyariin lo sambil marah-marah."
"Dia datang ke rumah." Ternyata karena hal ini, kemarin Naraka dengan suka rela menghampiri rumahnya dan mengetahui keadaan mainannya yang tak masuk kelas.
"Mana yang sakit? Dia nyakitin lo di bagian mana? Ayo, sini bilang ke gue. Biar gue kasih perhitungan itu orang." Grizella bersungut-sungut mengatakannya.
"Tenang, ogeb. Linka baru mau cerita, lo main potong aja dari tadi. Lanjut, Lin," kesal Olivia.
"Entahlah, kemarin Naraka seperti orang lain. Aku pingsan setelah buka pintu. Pas bangun, tahu-tahu aku udah di ranjang dan udah diinfus. Naraka juga suapin aku. Sikapnya kemarin cukup baik, dia gak main kasar." Linka hampir membawa perasaannya atas sikap Naraka kemarin, ia yang memang sejak awal kekurangan kasih sayang, mendapat kebaikan sedikit saja sudah merasa baper.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
Krótkie OpowiadaniaBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
