BAB 20
Tiga siswi tengah berjalan di koridor, suasana memang lumayan sepi karna mereka baru selesai melakukan tugas kelompok.
"Yah, gue gak bisa anter lo," ucap Olivia tak enak.
"Aku bisa naik bis nanti, lagian gak enak numpang kamu mulu."
"Ihh, ini kalo Mami gak nyuruh pulang cepet gue juga bisa. Gue duluan, ya, tuh, lihat udah telfon lagi Mami," kesal Olivia, kemudian berjalan cepat meninggalkan mereka.
"Hati-hati!" teriak Linka.
"Lo mau ikut gue aja. Biar gue yang anter nanti sama supir," tawar Grizella.
"Gak mau. Lagian kita gak searah, kasihan nanti kamu kelamaan muter-muter"
"Gak pa-pa, ayok ihh!"
"Gak, deh. Gue gak enak."
"Kalo lo gak mau bareng gue. Lo gak boleh nolak tawaran gue yang ini." Grizella yang melihat sosok pemuda yang sudah ia hafal diluar kepala tengah berjalan tak jauh darinya. Ia mendapat ide cemerlang untuk mereka.
"Apa, sih? Jangan aneh-aneh, deh," tanya Linka tak paham.
"Gak aneh-aneh tenang aja. Pasti lo suka." Grizella segera menggandeng Linka agar sahabatnya itu tak kabur.
"Bang Ian!" teriak Grizella, memanggil abang sepupunya.
Bryan yang mendengar namanya dipanggil, menatap sekitar dan menemukan sepupunya tengah melambai girang. Ia berjalan mendekat.
"Apa? Tumben manggil pake embel-embel, pasti ada maunya," tebak Bryan.
"Tahu aja, Bang. Anterin Linka, ya, Abang Sepupu paling ganteng gue." Grizella mendorong Linka hingga tubuhnya berdekatan dengan Bryan.
"Gak usah, deh, ngerepotin Bryan malahan. Maaf, ya. Aku bisa pulang sendiri." Ia merasa tak enak. Linka menatap kesal Grizella yang hanya dibalas oleh cengiran tak berdosa.
"Pokoknya anterin, ya, Bang. Gue balik dulu. Inget, jangan sampai lecet setitik pun. Bye, Bang. Gue sayang sama lo." Grizella segera berlari. Ia tahu Bryan pasti setuju, jadi ia tak akan merasa takut.
"Aku duluan, ya, Ian. Gak perlu dianter, maaf ganggu waktunya."
Bryan menahan lengan Linka, cewek itu menatap tak paham.
Hey, Linka tengah berhadapan dengan cogan yang paling tenang dan waras di geng poseidon yakali gak gugup.
"Gue anter."
"Nanti ngerepotin, gak usah, Ian."
Bukannya menjawab, Bryan malah menarik Linka menuju parkiran hingga sampai di sebelah motor cowok itu. Untung koridor telah sepi, jadi mereka tak menjadi pusat perhatian.
"Gak ngerepotin, gue mau nganter lo. Gak usah nolak lagi, keburu sore." Bryan menaiki motor, disusul Linka. Untung saja cowok itu bukan pria pengguna moge seperti anak lainnya. Ia menggunakan motor matik.
Bryan melajukan motor dengan kecepatan sedang, tergolong pelan malahan. Cowok itu sengaja, kapan lagi ia bisa berlama-lama dengan gadis kalem yang menjadi sahabat sepupunya ini? Sesekali ia melirik spion yang sengaja ia arahkan ke wajah Linka.
Helaian rambut yang diterbangkan oleh angin ditambah rona jingga yang menyorot wajah Linka menambah kesan manis gadis itu. Meski perjalanan tergolong hening, tanpa disadari mereka saling menikmati. Hingga tiba di depan rumah Linka. Gadis itu segera turun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
Historia CortaBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
