°°°
Kedua langkah Jeffin kini telah sampai di tempat yang semula sudah ia tujui. Lelaki itu berjalan memasuki kafe yang sedikit jauh dari kampusnya sebelumnya.
Selagi dirinya sudah meminta izin kepada orang rumah, maka Jeffin tidak perlu lagi khawatir jika mereka akan mencarinya. Walaupun hal yang ia sampaikan itu tak ada benarnya sama sekali. Tapi tak apa, selagi yang ia lakukan ini adalah hal baik maka semuanya tidak akan ia khawatir kan.
Hari pertama bekerjanya, entah profesi apa yang nanti akan ia gunakan. Tak apa jika dirinya harus menjadi tukang bersih-bersih meja atau lantai sekalipun, Jeffin juga sadar jika dirinya di tempat ini adalah sebagai Junior yang sama sekali belum pernah melakukan pekerjaan seperti ini.
Lelaki itu memasuki kafe yang terdapat banyak sekali orang-orang yang telah sampai didalam sini. Ternyata pada malam hari bahkan lebih banyak dibanding kemarin sore disaat ia tengah melamar pekerjaan ditempat ini.
Sangat berbeda dengan kafe yang berada di kampusnya. Di tempat ini hawanya begitu hangat dan tenang, lagu yang di putar ditempat ini bahkan membuat hati para pengunjung ikut tentram.
Lelaki itu lantas segera berjalan menuju ke sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk rapat, ruangan bos nya. Disana ia bisa melihat lelaki yang kemarin sempat bertemu dengannya itu lantas Jeffin langsung membuka suaranya dengan ucapan permisi.
Entah mungkin karena tidak terbiasa Jeffin merasa dirinya sedikit asing ditempat ini. Ia mewajarkan hal itu karena memang hari ini adalah hari pertamanya bekerja, jadi pasti dirinya akan merasakan kesepian karena sama sekali tak ada orang yang dikenalnya.
Lelaki itu memberikan berkas-berkas yang semula sudah ia janjikan kemarin sore untuk mendaftar di tempat ini. Disana bos nya juga tidak lupa untuk memberitahu pekerjaan sebagai seorang pemula seperti nya karena sampai saat ini Jeffin sama sekali belum berpengalaman bekerja sebagai barista karena orang tuanya yang tidak mengizinkannya selama ini.
Disini lelaki itu dituntun dan diberi tahu pekerjaannya di kafe ini. Untuk sementara Jeffin hanya perlu bekerja sebagai pelayan yang melayani banyak pelanggan di depan sana. Tak banyak yang ia lakukan, hanya mencatat pesanan dari pelanggan lalu memberikannya kepada rekannya yang lain, tak lupa juga dirinya harus memberikan sebuah senyuman agar para pelanggannya merasa nyaman bekerja di tempat ini.
Jeffin hanya mengangguk mengerti ketika sang bos memberikan banyak sekali pengertian agar di hari pertamanya bekerja dirinya tidak membuat masalah sedikitpun.
Diambilnya sebuah celemek yang semula sudah diberikan oleh pria dihadapannya, lelaki itu memakainya kemudian segera keluar untuk mengerjakan tugas hari pertamanya bekerja.
Jujur saja, Jeffin pikir untuk menerima seorang yang sama sekali belum berpengalaman sangatlah sulit. Namun karena riwayat hidup dan fotokopi ijazah yang sudah ia berikan membuat sang bos memberikan kepercayaan kepadanya.
°°°
Malam ini Nana tengah memakan makanan yang sama sekali belum ia sentuh dari pagi tadi. Lagi dan lagi pemuda itu harus memakan makanan yang sama, entah penyakit apa yang akan timbul setelah ini karena dirinya yang sering mengonsumsi makanan yang sama setiap harinya.
Jam dipergelangan tangannya telah menunjukkan pukul setengah delapan malam, tentu saja kakaknya sama sekali belum nampak sampai saat ini karena hari ini Jeffin yang mendapatkan tugas lembur entah untuk beberapa hari kedepan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forgotten Nana [END]✓
Fanfiction"Kamu masih usia remaja, gak usah sok depresi. Disini kakak kamu yang lebih sakit" -Mama "Ma... Aku juga anakmu..." _____ Lokal vers Brotheship story Start : 07-04-2022 End : 29-05-2022 Republish : Desember 2025 @septiaxsga
![Forgotten Nana [END]✓](https://img.wattpad.com/cover/305502415-64-k989618.jpg)