BAB 35 (+)
Ingatan Naraka terlempar pada insiden beberapa tahun yang lalu. Mereka tengah berkumpul di rumah Sofia, perempuan yang menjadi teman sekaligus orang yang pemuda itu jaga.
Semua telah pulang dan menyisakan Naraka dan Sofia, pemuda yang hanya fokus pada layar pipih tersebut, tubuhnya mendadak menegang saat Sofia memeluk lengannya dan meletakkan kepalanya pada bahu Naraka. Tak biasanya perempuan tersebut berlaku manja seperti ini.
"Ada apa, hmm?" Tanya Naraka mengusap kepala Sofia.
"Bosen, mau main gak?" Tawar Sofia yang sudah memiliki berbagai permainan menyenangkan di kepalanya.
"Main ps? Ayolah siapa takut," balas Naraka yang selalu berpikir positif.
"Ps apaan gak asik udah bosen." Sofia mengerucutkan bibir bertingkah seperti hanya dirinya yang paling imut.
"Terus mau main apa emang jam segini?" Tanya Naraka menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 09.00 malam
"Main yang enak-enak," ucap Sofia mengusap keperkasaan Naraka. Pemuda itu memegang lengan Sofia kepalanya menggeleng.
"Gak boleh," balas Naraka mencegah lengan Sofia yang dengan jahil mengusap kejantanannya.
"Tapikan, ah gak asik ya udah gue mau ambil minum dulu. Lo juga gak?" Tawar Sofia. Naraka hanya mengangguk, ia memerlukan air dingin untuk mendinginkan otaknya yang mulai pusing.
Sofia kembali membawa dua gelas minuman berwarna merah, siyup guys rasa strownanas. Ia mengambil satu gelas setelah diletakkan di meja, Naraka meminum siyup tersebut tanpa rasa curiga. Tanpa pemuda itu sadari sudut bibir Sofia tertarik keatas.
Gelas keduanya sudah tandas Sofia berjalan menuju kamar meninggalkan Naraka yang kembali berkutat dengan ponsel. Pemuda itu merasa tak nyaman pada tubuhnya. Ia mengerjapkan matanya yang mulai sayu.
"Argh! apa yang ada pada minuman tadi." Naraka berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Letak kamar mandi yang dekat dengan kamar Sofia. Wanita tersebut yang telah menebak bahwa efeknya sudah berjalan mulai menarik lengan Naraka hingga memasuki kamar saat pemuda melewati kamarnya. Kemudian menguncinya lalu menyembunyikannya.
"Apa ya ng lo lakuin."
"Tadinya aku mau kita bersenang-senang secara sadar. Tapi lo lebih milih gue pake cara kotor." Sofia mendorong tubuh Naraka hingga terjatuh di ranjang kemudian menaiki tubuh pemuda itu.
Suasana yang terasa panas membuat pikiran melawan Naraka buntu. Ia baru menyadari Sofia hanya memakai kain yang sangat tipis hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Ayo bermain Naraka. Fuck me harder," bisik Sofia sensual pada telinga Naraka lalu menjilatnya dan memberi gigitan kecil.
Sofia mulai menggerakkan pinggulnya serta meraba seluruh tubuh Naraka. Bagaikan kail yang bersambut ditambah efek obat perangsang tersebut Naraka sudah gelap mata.
"Enghh... Gue gak tau kalo lo sebinal ini bitch." Geram Naraka membalik keadaan. Persetan dengan pertemanan ia butuh pelepasan.
Sofia hanya tersenyum bangga."Yah, gue jalang lo Naraka. Nikmati gue, buat gue gila sama permainan lo."
Naraka mulai melepas semua yang melekat ditubuhnya dan Sofia. Mereka saling membelit memberi ciuman yang kasar dan menuntut. Remasan diberikan pada payudara besar Sofia.
"Enggh.... Auhhh.... Ahhh...."
Plak.
Plak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
Cerita PendekBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
