BAB 32 (+)
Beberapa hari ini, hati Linka terasa tak nyaman, tetapi hanya ia pendam sendiri. Entahlah, ia tak ingin berlarut dalam perasaan buruk. Ia tak ingin berpikir panjang mengenai perasaan yang tak nyaman itu, sugesti negatif bisa mempengaruhi kegiatan hariannya.
"Lin, lo dengerin gue gak, sih?" tanya Olivia yang sejak tadi mengajak sahabatnya itu bercerita.
Linka tersentak, ia tak sadar jika tengah melamun di kantin saat istirahat. Kini di depannya ada Grizella dan Olivia. Keempat pemuda yang sudah termasuk Naraka di dalamnya, entah ke mana, tadi pamitnya mereka akan ada misi seperti biasa.
"Maaf, tadi kamu ngomong apa?"
"Lo lagi mikirin apa? Di rumah ada masalah atau Naraka jahat lagi sama lo?" tanya Grizella. Sahabatnya satunya itu memang sangat peduli dan mudah khawatir tentang sahabatnya yang kemah lembut tak bertulang.
"Bukan, Naraka baik sama aku, kok. Dia udah gak jahat lagi," balas Linka yang tak ingin terjadi kesalahpahaman di antara sahabat dan suaminya.
"Syukur, deh. Lo gak usah takut buat bilang kalo ada apa-apa. Inget, gue sama Grizella akan selalu ada buat lo," ucap Olivia meyakinkan Linka.
"Bener, kata Olivia. Masih ada kita, bestie bagai kepompong lo," timpal Grizella.
Linka hanya tersenyum, lagi pula ini baru firasat. Lebih baik ia tak terlalu memusingkan hal itu. Mereka kembali sibuk dengan makanannya, kandungannya sudah memasuki bulan keempat dan sebentar lagi ia akan meninggalkan lingkungan sekolah yang pasti akan dirindukannya.
Linka baru keluar dari ruang guru dan langsung dikejutkan dengan badan William di tikungan.
"Eh, maaf, Willian. Aku gak sengaja," ucap Linka yang hampir menabrak William. Cowok itu hanya terkekeh, melihat wajah Linka yang terkejut
"Gak pa-pa, lagian gue juga yang salah, jalannya gak liat-liat. Btw, lo dari mana?" tanya William menyejajarkan langkahnya dengan Linka.
"Ruang guru," balas Linka yang tadi mengurus tentang perihal surat pengunduran dirinya dari sekolah 1 bulan lagi.
"AWAS!!" Teriak salah satu siswa yang tengah berlari.
William dengan cepat meraih badan Linka agar merapat dengan dirinya di tembok, siswa yang berlari tadi sudah menghilang ke arah belokan. Lalu, di belakangnya seorang siswi juga berlari sambil meneriaki namanya.
"Woi, Galih! Bayar uang kas lo. Gue bukan rentenir yang harus nagih utang lo, ya, anjing! Gue capek disuruh ngejar lo mulu tiap hari."
Sungguh mulut siswi yang tak terfilter dan kini sudah mengejar siswa bernama galih tadi.
"Jangan lari di koridor ini bukan jalan nenek lo!" teriak William yang kesal tindakan dua manusia tadi hampir menabrak siswi lain.
"Sori, salahin aja Galih," balas siswi tadi sebelum berbelok di koridor.
Linka masih membeku kemudian mengerjap menyadarkan keterkejutannya. Ia buru-buru melepaskan diri dari William, wangi pria tersebut bahkan tercium dari dekat.
"Sori, Linka. Siswa tadi yang lari gak lihat jalan. Lo baik aja, kan?"
"Thanks, ya, Will. Gue baik-baik aja, kok," balasnya mengucapkan terima kasih, jika tak ada William, ia pasti sudah terjatuh di tengah koridor, tertabrak dua siswa tadi.
Mereka kembali berjalan hingga Linka tiba di kelasnya kemudian William berlalu menuju kelasnya sendiri. Hari ini ia sendirian, dan akan pulang dengan sopir karena Naraka yang tengah dalam misi seperti biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naraka's (Revisi)
KurzgeschichtenBagaimana jika Linka cewe lemah bertemu dengan Naraka manusia yang berhati iblis? 21+ mature content Jangan report cerita orang Minggir jika tak suka Plagiat minggir Start : 5 march 2022 End : 29 agustus 2022 #1 in oneshoot 29/5/2022 #1 in bad 2/6/2...
