"Hei, kita belum bermain-main. Jangan sombong, dong, Sayang. Kita juga sama gagahnya dengan Naraka, pasti kamu bakalan puas nantinya." Cowok berwajah tengil tersebut menahan dagu Linka agar menatapnya, lalu mendekatkan wajah mereka. Ia mencium bibir Linka dengan menuntut. Linka memukul dada cowok tersebut, berusaha melepaskan diri, walau usahanya berbuah sia-sia.
Tak habis akal, dengan sekuat tenaga Linka menampar cowok tersebut hingga tautan bibir mereka akhirnya terlepas. Napas cewek itu terengah, air mata bahkan sudah mengalir sejak tadi.
"Boleh juga tamparan lo," ucap cowok itu, merasa semakin tertantang akan tindakan Linka yang sok jual mahal.
Linka mencoba berdiri, tetapi segera didorong hingga jatuh menghantam lantai. Tawa mengudara terdengar mengejek Linka yang tampak tak bisa berbuat banyak. Letak toilet yang jauh dari kelas menambah leluasa mereka untuk bermain dengan yang mereka gadang-gadang sebagai mainan Naraka itu. Cowok yang pipinya memerah bekas tangan Linka mendekat dengan perlahan. Menyeringai, menatap lapar Linka yang sudah berani bermain tangan dengannya.
"Jangan, aku mohon. Aku mohon, lepasin aku."
Beberapa kancing seragam Linka terlepas karena tarikan pemuda tadi. Namun, Linka segera memegang seragamnya untuk menutupi dadanya, tetapi sayang, hal itu hanya sia-sia.
"Indah banget. Pantes Naraka gak mau lepas, peletnya pake body goals."
"Sexy and hot."
"Let's play. Kita main berempat biar tambah seru. Abis ini gue yakin lo pasti puas, jalang kayak lo mana puas kalo Cuma pakai satu penis." Mereka semua meneguk ludah kasar, melihat kulit putih Linka yang terpampang.
Linka mencoba merapatkan seragamnya saat melihat tatapan lapar ketiganya.
"Jangan!"
Kakinya ditahan, Linka mencoba melepas, tetapi tak bisa. Cowok itu semakin mendekat, berusaha meraih jemari Linka yang menahan seragamnya. Kepalanya mengendus wangi Linka yang memang harum. Ia baru akan mencium leher Linka, ketika bunyi dobrakan di belakangnya menginterupsi.
Pintu toilet terbuka dengan kasar, Linka semakin merapat tanpa melihat siapa yang datang. Cowok yang berjongkok di depannya terhempas dengan kasar.
"Dia milik gue, berengsek!"
Sebuah pukulan melayang dari tangan Naraka. Cowok yang hampir menyentuh Linka tersungkur. Naraka marah besar kali ini, terlihat dari kilatan matanya. Cowok yang berpakaian santai tersebut menggeram, urat lehernya terpampang jelas. Cowok itu tersadar, kemudian segera melepas kemejanya, menyampirkan pada badan Linka. Kemudian mengangkatnya dengan mudah dan segera membawa pergi dari ruang laknat tersebut.
"Naraka," gumamnya seraya mengeratkan pegangannya dan meremas pada baju depan cowok itu. Tangannya gemetar meminta perlindungan.
"Kalian urus mereka bertiga, bawa ke tempat biasa!" perintah Naraka yang diangguki sahabatnya.
"Seperti biasa, udah tugas kita. Lo urus dan tenangin Linka, dia keliatan syok banget," ucap Elios.
Ketiga pemuda yang berbuat tak pantas pada Linka tengah berhadapan pada nerakanya. Mereka salah bermain-main dengan milik Naraka.
Naraka berjalan keluar dengan Linka yang berada dalam gendongannya. Ia menggeram melihat tampilan Linka yang terbilang buruk. Cewek itu hanya bisa menyembunyikan wajahnya dan terus meremas baju depan Naraka. Ia sadar jika Linka gemetar, syok yang dialami tadi jauh lebih berat daripada saat berhadapan dengan kelakuan bejat Naraka.
"Lo aman saat ini," bisik Naraka menenangkan.
Siapa yang tak akan takut saat akan menjadi santapan 3 pemuda gila tadi. Jika Naraka telat beberapa menit lagi Linka sudah tak membayangkan apa yang akan terjadi. Untung mereka tak menjadi pusat perhatian karna jam belajar mengajar tengah berlangsung. Air mata masih saja mengalir dari netra Linka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
Short StoryBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
