let's break (lapanbelascoret)

12.2K 654 97
                                        

"Let's break"

"Maksud lo?" Tanya Jisung pada Chenle yang tiba tiba melontarkan kata kata yang ia takuti itu.

"Y-ya, ya ayo kita tenangin diri kita masing masing dulu"
"Sambil kita mikir buat kedepannya kita bakal gimana" jelas Chenle pada Jisung yang saat ini tengah duduk didepannya.

"Chenle, jangan gegabah"
"Dua tahun loh kita udah lewatin ini" tegur Jisung dengan nada yang ia buat setenang mungkin tanpa emosi.

"Y-ya gw harus gimana?"
"Sonic juga berharga buat gw Jie~"
"Lo juga tau itu kan?"
"Kenapa sih club lo suka bikin onar ke club gw?"
"Gini kan jadinya" gerutu Chenle yang  merasa kesal karena ulah club Jisung.

"I'm sorry babe" lirih Jisung sembari mendekap tubuh Chenle mencoba untuk menenangkan.
"Kalau kita break, lo janji bakal balik lagi ke gw kan kalau masalahnya udah clear?"

Chenle hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia juga berharap begitu.

"Lo tau kan seberapa berharganya lo buat gw?"
"Lo tau kan kalo lo satu satunya yang berhasil bikin gw kaya gini?"

"Jie~"

"Gw bakal turutin apa mau lo, but-"
"Promis me, if you will always comeback to me luv"

"Jie, i'm sorry :("

"No, itu emang resikonya"
"Gw juga bakal tenangin diri dulu"
"Gw janji jikalau lo udah siap balik lagi ke gw, gw bakal jadi sosok yang lebih dewasa dari ini"
"Gw tau kalau selama ini kadang gw masih kekanakan, belum bisa control emosi gw yang kadang masih suka semaunya sendiri"
"Jadi, ayo kita fokus ke turnamen minggu depan dan kita coba buat balik lagi setelahnya dengan diri kita yang baru"

"Jie~"
"I love you so much" lirih Chenle yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Makasih ya, dan maaf disaat kaya gini lo masih mau turunin ego lo buat nerima keputusan gw disaat lo bisa nolak itu"
"Lo juga satu satunya buat gw jie, dan gw janji kita bakal balik lagi setelah semuanya selesai"
"Sekali lagi makasih ya Jie, dan maaf kalau gw masih jadi sosok yang egois disini"

CUP

Kecupan singkat Chenle berikan pada Jisung, rasanya ia benar benar bersyukur bisa dipertemukan dengan sosok Jisung yang selalu bisa mengalah dengannya dan bisa memahami posisinya.

"Gw bakal kangen banget sama lo"

Kali ini giliran Jisung yang menarik dagu Chenle agar ia bisa melumat bibir cherry yang akan sangat amat ia rindukan nantinya. Lumatan keduanya terkesan brutal seakan tak ada lagi hari esok. Chenle menumpukan telapak tangannya pada dada Jisung guna mengimbangi lumatan agresif yang Jisung berikan. Tangan Jisung beralih pada tengkuk Chenle agar lumatannya semakin dalam. Tangannya yang menganggur ia gunakan untuk menumpu bongkahan kenyal Chenle agar pria manisnya memeliki posisi yang sejajar dengannya.

"Haaah, hah" napas terengah Chenle saat ciumannya dilepas sepihak oleh Jisung. Lidahnya masih terjulur seakan ia ingin meminta lebih.
"Fuck meehhh pleashhh" desah Chenle sembari mengalungkan tangannya pada Jisung.

Jisung yang tak ingin melewatkan moment ini yang mungkin untuk terakhir kalinya sebelum mereka berpisah langsung mengangkat tubuh Chenle menuju kamarnya.

Digendongnya ala koala tubuh mungil itu guna melewati tangga menuju kamarnya di lantai dua. Ciuman keduanya tak terlepas sedikitpun selama melewati anak anak tangga. Saat sampai disudut tangga yang berbelok Jisung menurunkan Chenle guna menurukan sedikit celana yang digunakannya. Sungguh nafsunya sudah tak dapat ia tahan saat ini. Padahal ia hanya butuh beberapa anak tangga lagi, tapi ia merasa sudah tak sanggup lagi menunggu.

Telapak tangannya yang besar ia gunakan untuk mengeluarkan kejantanan Chenle yang sudah mengacung. Chenle menutup mulutnya untuk menahan desahan agar bunda tak mendengar keduanya.

Lovely Rival ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang