8

305K 7.4K 153
                                        

67

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


67.273 suka
@narakazirionsadr
Don't touch her

@alexanderellios run bestie ada yang mulai bucin

@jovanbramasta gini amat jomblo

@bryanandrsn jangan di mainin anak orang

@fansnaraka baper bund haduh

@poseidonclub bucin terus boss, di post mulu

@grizellaadson sialan lo Naraka

@xaviera.olv lo yang jangan sentuh sahabat gue

***

Linka menggeliat merasakan perutnya yang keroncongan. Matanya mengerjap, menyesuaikan cahaya lampu. Ia melihat ke sekeliling, kamar Naraka, entah kapan cowok itu membawa pulang dan memindahkannya ke kamar. Kamar di markas yang begitu nyaman membuatnya cepat terlelap dengan nyenyaknya, ia bahkan sampai tak sadar kapan Naraka membopong tubuhnya dan membawanya pulang.

Ketika ia ingin beranjak dari posisinya, Linka merasa seperti ada yang menimpa perutnya. Ketika ia lihat, rupanya sebuah lengan melingkar di sana. Tangannya mencoba meyingkirkan lengan tersebut dan menggantinya dengan bantal yang Linka pakai.

Setelah lolos dari kasur Naraka, ia berjalan keluar dengan pelan agar tak membangunkan cowok itu. Jarinya meremas perutnya yang terasa perih, ia lupa jika belum mengisi lambungnya sejak siang. Membuka pintu yang syukurnya tidak terkunci, ia melangkah keluar menyusuri rumah Naraka dengan sedikit takut karena rumah besar itu hanya diterangi oleh cahaya lampu yang tamaram.

"Udah kayak uji nyali. Untung udah hafal letak dapurnya. Kalo gak, bisa kesasar."

Tiba di dapur, senyum Linka mengembang setelah membayangkan rasa mi dan telur yang dimasak jadi satu. Tangannya membuka setiap lemari dari bawah hingga atas dan beruntungnya terdapat beberapa bungkus mi di sana. Beralih membuka kulkas, ia menemukan telur.

Linka mulai memasak mi tersebut, setelah masak ia menuangkannya ke dalam mangkuk lalu membawanya menuju meja makan. Aroma mi yang menguar seakan menggoda hidungnya untuk segera makan.

"Selamat makan."

Linka menyantap mi itu dengan tenang.

"Ekhm."

Prang!

Suara dehaman mengejutkannya, membuat ia tanpa sengaja menyenggol mangkuk berisi mi tersebut hingga mengenai tangannya. Kuah yang masih panas membuat tangannya memerah. Gadis itu meringis merasakan denyutan nyeri di bagian yang terkena tumpahan.

"Ceroboh. Gimana lo bisa sebodoh ini, hah?!" sembur Naraka. Cowok itu menarik tangan Linka menuju wastafel, menyiram punggung tangan Linka yang terkena kuah mi.

Naraka's (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang