13

264K 8.3K 520
                                        

"Udah gue daftarin," ucap Elios, memberitahukan pada Naraka bahwa ia sudah mendaftarkan cowok itu untuk ikut balapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Udah gue daftarin," ucap Elios, memberitahukan pada Naraka bahwa ia sudah mendaftarkan cowok itu untuk ikut balapan.

"Bagus," balasnya.

Bagi Naraka, dengan ikut balapan, resah yang terus ia rasakan dikarenakan Linka bisa teralihkan.

"Lo ada masalah?" tanya Bryan, satu sahabatnya paling peka dan selalu hafal dengan tabiat masing-masing orang sekitarnya.

"Gak."

"Linka, right?"

Naraka hanya bergeming, tak menyangkal dan tak membenarkan. Bryan langsung paham. Linka memang cewek yang akhir-akhir ini mengusik sahabatnya.

"Minum dulu biar adem." Jovan menyerahkan minuman dingin pada ketiganya.

"Thanks."

Suara pengumuman bahwa balapan akan segera dimulai terdengar, Naraka segera berlalu menuju mobilnya. Bersiap memenangkan balapan kembali, berharap masalah akan ikut terbang bersama laju kendaraannya.

"Lo pasti menang kali ini," ucap Elios yakin.

"Lo udah tahu hasilnya," balas Naraka percaya diri.

Mobil Naraka bersebelahan dengan geng Black Devil, kaca terbuka memperlihatkan bahwa sang ketua Black Devil yang ikut andil kali ini.

"Lihat, siapa yang ikut balapan malam ini," kekeh Alran, ketua Black Devil. Menatap remeh pemuda yang ada di depan matanya, ia tak sabar untuk beradu roda dengan Naraka.

"Lo takut?"

"Mau taruhan?" tawar Alran dengan seringai, dirinya sangat senang melihat Naraka yang naik pitam.

"Gak, percuma taruhan kalo gue lagi yang menang, mending uangnya lo simpen buat beli otak, biar gak bodoh lagi." Naraka tak minat, ia hanya ingin balapan untuk menjernihkan pikirannya, bukan balapan untuk taruhan.

"Takut?" Alran menatap remeh karena tawarannya tak diterima. Ia ingin menyulut kemarahan Naraka, jika Naraka marah balapan akan lebih menantang dan mudah. Menurutnya, emosi hanya akan menyesatkan.

"Bacot!"

"Gue denger lo punya mainan baru, gimana kalo lo kalah balapan mainan lo kasih ke gue? Bukannya seru kalo berbagi mainan dengan teman?" Alran mendengar desas-desus tentang Naraka yang mempunyai cewek mainan yang berhasil membuat cowok itu membunuh beberapa siswa. Ia ingin memiliki hal yang Naraka anggap berharga dan membuat musuhnya tersebut menggila.

"In your dreams, berani lo sentuh seujung kuku mainan gue. Jangan harap bisa lihat matahari besok." Naraka mulai tersulut saat Alran membawa-bawa nama Linka.

"Woho, gue semakin semangat buat menangin balapan malam ini. Kalo lo kalah, mainannya buat gue, ya."

"Fine. Kalo kalah, lo harus sujud di kaki gue," balas Naraka yang sudah geram. Alran sudah berhasil menyiram bensin pada api.

Naraka's (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang