50

128K 3.8K 329
                                        

BAB 50

Naraka, dirinya kembali mengulang waktu. Ia sempat tak percaya dengan hal ini dan dirinya pernah mendengar penjelasan tentang kehidupan yang diragukan. Jika kalian meragukan hidup ini, mimpi atau nyata maka itu semua adalah nyata. Dan benar, ia kembali menatap tanggal di mana satu tahun sebelum kepergian Linka. Meski sulit dipercaya, Naraka sangat mensyukuri kejadian yang ia alami. Ia bisa kembali bersama Linka-nya.

Kali ini dirinya benar-benar akan menjaga Linka, mendapatkan gadisnya dengan cara yang benar tanpa memaksa ataupun menyakitinya. Cukup sekali di kehidupan dahulu dirinya kehilangan dua orang tercinta. Kilas balik waktu ini dirinya akan menjaga Linka hingga waktu yang ditentukan mereka dipercaya kembali diperbolehkan menjaga Hiero.

Naraka tersadar saat kaca mobilnya diketuk oleh gadis yang sudah menjadi kekasihnya. Linka, Naraka memberikan senyum pada gadisnya saat sudah masuk ke mobil.

"Maaf, ya, kamu pasti nunggu aku lama. Aku tadi buat sarapan dulu, nih," tunjuk Linka pada satu kotak bekal dalam pangkuannya.

Naraka terulur mengusap kepala Linka gemas. "Aku bakal nungguin kamu selama apa pun, makasih udah buat bekal buat aku."

"Siapa juga yang mau ngasih kamu?" Linka berujar dengan nada jutek.

"Bukannya itu untukku, seperti biasa kita makan berdua?" Naraka menatap Linka dengan lembut seperti biasa.

"Enggak, hari ini cuma buat aku. Udah, ayo! Buruan, kita udah hampir telat," balas Linka yang masih membohongi Naraka.

"Udah, gak pa-pa, kamu makan aja sambil jalan, nanti sakit kalo kesiangan sarapannya," balas Naraka sama sekali tak marah.

Linka sampai gemas, Naraka menjadi boyfriendable, jarang marah, dan pengertian. Pacarnya ini sangat sabar dan tak sekalipun meninggikan kalimatnya saat bersamanya. Ia bahkan sampai meragukan, apa benar Naraka yang saat ini menjadi kekasihnya adalah pria yang sama yang sering digosipkan sebagai iblis berwujud manusia.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, lalu lintas cukup padat, tetapi tak juga macet. Linka cemberut, padahal ia ingin melihat Naraka versi ngambek, tetapi gagal. Pacarnya sangat penyabar dan pengertian.

"Ih, padahal aku mau lihat kamu ngambek," kesal Linka kemudian membuka bekalnya, ia menyodorkan suapan pertama pada Naraka yang terkekeh, lalu menerima suapan tersebut.

"Kamu bukannya seneng punya pacar yang pengertian? Malah mau lihat aku ngambek, nanti susah bujuknya," kekeh Naraka.

"Udah, ah. Siapa, sih, yang gak bersyukur? Kurang sempurna apa juga aku, punya pacar ganteng, ketua geng, anak tunggal kaya raya, penyabar, dan boyfriendable? Duh pasti semua cewek iri sama aku," balas Linka dengan nada mengejek. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia sangat-sangat bersyukur bisa menjadi pacar Naraka.

"Nah, itu tahu. Kamu pasti bersyukur tiap malem. Aku ganteng, kaya, terus serba bisa, siapa juga yang nolak pesona seorang Naraka," ucap Naraka dengan nada sombong.

"Sombong banget, sih, Bang," balas Linka dengan gemas. Pacarnya ini sungguh di luar dugaan.

"Harus, dong."

***

Mereka tiba di parkiran sekolah, Linka segera menyimpan kotak bekal pada mobil. Naraka kemudian keluar menyusul pacarnya.

"Bukain pintu dulu, kek. Gak aku bawain sarapan lagi tahu rasa kamu," kesal Linka. Naraka panik, bukannya dia tak mau membukakan pintu, tetapi Linka yang keburu keluar.

"Aduh, Sayang. Aku baru mau bukain pintu, kamu udah keluar duluan. Jadi jangan marah, ya. Tetep masakin aku. Kamu tahu sendiri aku suka banget sama semua yang kamu buat." Naraka mencoba membujuk Linka.

Naraka's (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang