bonchabe

6.2K 484 48
                                        

"Lo beneran ngga bisa nonton gw nanti?" Tanya Jisung saat tau jika Chenle ternyata memiliki jadwal ujian disaat ia akan melakukan turnamennya musim ini.

"Ngga bisa Ji, berapa kali sih gw bilang?"
"Kalaupun bisa ya gw jawab bisa"
"Lagian, GP kali ini di Milan"
"Mana mungkin juga gw nyusul kesana disaat jadwal gw udah dipenuhi sama praktik dan ujian"
"Gw ngga mau ngulang ya" ketus Chenle.

Sebenarnya Chenle juga ingin menemani Jisung dan bisa sekalian jalan jalan disana. Tapi karena adanya perubahan jadwal yang dadakan dan ternyata bertepatan disaat turnamen itu diselenggarakan. Chenle jadi tak bisa meninggalkan jadwal barunya.

"Gw balik ke markas ya"
"Jangan lupa makan terus istirahat"
"Jangan paksain diri lo buat belajar terus" titah Jisung yang mendekat pada Chenle sembari mengusap surainya serta memeberikan kecupan singkat di sana.

"Lo marah?"
"Inikan juga buat masa depan gw Ji"
"Jangan gitulah" ketus Chenle.

"Gw ngga marah, siapa juga yang marah?"
"Gw tau lo lagi capek, banyak tugas ini itu"
"Dekejar dateline yang lain sampe bikin lo isinya jadi cuma emosi aja"
"Gw mau ngomongin tentang GP aja ngga bisa karena lo udah capek"
"Gw ngga mau maksa dan malah bikin kita berantem lagi"
"Daripada dengan hadirnya gw disini bikin lo marah marah doang, mending gw pergi kan?"
"Lo bisa nyelesaiin tugas lo tanpa adanya gangguan gw" jelas Jisung.

Ia tau Chenle sebenarnya sangat membutuhkan waktu untuk istirahat. Tapi karena kejaran tugas dan dateline yang tak bisa berhenti jadilah Chenle yang isinya hanya marah marah saja.

Setelahnya Jisung langsung beranjak dan pergi setelah berpamitan kepada Chenle.

"Di sini aja" pinta Chenle saat Jisung baru saja membuka pintu kamar si manis.
"Di sini ajaaaa~" rengeknya sembari menghampiri Jisung dan memeluk prianya.
"Maaf" cicitnya lagi.

"Iya, ngga papa"
"Aku paham kok"
"Aku beliin makan dulu ya?" Pinta Jisung mencoba melepas dekapan Chenle.

"Delivery aja kan bisa"
"Pokoknya lo disini aja"
"Gw mau ngeluh, gw capek" keluh Chenle sembari menatap tajam pada Jisung.

Seperti biasa Jisung tak akan bisa menang jika beradu dengan Chenle. Ia akan selalu menurut jika si manis ini sudah mengeluarkan jurus andalannya.

Jisung meminta kepada Chenle untuk duduk di ranjang saja sedangkan ia tengah beberes kertas kertas yang bertumpukan di meja Chenle.

"Ini aku jadiin satu folder ya" ujar Jisung saat hendak mematikan laptop si manis.

"Ngga usah, habis ini mau gw kerjain lagi" jawab Chenle yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jisung.

"Cukup untuk hari ini, besok lagi"
"Udah kaya orang gila ituloh kamu"
"Istirahat" ketus Jisung yang langsung mematikan laptop Chenle setelah menyimpan semua dokumen dokumen yang di buka.

"Ini kita nikahnya ngga bisa besok aja ya?"
"Capek banget kuliah" ujar Chenle setelah menyandarkan tubuhnya pada Jisung yang barusaja duduk disebelahnya.

"Bisa, tapi setelah aku pulang latihan ya"
"Jam lima aku tunggu digereja" balas Jisung yang langsung mendapat pukulan dari Chenle.

"Enteng banget pak ngomongnya" tukas Chenle.

"Ngaca dong"

"Dahlah, anjing lo" umpat Chenle yang setelahnya semakin menyamankan tubuhnya karena menerima usapan lembut dari Jisung.

"Ntar setelah nikah kita bakal kaya gimana ya?" Gumam Chenle yang tengah memejamkan matanya menikmati waktu istirahat sejenaknya.

"Ya pastinya kita bakal serumah"
"Eh iya, mau rumah yang kaya gimana?"

Lovely Rival ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang