BAB 49
Cowok itu terduduk di samping makam Linka, tangannya mengusap batu berukirkan nama wanitanya. Sahabat dan keluarganya kembali memberi ruang untuk Naraka, meski sulit menerima kenyataan, tetapi bukti di depannya memberi pukulan pada dirinya.
"Sayang."
"Aku harus gimana sekarang?" lirihnya. Naraka terus bertanya. Ia tahu dirinya jahat, tetapi bukankah takdir lebih jahat sekarang. Tak cukup Hiero, kini Linka ikut pergi menyusul putranya.
"Apa sesakit itu? Bukankah kamu masih punya diriku untuk bersandar. Kamu masih memilikiku untuk tempat berbagi beban mu."
"Harusnya aku lebih waspada, saat kamu bertingkah baik-baik saja dan bukannya terlena karena kecerianmu."
"Hiero, lihat. Sekarang Mama lebih milih bareng kamu dan meninggalkan Papa sendiri di sini," adu Naraka pada putranya.
"Apa kamu gak percaya kalo Papa bisa jaga Mama, hingga kamu ajak Mama pergi? Papa emang jahat waktu itu, tapi Papa beneran sayang dan cinta sama mamamu."
"Andai waktu bisa diputar kembali, aku bakal dapetin kamu dengan cara yang baik. Aku bakal jaga kamu dan bukan jadi perusak masa depan kamu, Linka."
"Linka, pasti kamu sekarang udah ketemu Hiero? Putra kita tampan, kan?"
"Aku pengin banget marah sama kamu, kenapa kamu harus nyerah di saat ada aku yang selalu ada di sisimu?"
"Kenapa kamu buat aku jadi pria yang gagal jagain milikku sendiri?"
"Apa sesakit itu? Tapi, aku juga sakit Linka, saat Hiero pergi. Kita bisa obati rasa sakit itu bersama."
"Harusnya kemarin aku gak pergi ujian dan di rumah jagain kamu, pasti hal ini gak akan terjadi."
Lemah, Naraka mengaku kalah dengan takdir, rasanya sangat menyakitkan saat mengantarkan orang terkasih dan tercintanya menuju pemakaman. Menyaksikan sendiri satu per satu miliknya direnggut paksa. Kembali air mata mengalir tanpa bisa dicegah. Hari ini adalah jilid dua masa terpuruk Naraka, dirinya yang biasa dijuluki iblis berwujud malaikat kini hancur di depan pemakaman istrinya.
"Kamu tahu hal yang paling aku takuti apa, Linka? Menghadiri pemakaman orang terkasih dan tercinta, tapi kamu mewujudkannya dalam sekejap."
"Rasanya aku ingin memaki Tuhan, kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang merasakan rasa sakit yang bertubi ini?" parau Naraka. Tarikan napas sesak ia lakukan berulang kali. Hari mulai mendung, langit yang semula cerah menjadi kelabu. Suasana yang sangat mendukung untuk menangis.
"Hiero, tolong jaga Mama sampai waktu Papa bisa berkumpul kembali bersama kalian, Papa pulang, ya. Linka, aku pulang dulu, ya," pamit Naraka kemudian beranjak.
Ia berjalan dengan sangat berat menuju mobil yang sudah terdapat supir yang setia menunggunya. Mobil melaju meninggalkan pemakaman Linka.
Tiba di depan rumah megahnya. Naraka turun tanpa menyapa seorang pun, ia berjalan menuju kamarnya di lantai bawah. Ia tak sanggup melihat kamar atasnya yang pernah menjadi saksi bisu tewasnya Linka. Mamanya sudah menawari makan, tetapi Naraka menolak, ia butuh istirahat saat ini.
"Aku berharap waktu bisa terulang saat kita masih bersama," ucap Naraka, yang menjatuhkan dirinya pada ranjang empuk. Ia berharap semua hanya ilusi semata, sebuah peristiwa menyeramkan yang hanya mimpi buruknya.
***
Naraka merasakan tubuh bagian depannya yang mendingin, ia mengerjapkan matanya pelan. Matanya menatap sekitar yang kini tengah ramai dengan siswa-siswi yang mengerubunginya, seolah mendapat tontonan yang menarik. Ia seolah dejavu dengan situasi ini, bukannya tadi dirinya tengah tertidur? Namun, rasa dingin dari balik bajunya nyata. Ia mencoba mengigit lidahnya dan benar terasa sakit.
"Maaf, aku gak sengaja," ucap gadis tersebut dan mencoba membersihkan noda di baju Naraka. Ia terus menunduk, merasa takut. Naraka menatap dalam sosok yang tengah membersihkan seragamnya dengan gemetar, suaranya sangat Naraka hafal di luar kepala. Tangan Naraka menahan lengan gadis itu, lalu meraih dagu gadis di depanya hingga pandangan mereka saling terkunci.
Naraka menegang melihat wajah yang sangat ia rindukan. Linka, belahan hatinya kembali, ini adalah di mana pertama kali ia dipertemukan dengan Linka. Naraka menyelami mata di dalamnya, menatao haru wajah Linka yang tampak memucat ketakutan.
Mereka menjadi pusat perhatian, bisikan-bisikan dari orang yang menonton mulai terdengar. Pasalnya, gadis itu sedang membuat kuburannya sendiri karena berurusan Naraka. Ia bahkan tuli dengan bisikan tersebut, hingga Linka kembali berbicara.
"Maafin aku, Naraka. Aku akan mengganti seragammu," gugup Linka.
"Linka," ucap Naraka dengan suara rendah. Linka semakin takut saat Naraka memanggil namanya.
Hingga tepukan pada bahunya menyadarkan Naraka.
"Jangan aneh-aneh, dia cewek," ucap Elios menahan Naraka. Namun, tak ada jawaban, membuat suasana semakin menegang. Ia ingat hari ini, bahkan gigitan pada lidahnya masih terasa sakit, berarti ini nyata.
"Maaf, Naraka. Aku beneran gak sengaja. Aku bakal bertanggung jawab," cicit Linka semakin takut karena Naraka tak kunjung menjawab dan masih saja menahan lengannya.
Naraka kembali mendapatkan kesadarannya, ia menarik Linka hingga menubruk dadanya, memeluk gadis itu dengan erat, menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher Linka. Semua memekik tertahan, tetapi tak ada yang berani menegur. Adegan yang tak pernah mereka sangka akan Naraka lakukan. Bahkan, Linka sampai menegang, tetapi gumaman Naraka membuatnya berdesir.
"Aku kembali menemukanmu, aku akan menjagamu, Linka. Aku janji. Tolong jangan tinggalkan aku lagi," gumam Naraka yang hanya bisa didengar keduanya.
Suaranya terdengar serak, membuat dada Linka berdesir. Entah mengapa dekapan Naraka terasa nyaman, seolah ia kembali menemukan rumahnya yang telah lama hilang.
Grizella, Olivia, Jovan, dan Bryan yang baru tiba bahkan ikut terkejut. Sementara Elios sudah mengabadikan hal tersebut dalam ponselnya. Kapan lagi ia melihat Naraka memeluk seorang gadis? Ini bisa menjadi ladang viewers akun gosip sekolah mereka. Dirinya akan memastikan Naraka yang memeluk seorang gadis menjadi trending selama seminggu.
Naraka melepas pelukan tersebut. Tangannya terulur menyentuh pipi, mengusapnya dengan lembut, membuat gadis di depannya menegang kaku.
"Ini beneran kamu, Linka? Aku gak mimpi, kan?"
"Aku beneran Linka, apa kita pernah bertemu?" Linka membalas tatapan Naraka dengan tatapan polos, ia masih sulit mencerna segala tindakan Naraka. Cowok yang terkenal akan kekejamannya selama ini.
"Ya, kita pernah bertemu jauh sekali sebelum semuanya menjadi mimpi buruk yang tak pernah ingin aku ingat." Naraka mendekat, mengikis jarak mereka. Tanpa disangka Naraka memberi kecupan hangat di dahi Linka, membuat semua menjerit.
Kembali Naraka memeluk dan kali ini Linka membalasnya, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Siapa yang tak akan malu jika mendapat kecupan berulang, didepan khalayak umum pula.
"Woi, anjir! Pawang Linka gak maen-maen!" teriak Grizella heboh, tidak tahan melihat keduanya.
"Sakit, ya! Sialan lo, Grizella." Olivia mengeplak tangan Grizella dengan kesal karena terkena tabokan Grizella sejak tadi.
"Wah, kita dapet Bu Bos baru, nih," ucap Jovan merangkul bahu Bryan.
Cowok itu hanya menatap dengan pandangan yang sama bahagianya, entah mengapa ia ikut lega melihat adegan barusan. Bryan seperti melihat apa yang memang seharusnya kembali. Aneh, namun Bryan memilih menepis perasaan barusan dan kembali focus pada sekitar.
"Bahan buat lambe turah, nih. Cuan-cuan endorse-an mengalir sederas hujan," ucap Elios tak lupa mengabadikan setiap momen mesra calon pasangan baru sekolah mereka.
Semua hanya bisa menggeleng tak bisa berkata kata saat Elios membuat Naraka menjadi ladang konten dan cuan akun lambe turah SMA mereka.
"Aku akan jagain kamu lebih keras lagi kali ini, tolong bertahan dan terus di sisiku," gumam Naraka kembali bisa didengar oleh Linka.
"Aku akan selalu di sisi kamu." Entahlah, Linka seolah mendapat bisikan kalimat penenang untuk Naraka. Mereka melupakan seragam basah Naraka yang kini sudah menjadi satu dan mencemari seragam Linka.
***
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
Short StoryBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
