24

177K 7.3K 339
                                        

BAB 24

Hari yang sangat mendebarkan bagi Linka dan Naraka. Wedding day, hari yang menjadi awal dari mimpi-mimpi yang akan mereka wujudkan. Bersatunya dua hati dan raga dalam satu rumah yang sama. Linka selalu membayangkan pernikahan yang dihadiri oleh keluarganya, tetapi kini hanya dirinya dan calon bayinya, karena kedua orang tuanya yang terlebih dahulu meninggal.

Konsep yang mereka ambil untuk wedding dream kali ini adalah outdoor di tepi pantai. Naraka benar-benar membebaskan Linka memilih konsep pernikahan impiannya. Entah ke mana perginya sifat berengsek cowok itu sebelumnya. Linka memang belum percaya sepenuhnya pada Naraka, tetapi tak salah bukan jika ia menikmati setiap tindakan manis Naraka tersebut?

Pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang terdekat, sahabat, dan geng Poseidon. Naraka membuat pernikahan ini secara privat demi keamanan Linka dan calon bayinya. Mereka memiliki terlalu banyak musuh yang mencoba menghancurkan Linka. Jika mereka tahu Naraka memiliki sosok berharga di belakangnya, target mereka akan berbalik arah menjadi Linka dan itu berbahaya akan amat berbahaya.

Berbagai alat kosmetik telah disapukan ke area wajah Linka. Riasan natural, tetapi terkesan anggun tanpa membuat wajah Linka terlihat lebih tua dari usianya. Gaun yang telah dibeli kemarin kini melekat dengan indah di badannya. Rambut yang ditata dengan rapi dan cantik dengan mahkota di atasnya. Penampilan Linka terlihat berkali-kali lipat lebih memesona.

Altar yang berlatarkan laut lepas, serta jajaran kursi berisi orang-orang terdekat mereka. Ia bisa melihat undangan yang datang lumayan banyak, termasuk sahabat Naraka dan kedua orang tuanya. Langkah Linka terayun memasuki area pemberkatan.

Netranya melihat Naraka yang tengah berdiri di depan altar, tampak menjulang tinggi dengan tuxedo hitam yang melekat cocok pada badannya. Netra mereka bertemu, Naraka tersenyum melihat Linka dalam balutan gaun pengantin yang elegan.

Linka mulai melangkah menuju Altar tanpa pendamping, ia memang tak menunjuk siapa pun. Kelvan dan Diana berada di kursi baris depan. Diikuti oleh Bryan, Jovan, Elios, Olivia, dan Grizella, barulah geng Poseidon dan beberapa undangan.

Posisi mereka semakin dekat, sejalan dengan itu, jantung Linka kian berdebar kencang. Ia benar-benar dibuat gugup.

Naraka terus menatap calon istrinya itu, bahkan ia tak bisa mengalihkan pandangannya sedetik pun dari Linka yang terlampau istimewa untuk diabaikan. Jantung Naraka bahkan tak henti berdetak kencang akan pesona Linka, si cantik yang segera menjadi istrinya.

Linka sampai di depan Naraka yang dengan sigap mengulurkan tangan, mengajak agar berdiri di sebelahnya.

"Saya, Naraka Zirion Sadr, memilih engkau, Alinka Zoya Amanda sebagai istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang dan selamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut yang memisahkan. Di hadapan Tuhan, saya mengikat janji setia dan suci ini, akan selalu mencintai wanita di samping saya," ucap Naraka bersungguh-sungguh. Janji yang akan ia pegang seumur hidupnya.

"Saya, Alinka Zoya Amanda, memilih engkau, Naraka Zirion Sadr sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang dan selamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut yang memisahkan. Di hadapan Tuhan, saya mengikat janji setia dan suci ini, akan selalu mencintai pria di samping saya," ucap Linka dengan lembut.

"Naraka Zirion Sadr, apakah Anda bersedia menerima Alinka Zoya Amanda sebagai istri Anda?"

"Saya bersedia," jawab Naraka lantang, menatap dalam netra Linka.

Naraka's (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang